Menimbang Gatot-Listyo Dalam Paketan Kapolri-Wakapolri

Menimbang Gatot-Listyo Dalam Paketan Kapolri-Wakapolri
Komjen Gatot dan Komjen Listyo. ©2021 Merdeka.com
KHAS | 11 Januari 2021 11:44 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Proses pemilihan Kapolri masih dalam pembahasan. Beragam rekomendasi nama muncul di permukaan. Termasuk rencana paket Kapolri dan Wakapolri yang akan dilantik bareng Presiden Joko Widodo. Ide ini memunculkan pro kontra. Di satu sisi, usulan ini justru memperkuat nama calon pimpinan Polri untuk menggantikan Jendral Idham Azis akhir Januari nanti.

Kabar paket pemilihan Kapolri dan Wakapolri diembuskan Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane. Gagasan itu diklaim muncul dari lingkaran Istana. Menurut Neta, opsi paket tersebut semakin serius dibahas kalangan orang dekat Presiden Jokowi menjelang penyerahan nama Kapolri baru ke DPR.

Upaya paketan Kapolri-Wakapolri itu, kata Neta, tidak menutup kemungkinan bahwa nama Wakapolri Komjen Gatot Eddy menjadi Kapolri pengganti Idham Azis dan sekaligus mendorong Kabareskrim Komjen Sigit menjadi Wakapolri. "Gatot dan Listyo," ujar Neta kepada merdeka.com, Jumat pekan lalu.

wakapolri komjen gatot eddy pramono

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono ©2020 Merdeka.com/Nur Habibie

kabareskrim polri komjen listyo sigit prabowo

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo ©2020 Merdeka.com

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sebelumnya telah menyerahkan lima nama jenderal bintang tiga Polri kepada Presiden Jokowi. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyebutkan, kelima nama calon Kapolri itu adalah Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Gatot Edy Pramono, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafly Amar.

Selanjutnya, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto, dan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Agus Andrianto.

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti mengatakan, kelima nama itu terpilih setelah Kompolnas menyerap banyak aspirasi dari pelbagai pihak. Mulai dari purnawirawan Polri (PP Polri), internal Polri, tokoh masyarakat, akademisi dan LSM. Adapun tokoh yang hadir, di antaranya yakni Putri Sulung Gus Dur, Yenny Wahid dan Romo Muji Sutrisno.

Poengky menjelaskan, sejak Desember 2020 pihaknya sudah menyaring calon-calon berdasarkan kriteria pasal 11 ayat (6) UU nomor 2 tahun 2002, dan kriteria masukan-masukan dari tokoh-tokoh masyarakat, internal Polri, Purnawirawan Polri, akademisi, LSM dan perwakilan media. Berdasarkan UU tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia pasal 38 ayat (1) huruf b, Kompolnas bertugas memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam pengangkatan dan pemberhentian Kapolri. Di mana Kompolnas juga melihat track record dari para calon.

Selain itu, Poengky juga meyakini kalau nama-nama calon tersebut berdasarkan hasil rapat. Sehingga, ia meyakini, tak ada namanya 'titipan' dalam menentukan calon Kapolri. "Kami independen dan objektif," tegasnya.

Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Donny Gahral Adiansyah mengatakan, belum ada pembicaraan di lingkungan Istana untuk mengusung Komjen Gatot sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis. Sehingga dipastikan belum ada pembicaraan resmi soal nama calon Kapolri lain yang akan dipilih Presiden Jokowi. Kita tunggu saja, ini masih dalam proses," kata Donny kepada wartawan, Rabu pekan lalu.

Sementara itu, Mantan Ketua Kompolnas Adrianus Meliala menyebut tidak menutup kemungkinan pemilihan Kapolri pengganti Idham Azis bakal satu paket dengan Wakapolri. Pelantikan bisa terlaksana jika Presiden mengeluarkan Keppres terkait pemilihan Kapolri dan Wakapolri.

Untuk nama Kapolri nantinya memang perlu persetujuan DPR. Sedangkan untuk nama Wakapolri akan tetap menjadi urusan presiden. Jika skema itu berjalan, anggota Ombudsman tersebut mengatakan, peluang Gatot dan Listyo berduet memimpin Polri tidak menutup kemungkinan akan terjadi. "Berarti jelas Gatot jadi Kapolri," ungkap Adrianus.

Baca Selanjutnya: Paketan Kapolri-Wakapolri Ditentang...

Halaman

(mdk/ang)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami