Presiden PKS: Anies atau Prabowo, Pilihan yang Sulit

Presiden PKS: Anies atau Prabowo, Pilihan yang Sulit
Presiden PKS Ahmad Syaikhu. ©2021 Merdeka.com
KHAS | 23 Juni 2021 07:02 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Presiden PKS Ahmad Syakhu membocorkan sejumlah strategi politik partainya dalam persiapan menghadapi Pemilu 2024. Termasuk, sejumlah nama yang masuk dalam radar PKS untuk diusung sebagai calon presiden.

Meskipun, Syaikhu menegaskan, PKS masih mengusahakan kader internal yang maju di 2024. Tapi PKS tidak ngotot. Partainya lebih memilih realistis melihat peluang menang. Salah satu radar utama PKS adalah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Dua pemilu lalu, PKS mendukung Prabowo Subianto. Lalu apabila dalam Pemilu 2024 menghadapkan antara Prabowo dan Anies Baswedan, kemana pilihan PKS?

"Pilihan yang sulit ya, artinya ini masih terlalu dini," kata Syaikhu saat berbincang dengan merdeka.com dalam program Ruang Merdeka di Kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis (17/6).

presiden pks ahmad syaikhu
©2021 Merdeka.com

Berikut wawancara khusus merdeka.com dengan Presiden PKS Ahmad Syaikhu:

PKS kini berganti warna menjadi oranye, apa filosofinya?

Kalau filosofinya kita menghendaki dengan perubahan ini ya. Sebenarnya ini hanya penyegaran, kalau dari sisi yang utamanya, bulan sabit tetap ada, juga padi tetap. Hanya warna oranye, tapi warna dasarnya tetap putih. Sehingga harapannya warna oranye ini bisa lebih fresh. Bukan karena ada sponsorship dari perusahaan tertentu, enggak. Seperti jeruk fresh. Supaya kita bisa lebih dekatlah dengan anak-anak milenial lah.

Artinya, perubahan PKS menjadi oranye untuk menyasar pemilih muda?

Salah satunya begitu. Karena memang kita melihat dari sisi data, bahwa 53 persen pemilih ke depan ini adalah anak-anak generasi Z dan juga milenial. Ini juga jadi satu hal yang kita perhatikan. Mudah-mudahan bagian dari ikhtiar, namanya juga usaha. Mudah-mudahan nanti bisa betul-betul disenangi generasi milenial.

Karakter pemimpin menurut PKS seperti apa?

Ya waktu Rakornas saya sudah ingatkan bagaimana sesungguhnya kepemimpinan ke depan ini, bangsa ini harus punya komitmen untuk membangun bagaimana founding fathers ajarkan kepada kita. Kalau kita melihat Pancasila saya kira ini apa yang menjadi rumusan para founding fathers ini yang harus kita wujudkan. Pertama kepemimpinan yang memang dia punya kedekatan dengan Tuhan Yang Maha Kuasa, Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karenanya, jangan sampai justru kepemimpinan ini mencederai adanya pelecehan, nilai-nilai agama.

Itu yang menjadi kriteria pemimpin bagi PKS di 2024?

Ya ini bukan hanya 2024 saja. Saya kira ini ke depan bangsa ini harus begitu. Karena memang ini menjadi komitmen founding fathers kita. Yang kedua, tentu ada nilai-nilai kemanusiaan. Dalam menetapkan kebijakan misalnya, itu harus mendahulukan keselamatan jiwa manusia daripada wah yang penting kita kejar ekonomi. Nah ini terkait kemanusiaan harus diperhatikan.

Yang ketiga, ini kaitannya dengan sesungguhnya negeri ini juga yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan bahasa, perlu adanya pemersatu. Itulah yang diperlukan pemimpin yang memang mampu mempersatukan seluruh potensi-potensi anak bangsa. Sehingga betul-betul bisa menjadi sebuah kekuatan yang luar bisa. Bukan hanya untuk pendukungnya.

Karena ketika presiden terpilih, ya ini yang tentu semua menjadi rakyatnya. Harus diperhatikan semuanya, dampaknya ketika dia menetapkan nilai-nilai kebijakan berkeadilan. Enggak kemudian, ah ini enggak dukung saya, nanti saja ditolongnya. Saya kira ini harus diperbaiki kalau ada kejadian terjadi hari-hari ini.

presiden pks ahmad syaikhu
©2021 Merdeka.com

Elektabilitas PKS dalam survei terbaru di kisaran 4-7 persen. Apakah PKS sudah memanaskan mesin partai?

Ya kami patut bersyukur ya bahwa sekarang ini lembaga-lembaga survei sudah memberikan nilai yang lebih besar dari yang sebelum-sebelumnya. Sebelumnya 1-3 persen, walaupun hasil akhirnya 2 sampai 3 kali lipat.

Kalau sekarang ini 4-7 persen, mudah-mudahan itu juga bisa nanti ada faktor pengalinya, apakah 2, 3 atau 4. Target minimal 15 persen itu amanah dari munas.

Itu yang kita usahakan bagaimana memanaskan mesin ini sehingga saya melakukan konsolidasi ke berbagai daerah, gunanya tadi supaya mesin PKS ini solid dan kemudian bisa bergerak secara optimal untuk memenangkan 2024.

PKS selalu mengejutkan di akhir pemilu, apa kuncinya?

Itu yang patut kita syukuri. Misalnya di Pemilu 2019, saya kira ini bagian di luar dugaan wah ini mungkin PKS turun, justru ada penambahan sekitar 3 juta suara. Sekarang dari sisi suara, sudah menerobos 2 digit, 11,5 juta.

Soal bursa Capres 2024, PKS bagaimana melihat sosok Anies Baswedan?

PKS sangat dekat dengan Pak Anies, karena memang tadi kita pengusung sejak di DKI ya. Dan hubungan-hubungan Pak Anies dengan PKS juga sedemikian intens.

Artinya setiap kesempatan PKS punya hajat, insya Allah beliau menyempatkan diri untuk hadir. Jadi saya kira kalau kita lihat lembaga-lembaga survei yang melakukan rilis ya, saya kira memang Pak Anies salah satu yg miliki 1,2,3, kisaran sekitar itu. Sangat potensial ini untuk maju di Pilpres 2024.

presiden pks ahmad syaikhu
©2021 Merdeka.com

Anies Baswedan masuk radar PKS?

Loh jelas. Kita sudah sangat dekat dengan beliau. Kita juga sudah mengusung beliau (di Pilkada DKI). Nah tentu ini yang jadi pertimbangan utama.

Lalu bagaimana dengan peluang kader internal?

Kita juga amanah, ini yang saya diamanahi Majelis Syuro sesuai AD/ART, bahwa PKS ini upayakan untuk mengusung kader sendiri. Tentu kita upayakan ini juga terus mengupayakan kader sendiri untuk maju. Mudah-mudahan di Majelis Syuro ke depan dalam waktu dekat bisa memutuskan siapa kader yang kira-kira harus maju tampil.

Presiden PKS harus maju capres tidak?

Haha enggak harus. Siapa (diputuskan) kita terimalah itu. Kemudian, kita coba publish kita sampaikan ke masyarakat, tetapi kita juga sampai pada hal yang realistis ya, bahwa bagaimanapun juga pada pemilu ke depan, kita ingin ada hal yang kita dapatkan menjadi pemenang. Kalau ternyata kader yang kita usung enggak mampu mendongkrak suaranya ya tentu kita harus pertimbangkan.

Perlu penuh perhitungan matang ya?

Perhitungan matang, kalau istilah dalam kami ada patokannya yang berpeluang menangnya itu besar ya. Kalau enggak berpeluang besar menang asal mengajukan saja tentu itu juga bisa menjadi hal yang sayang juga.

Partai sebesar PKS punya tim khusus yang memperhitungkan matang terkait Capres?

Insya Allah karena kami di PKS ada namanya BP3 Badan Pemenangan Pemilu dan Pilkada ini di situ lah digodok namanya proses pemenangan baik di Pilpres maupun Pemilu. Karena kita juga masih punya PR, di DPR RI ini kita masih punya 35 dapil-dapil yang masih kosong.

Sudah dua Pemilu PKS dukung Prabowo, bahkan sampai disebut sahabat segajah, bagaimana 2024?

PKS itu menyadari kondisi sekarang ini perolehan PKS enggak mewah-mewah banget cuma 8,2 persen. Sementara dari sisi aturan perundangan ini ada kaitan dengan Pilpres ini ada persyaratan 20 persen presiden threshold, sehingga enggak mungkin kita maju sediri.

Oleh karena itu, kita berusaha membangun koalisi dengan partai mana yang kira-kira bisa kita bangun untuk kemenangan di 2024.

Memang kalau koalisinya terbangun dua partai atau tiga partai, dengan PDIP, Gerindra dan Golkar itu berdua bisa. PDIP-PKS, Golkar-PKS, Gerindra-PKS. Tapi kalau dengan yang lain bisa tiga partai misalnya PKB-PKS-PPP, Demokrat-PKS-PAN. Nah ini harus dengan tiga partai, enggak cukup.

Jadi itu yang sedang dilakukan Presiden PKS dan kader-kadernya dengan safari politik ke parpol lain?

Safari kebangsaan. Karena pertama memang tentu saya sebagai presiden baru di PKS perlu memperkenalkan seluruh jajaran pengurus, itulah yang coba kita kenalkan. Sehingga dengan saling mengenal itu enggak ada ganjalan, enggak ada keraguan, canggung ya. Enak bicara dalam masalah koalisi dan sebagainya.

Sekjen PDIP bilang kami sulit berkoalisi dengan PKS. Apa tanggapan Presiden PKS?

Artinya itulah pilihan-pilihan politik, enggak masalah saya juga menghormati pilihan politik seperti itu, kita juga enggak akan memaksakan, kalau itu pilihan politik PDIP ya tertutup bagi PKS, ya PKS mencari yang lain.

presiden pks ahmad syaikhu
©2021 Merdeka.com

Padahal baru bertemu antar Sekjen PDIP-PKS kemarin?

Ya sowan artinya kan tadi, dalam politik ini hal yang biasalah, namanya sowan kan kita saling berkomunikasi, tapi pilihan politik enggak bisa dipaksakan. Termasuk tadi dengan Pak Prabowo walaupun misalnya segajah, sekutu, tapi pilihan politiknya berbeda, ya silakan kita sangat hormat.

Misalnya ketika beliau menentukan masuk ke dalam koalisi silakan masuk koalisi. PKS tetap di dalam oposisi mengkritisi pemerintah walaupun semuanya tidak dijelek-jelekan. Kita kritisi kebijakan sepanjang positif, kita support misalnya kebijakan luar negeri terkait Palestina kita support bahkan kita ingin perkuat. Tapi kalau kebijakan itu justru menyengsarakan rakyat, misalnya kemarin ada upaya mempajaki sembako, situasi lagi pandemi begini saya kira enggak layak, ini lagi kita kritisi di dewan

Jagoan PKS di DPR atau DPRD bagaimana dalam menyerap aspirasi rakyat?

Alhamdulillah kader-kader dewan di PKS mampu menyuarakan sesuai dengan harapan. Artinya apa yang menjadi concern di tengah masyarakat disuarakan betul oleh anggota anggota dewan.

Termasuk membangun koalisi di Pemilu 2024, melibatkan anggota DPR dari PKS?

Termasuk membangun koalisi

Andai di Pemilu 2024 hanya ada dua calon Anies dan Prabowo, kira-kira PKS dukung siapa?

Pilihan yang sulit ya, artinya ini masih terlalu dini. Ya namanya mengandai andai, kita juga andai-andainya ini masih terlalu awal, terlalu dini.

Bagi PKS begini siapapun itu sangat bisa untuk di-support, yang penting kami ketika memutuskan siapa yang akan di-support ini bukan hasil presiden (PKS) sendirian, tapi kita justru melakukan istiqoroh, konsultasi kepada lembaga Majelis Syuro. Majelis Syuro yang memutuskan dalam musyawarah siapa yang akan diusung. Bagi PKS siapapun yang menjadi keputusan Majelis Syuro pasti akan di-support secara all out.

Keputusan Majelis Syuro pasti akan didukung penuh sampai kader di paling bawah?

Iya siapapun itu. Jadi pilihan-pilihan yang sulit seperti tadi pun akan sangat mungkin kepada siapa kita tentukan pilihan ya. Kita tunggu saja keputusan Majelis Syuronya bagaimana.

Siapa partai politik yang PKS anggap paling intens dalam komunikasi?

Memang belum ada yang intens. Seluruhnya baru satu kali putaran kita melakukan komunikasi. Justru harapannya nanti pada kesempatan ke depan ini kita akan coba pertajam secara intens. Kajian mana, dengan partai mana, kita akan lebih pertajam.

Sehingga betul-betul menjadi koalisi yang bisa memenangkan di 2024, Insya Allah itu kita akan terus melalui teman-teman di dewan maupun di DPP kita bergerak bersama.(mdk/rnd)

Baca juga:
Airlangga: Golkar Sudah Punya 'Tiket' untuk Capres 2024
Ketua DPRD DKI Ingatkan Anies Fokus Tangani Covid-19 di Jakarta
NasDem 'Tutup Pintu' Amandemen UUD 1945, Termasuk Wacana Presiden 3 Periode
NasDem: Tak Ada 'Tukar Guling' Wacana Presiden 3 Periode dengan Masa Jabatan DPR
PAN: Wacana Jokowi 3 Periode Harus Dihentikan, Bisa Bikin Gaduh
Ganjar Soal Relawan Beri Dukungan Jadi Capres: Rasah Diurusi, Ngurusi Corona Saja

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami