Reshuffle Kabinet Demi Perbaiki Citra Partai

Reshuffle Kabinet Demi Perbaiki Citra Partai
Jokowi umumkan menteri baru. ©2020 Biro Pers Sekretariat Presiden
KHAS | 28 Desember 2020 11:06 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Enam menteri baru resmi dilantik Presiden Joko Widodo, Selasa pekan lalu. Dua nama mengagetkan publik. Tri Rismaharini dan Sandiaga Uno. Mereka masuk ke dalam kabinet dinilai memiliki misi khusus. Salah satunya memperbaiki citra partai.

Sandiaga dikenal sebagai elit Partai Gerindra dan diberi kesempatan mengisi Menparekraf. Begitu juga Risma, yang masih duduk di posisi Ketua DPP PDIP. Kedua nama ini memang memiliki reputasi baik di tengah masyarakat. Sandiaga berpengalaman sebagai wakil gubernur DKI. Sedangkan Risma bahkan masih duduk sebagai wali kota Surabaya ketika dilantik menteri sosial.

Sosok Risma menggantikan Juliari Peter Batubara, teman satu partai yang dicokok KPK lantaran diduga terlibat korupsi Bansos. Sandiaga awalanya digadang-gadang mengisi kursi kosong menteri kelautan dan perikanan. Mengganti posisi Edhy Prabowo yang juga diamankan lembaga antirasuah terkait dugaan kasus suap ekspor benih lobster. Tetapi, Presiden Jokowi justru memintanya menggantikan posisi Wishnutama.

"Risma dan Sandiaga Uno itu dari segi publik mereka orang yang populer kemungkinan akan mendapat dukungan dan persepsi positif publik dan itu penting bagi kabinet secara umum," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan, pekan lalu.

Masuknya nama Sandiaga bukan hanya sekedar memperbaiki citra Partai Gerindra. Keputusan ini membuat semakin terang bahwa ke depan PDIP dan Gerindra bakal semakin mesra. Keharmonisan ini terlihat dan dirasakan usai Pilpres 2019 lalu. Di mana saat Prabowo Subianto menjadi Menhan.

Bahkan, keharmonisan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah mencair sejak Ketua Umum Gerindra menikmati nasi goreng buatan Megawati. Nasi goreng buatan Megawati bikin Prabowo ketagihan. Nasi goreng itu disebut sebagai 'Diplomasi Nasi Goreng'.

Keharmonisan antara PDIP dan Gerindra diprediksi tetap berlangsung hingga 2024 akan datang. "Karena Pak Sandi memang berusaha mencari panggung buat 2024," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Kedaikopi Kunto Adi Wibowo.

Baca Selanjutnya: Dengan masuknya nama Sandi di...

Halaman

(mdk/ang)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami