Polemik Jamu DPR Asal China Buat Pasien Corona

Polemik Jamu DPR Asal China Buat Pasien Corona
KHAS | 11 Mei 2020 07:32 Reporter : Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Kondisi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco sempat memburuk ketika positif corona. Sambil menjalani karantina, konsumsi jamu asal China membantu keadaannya kembali pulih. Nazar pun dilakukan. Dia ingin membagikan 3.000 jamu buat para pasien lain. Lewat Satgas Covid-19 DPR, satu per satu jamu bernama Herbavid-19 itu dibagikan ke banyak rumah sakit.

Bukan cuma Herbavid-19. Ada dua jamu lain dibagikan. Bernama Linhua Qingwen Jiaonang dan Hua Xiang Zheng Qi Kou Fu Ye. Dua jamu itu titipan dari sebuah yayasan buat DPR. Kemudian ikut dibagikan ketika para anggota Satgas Covid-19 DPR membagikan di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.

Kegiatan pembagian jamu dari DPR menjadi pertanyaan besar. Apalagi bungkus disematkan bertuliskan huruf China. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia, Dwi Ranny Pertiwi Zarman, sempat mempertanyakan alasan DPR impor jamu dari China karena melihat kemasan. Itu dilakukan ketika rapat dengar pendapat dengan Satgas Covid-19 DPR pada 27 April lalu.

ketua umum gabungan pengusaha jamu indonesia dwi ranny pertiwi zarman

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia, Dwi Ranny Pertiwi Zarman ©2020 Merdeka.com

"Memang ada tiga produk. Yang dua kapsul. Herbavid sendiri yang cairan. Yang dua itu kan memang jamu impor. Dari awal tidak ada keterangan siapa yang mengimpor," kata Ranny kepada merdeka.com, Kamis pekan lalu.

Belakangan diketahui bahwa dua jamu selain Herbavid-19 merupakan titipan dari. Ranny enggan menjelaskan detil siapa para penyumbang jamu itu. Dia hanya memberi petunjuk mereka berasal dari sebuah yayasan. "Kebetulan sih memang orang-orang China."

Kehebohan itu muncul, kata Ranny, karena kemasan dua jamu itu kental nuansa China. Apalagi ketika para anggota DPR berfoto bersama ketika terima bantuan. Sudah pasti muncul dugaan bahwa DPR impor jamu. Padahal yayasan itu yang mengimpor. Bahkan sampai lima ratus ribu boks jamu. Kemudian memberikan sebagian boks jamu itu ketika di RSD Wisma Atlet.

Dasco mengakui dua jamu selain Herbavid-19, merupakan titipan. Itu diterima ketika Satgas Covid-19 DPR berkunjung ke RSD Wisma Atlet. Memang ketika itu banyak sumbangan diterima. Bahkan Alat Pelindung Diri (APD), alat rapid test, dan masker.

"Obat atau jamu yang difoto itu adalah sumbangan bukan dari Satgas. Kami disumbangkan 10 dus (boks)," kata Dasco kepada merdeka.com. Sumbangan dua merek jamu itu diterima lantaran sudah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)

Linhua Qingwen Jiaonang, dan Hua Xiang Zheng Qi Kou Fu Ye, memang diimpor dari Tiongkok. Dua merek itu telah mendapatkan izin edar BPOM. Jamu justru diperuntukkan untuk gejala sakit diare, masuk angin, kembung, hingga tenggorokan.

ahmad

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad ©2017 dok foto dok ri

Adapun khasiat Herbavid-19, Satgas Covid-19 DPR percaya meningkatkan imunitas.
Sehingga membuat badan lebih bugar setelah mengonsumsi. Jamu ini merupakan racikan dr. William Adi Teja, pemilik Utomo Chinese Medical Center. Sosok ini dikenal sebagai dokter lulusan S3 ilmu kesehatan tradisional di Beijing, China.

Klinik itu berada di Jalan Agung Karya, Sunter, Jakarta Utara. Sampai saat ini kami belum mendapat konfirmasi dari dr William tentang jamu Herbavid-19.

Ranny menyebut bahwa dr William merupakan tabib. Dari cerita dia dapat, kebetulan tempat klinik itu sering dikunjungi Dasco sebelum maupun ketika sakit corona. Saat dinyatakan positif, konsultasi sering dilakukan antar keduanya. Bahkan Dasco mendapat pemantauan khusus dari dr William, sehingga dibuatkan ramuan Herbavid-19 itu.

Dasco tidak menampik mengenal sosok dr William tersebut. Dia sudah beberapa berobat ke sana meski malu-malu mengakui. "Tidak usah ditanya yang begitu-begitu," ujar politikus Partai Gerindra itu.

1 dari 1 halaman

Herbavid19 Belum Terbukti

ketua umum perkumpulan dokter pengembang obat tradisional dan jamu indonesia inggrid tania

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia, Inggrid Tania ©2020 Merdeka.com

DPR dalam pembagian Herbavid-19 dikabarkan memaksa banyak dokter rumah sakit memberikan jamu itu kepada pasien. Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia, Inggrid Tania, mengaku mendengar kabar jamu Herbavid-19 bahkan sudah sampai ke tangan para pasien positif corona.

Tidak semua dokter menuruti permintaan Satgas Covid-19 DPR. Mereka masih khawatir karena belum ada uji klinis tentang jamu tersebut. Apalagi ketika awal diedarkan, jamu Herbavid-19 belum mengantongi izin BPOM.

"Yang saya dengar, sebagian sudah diberikan ke pasien positif covid, karena memang ada instruksi dari satgas DPR," kata Inggrid kepada merdeka.com.

Sepengetahuan Inggrid, Herbavid-19 menggunakan modifikasi resep Yin Qiao San dari China yang memiliki riwayat empirik sepanjang tiga generasi.. Adapun Resep Yin Qiao San komposisi asli adalah Fructus Forsythiae, Flos Lonicerae, Radix Platycodonis, Herba Menthae, Herba Lophatheri, Radix Glycyrrhizae, Herba Schizonepetae, Fermented soybean, Fructus arctii, and Rhizoma Phragmitis.

Resep itu biasa digunakan untuk pasien dengan gangguan pernapasan, dipakai pula untuk pasien SARS beberapa tahun lalu. Kini, kata Inggrid, tengah dicoba untuk pasien corona dengan beberapa modifikasi melalui merek Herbavid-19..

"Herbavid-19 ini formulanya bukan empirik lagi, baru saja dimodifikasi dan dibuat. Artinya juga, belum ada pengalaman dipakai di Tiongkok sana," ungkap Inggrid.

Andre Rosiade, anggota DPR Komisi VI fraksi Partai Gerindra, menegaskan tidak ada paksaan kepada banyak rumah sakit untuk menggunakan Herbavid-19 kepada para pasien. Tujuan awal pembagian ini hanya membantu nazar Sufmi Dasco selaku kolega di partai.

Rencana ada 42 ribu kantong Herbavid-19 bakal dibagikan. Itu dikarenakan Sufmi Dasco berjanji pada diri sendiri membagikan 3.000 kantong per hari selama 14 hari. Semua itu dibagikan gratis.

andre rosiade lapor polisi soal akun instagram diretas

Andre Rosiade ©2019 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Justru Andre menantang Inggrid mengungkap kabar banyak rumah sakit dipaksa mengonsumsi Herbavid-19 dengan alasan instruksi DPR. Sejauh ini, kata Andre, belum mendapat jawaban. Inggrid lebih menutup mulut meski mengaku banyak mendengar rumah sakit diduga dipaksa memakai Herbavid-19.

"Ini kan jadi fitnah yang luar biasa. Mendegradasi kerja-kerja nyata dari Satgas," ungkap Andre kepada merdeka.com.

Sejauh ini sudah banyak klarifikasi dilakukan DPR. Termasuk kepada para pengusaha jamu. Bahkan mereka sudah melakukan pertemuan kembali pada 5 Mei 2020, salah satunya dengan Ranny selaku Ketua Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia.

Dalam pertemuan itu para pengusaha lebih memahami maksud di balik pemberian Herbavid-19 bagi pasien corona. Termasuk berbagai polemik lainnya. "Kami sudah mencoba mengklarifikasi agar kesalahpahaman ini selesai. Tapi kan belum tentu masyarakat percaya," kata Ranny menambahkan. (mdk/ang)

Baca juga:
Cuma Tersedia Bagi 200 Ribu Pasien Covid-19, Siapa Berhak Mendapat Remdesivir?
VIDEO Wawancara Menristek: Jalan Panjang Pencarian Vaksin Corona
Selain Curcumin, Ekstrak Daun Kelor Diklaim Mampu Tangkal Virus Corona
Abaikan Hak Paten, Bangladesh Segera Produksi Obat Covid-19 Remdesivir
WHO Peringatkan Hati-hati Klaim Obat Herbal Bisa Sembuhkan Covid-19
Dua BUMN Farmasi Produksi 3 Jenis Obat untuk Perawatan Pasien Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami