Q&A: Membedah Kucuran Dana Rp30 Triliun ke Bank Pelat Merah

Q&A: Membedah Kucuran Dana Rp30 Triliun ke Bank Pelat Merah
KHAS | 8 Juli 2020 09:06 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Pandemi virus corona membuat perekonomian nasional terpuruk. Pemerintah mengeluarkan kebijakan pemberian keringanan atau restrukturisasi kredit bagi pengusaha maupun UMKM di bank. Untuk membantu perbankan memberikan keringanan kredit bagi pengusaha dan UMKM, pemerintah mengucurkan semacam dana talangan atau pinjaman Rp30 triliun.

Apa tujuan pemerintah beri dana pinjaman ke bank?

Pemerintah mengklaim dana pinjaman diberikan agar perbankan bisa memberi keringanan kredit bagi pengusaha dan UMKM. Dengan dana pinjaman ini, pemerintah berharap bank bisa memberikan keringanan berupa penurunan suku bunga, pengurangan tunggakan bunga, perpanjangan jangka waktu pembayaran.

Dasar hukumnya adalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70/2020 tentang Penempatan Uang Negara pada Bank Umum Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dasar hukum lainnya yakni UU Perbendaharaan Negara Nomor 1 tahun 2004, UU Nomor 2 tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah Nomor 39 tahun 2007 tentang pengelolaan uang negara.

Dengan dana ini, masyarakat tak harus bayar kredit?

Dana pinjaman ini diberikan agar bank bisa memberikan keringanan kredit. Masyarakat tetap harus membayar pinjaman ke bank. Namun ada keringanan. Bisa berupa penurunan suku bunga, pengurangan tunggakan bunga, hingga perpanjangan jangka waktu pembayaran.

Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), Sunarso mengatakan, masih ada kesalahpahaman di masyarakat mengenai penempatan dana pemerintah Rp30 triliun di perbankan. Dana dari pemerintah ini dianggap bantuan agar nasabah tidak perlu membayar kredit dalam jangka waktu tertentu. Seperti disampaikannya Sabtu (27/6).

berada di zona hijau

Baca Selanjutnya: Bank apa saja yang diberi...

Halaman

(mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami