Pilkada Solo

Mundur Lawan Gibran Demi Urusan Kemanusiaan

Mundur Lawan Gibran Demi Urusan Kemanusiaan
KHAS | 1 Juni 2020 08:57 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Achmad Purnomo mengambil keputusan berat. Mundur dari bursa bakal calon wali kota Solo dirasa pilihan tepat. Bejibun dukungan dari DPC PDIP Solo padahal sudah didapat. Masalah kemanusiaan di tengah wabah pandemi corona dijadikan alasan untuk keluar dari persaingan.

Purnomo tidak mau ambil resiko. Usianya juga semakin senja. Menjabat wakil wali kota di umur 71 tahun, tentu membuatnya harus ekstra hati-hati bekerja. Walau mendapat dukungan penuh dari pengurus ranting hingga tingkat DPC, Purnomo berkukuh tetap mundur.

Alasan utama dikarenakan jadwal Pilkada Serentak diundur hingga 9 Desember 2020. Bagi Purnomo itu waktu yang cukup panjang. Apalagi dirinya bersama Wali Kota Solo FX Rudy sedang berjibaku mengurus masalah pandemi corona.

Purnomo menolak bila langkah mundurnya akibat adanya tekanan dari pengurus pusat PDIP. Sejauh ini alasan paling mendalam dikarenakan masalah kemanusiaan.

"Saya sudah tua, terus terang melihat masyarakat seperti itu enggak sampai hati jika Pilkada dilakukan di tengah mewabahnya Covid-19," kata Purnomo kepada merdeka.com, Sabtu pekan lalu.

Pilkada Serentak yang seharusnya digelar Juli nanti, akhirnya mundur dan akan digelar 9 Desember 2020. Pandemi Covid-19 yang masih melanda berimbas pada teknis pelaksanaan di lapangan.

Untuk di Solo nanti, bakal ada 1.800 TPS. Jumlah tersebut naik dari sebelumnya 1.016 TPS. Langkah itu diharapkan pemilih lebih leluasa menerapkan standar protokol Covid-19. Tidak terjadi kerumunan, bisa jaga jarak dan lainnya. Anggaran pun diperkirakan butuh tambahan Rp10,1 miliar dari angka Rp15 miliar.

1 dari 2 halaman

FX Rudy selaku ketua DPC PDIP Solo mengaku berdiskusi langsung dengan Purnomo. Surat resmi pengunduran juga sudah diterima pada Kamis, 28 Mei 2020. Dari keputusan itu, kemudian akan dibahas dengan para pengurus ranting dan DPC.

Perlunya pembahasan tersebut lantaran Purnomo merupakan pilihan langsung para pengurus pengurus tingkat bawah. Purnomo terpilih dan akan dipasangkan dengan Teguh Prakosa, sekretaris DPC PDIP Solo.

"Beliau kan tidak mencalonkan. Beliau kan dicalonkan dari ranting, anak ranting dan PAC. Saya kan tinggal menerima dan saya kirimkan ke DPP," ungkap Rudy kepada merdeka.com.

Meski menyatakan resmi mundur dari bursa bakal calon wali kota, Purnomo belum sejalan dengan Teguh. Sekretaris DPC PDIP Solo itu masih menunggu keputusan para pengurus partai. Apalagi nasibnya sama seperti Purnomo. Dia tidak mengajukan diri melainkan dipilih langsung PDIP Kota Solo.

Teguh enggan ikut membuat surat pengunduran diri. Sebagai kader partai, dirinya memilih menunggu keputusan rapat resmi partai. Dia enggan berspekulasi tentang masa depan karir politiknya nanti. Pembahasan itu sendiri rencananya akan dilakukan setelah status kejadian luar biasa di Solo telah dicabut.

"Saya ini kan cuma ditugaskan partai. Kalau partai tarik (mandat) ya saya manut," ujar Teguh.

2 dari 2 halaman

Manuver Gibran

PDIP di Kota Solo memang mendominasi. Wilayah itu juga menjadi sorotan lantaran Presiden Joko Widodo berasal dari sana dan pernah menjabat sebagai wali kota. Bukan hanya itu, putra mahkota Jokowi juga belakangan gencar memperkenalkan diri ke masyarakat Solo.

Gibran Rakabuming, putra sulung Jokowi, memang berhasrat ingin meneruskan jabatan yang pernah diemban sang ayah. Karir politik diambil. Dengan status anak presiden, dirinya dirasa memiliki banyak kesempatan untuk meniti karir politik lebih jauh.

Kehadiran Gibran bagi sebagian kader PDIP mengganggu stabilitas politik di Solo. Apalagi sosok pengusaha kuliner itu baru resmi bergabung sebagai kader. Walau baru bergabung, Gibran sudah bertemu langsung dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Kehadiran Gibran bukan sekedar mengganggu kekompakan internal PDIP Solo. Tekanan politik diduga membuat Purnomo dan Teguh harus mengambil keputusan mundur. Tidak menutup kemungkinan hadirnya Gibran bakal menjadi penghalang.

Purnomo menolak bila kehadiran Gibran membuat adanya tekanan politik dari pengurus pusat. Dirinya menegaskan keputusan mundur murni hasil perdebatan batinnya melihat kondisi masyarakat yang kesusahan akibat pandemi corona.

"Perasaan saya itu enggak sampai hati. Seandainya di tengah-tengah pandemi kita melakukan kampanye dan sebagainya yang berkaitan dengan pilkada," ungkap dia.

Menurut Purnomo, keputusan mundur ini membuat PDIP Solo bisa membuka kesempatan siapa saja untuk maju sebagai calon wali kota. Memang sejauh ini belum ada yang mendaftar lewat DPC PDIP Solo.

Terkait nama Gibran, wakil wali kota Solo itu menyebut putra mahkota Jokowi tersebut justru daftar lewat DPD PDIP Jawa Tengah. "Mas Gibran kan lewat DPD Jateng. Tapi mungkin lho ini, saya enggak tahu," ucap dia.

Gibran tidak bisa dihubungi terkait kondisi politik di Solo, termasuk sikapnya terhadap langkah mundur Purnomo. Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu bahkan terus melakukan manuver dan tebar pesona dengan menemui sejumlah pihak di Kota dikenal dengan Kebudayaannya ini.

Tercatat manuver Gibran di tengah pandemi Covid-19 ini seperti menyambangi kalangan Nahdlatul Ulama (NU) Surakarta, pada Jumat 8 Mei lalu. Gibran menyerahkan bantuan 200 paket sembako kepada marbot dan takmir masjid.

Gibran bukan kali pertama bersilaturahmi dengan PCNU. Sebelumnya dia meminta doa restu kepada jajaran PCNU saat pendaftaran bakal calon Wali Kota Solo di DPD PDIP Jawa Tengah akhir Desember tahun lalu. Kunjungan keduanya itu bahkan Gibran didoakan apabila terpilih menjadi Wali Kota Solo menjadi pengayom dan pemersatu umat di Solo.

FX Rudi enggan berpendapat ketika disinggung kehadiran Gibran menjadi salah satu penyebab mundurnya Purnomo. Meski begitu, sebagai ketua DPC PDIP Solo, dirinya menegaskan tak ada penghalang Purnomo dan Teguh bila tetap maju dalam bursa pencalonan.

"Tidak ada penghalang. Karena kondisinya masih pandemi Covid-19," kata Rudy.

DPP PDI Perjuangan sendiri masih belum memutuskan sikap terkait pencalonan wali kota Solo. Meskipun satu bakal calon, Achmad Purnomo mengundurkan diri. Saat ini bakal calon tinggal menyisakan Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka.

Gibran sendiri telah menyatakan terus maju dalam pencalonannya. Namun, pihak DPP masih belum bersikap lantaran surat pengunduran diri belum secara resmi diterima oleh DPP.

Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Wuryanto enggan berandai-andai mengenai nasib pencalonan wali kota Solo. Kendati, saat ini tinggal menyisakan satu bakal calon saja. "Kita tidak perlu mengandai-andai ya," kata Bambang singkat. (mdk/ang)

Baca juga:
Manuver Gibran di Tengah Pandemi
Imbas Covid-19, Anggaran Pilkada Solo Membengkak Rp10,1 Miliar
Tahapan Pilkada Solo Dimulai, KPU Akan Lantik 162 Anggota PPS
Purnomo Mundur dari Pilkada Solo, Teguh Prakosa Tunggu Keputusan PDIP
Mundur dari Pilkada Solo, Purnomo Tegaskan Tak Terima Pinangan Partai Lain

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agar Jiwa Tak Terguncang Karena Corona

5