Reshuffle Tiba, Giliran Siapa?

Reshuffle Tiba, Giliran Siapa?
Jokowi Pimpin Rapat Kabinet Paripurna Perdana di Istana. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar
KHAS | 22 November 2021 06:03 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Para ajudan dan stafnya mengawal ketat sore itu. Rabu 17 November 2021, di Istana Kepresidenan, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi tak berkenan diwawancarai wartawan. Budi hendak menghadiri rapat paripurna kabinet yang dipimpin langsung Presiden Jokowi.

Memakai topi dan bermasker, Budi berjalan menunduk. Tak menoleh meski dipanggil. Dua pengawalnya membentangkan tangan. Wartawan tak diperkenankan mendekat. Sejak dinyatakan sembuh dari Covid-19 pada 14 Maret 2020 lalu, kesehatan Budi tak pulih sepenuhnya.

"Bapak buru-buru," kata pengawalnya.

Rapat paripurna dimulai Pukul 15.15 WIB. Namun Budi sudah tiba 14.45 WIB. Hanya dia menteri yang dijaga ketat. Lainnya, masih menyapa dan bersenda gurau dengan media yang hendak mewawancarai.

Dua pejabat Istana Presiden mengakui, Budi salah satu menteri yang bakal diganti dalam reshuffle yang dijadwalkan pekan ini. Alasannya bukan karena kinerja. Tapi kondisi kesehatan yang terus menurun.

Pejabat pemerintah ini membocorkan, Jokowi berencana merombak kabinet pekan ini. Dua kandidat pengganti Budi di antaranya mantan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto dan Ketum PAN Zulkifli Hasan. Jokowi belum menentukan siapa bakal dipilih.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menutup rapat-rapat kabar reshuffle pekan ini. Termasuk kabar Menhub Budi Karya mengundurkan diri karena kondisi kesehatan. "Nanti aku jawab pada saatnya," kata Pramono.

Staf Ahli Menteri Perhubungan Adita Irawati menegaskan, sampai saat ini, Budi Karya masih melakukan kegiatannya sebagai menteri. Dia enggan berspekulasi soal kabar reshuffle.

Budi Karya sempat dirawat di RSPAD Gatot Soebroto hampir satu bulan ketika terinfeksi Covid-19. Bahkan, alat bantu pernapasan juga dipasang. Budi punya penyakit asma. Hal ini yang menambah parah pria kelahiran Palembang, 18 Desember 1956 itu.

budi karya sumadi
©2021 Merdeka.com/istimewa

Sekjen PAN Eddy Soeparno mengaku tak tahu akan ada reshuffle pekan ini. Termasuk nama Ketum PAN Zulkifli Hasan jadi kandidat Menteri Perhubungan pengganti Budi Karya.

Sementara Hadi Tjahjanto, usai meninggalkan jabatan nomor satu di TNI, dia mengaku ingin pulang kampung. "Setelah pensiun saya istirahat di rumah, momong cucu saya yang ada di Malang," kata Hadi di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (18/11).

Seorang pejabat di lingkaran Presiden Jokowi mengatakan, bukan hanya Budi Karya yang bakal diganti. Posisi Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo juga tengah disorot presiden. Bahkan menurut dua pejabat Istana, NasDem telah menyodorkan nama Prananda Paloh, anak Ketum NasDem Surya Paloh sebagai gantinya.

Sekjen NasDem, Jhonny G Plate membantah partainya menyodorkan nama Prananda untuk mengganti Syahrul. Bahkan, saat dikonfirmasi, nada suara Jhonny meninggi. "Kamu Presiden bukan? Ya sudah, kalau itu tanya Presiden," kata Jhonny di Gedung DPR.

Pranda sendiri merasa heran soal isu namanya masuk menggantikan Syahrul Yasin Limpo sebagai Menteri Pertanian. Menurut dia, NasDem tidak dalam posisi menyodorkan nama menteri. Tapi, dia mengaku siap jika diminta menjadi menteri kabinet.

"Mungkin ke depan siap untuk dimana pun ditempatkan," kata Prananda saat dikonfirmasi merdeka.com.

Syahrul Yasin Limpo mengaku belum mendengar ada reshuffle pekan ini. Termasuk soal kabar dirinya yang bakal diganti oleh Prananda Paloh. Hanya saja, dia menekankan, NasDem tidak pernah mengajukan nama Prananda.

"Enggak tahu saya. Enggak ada ajukan-ajukan itu," jelas Syahrul di Istana.

Nama Syahrul Yasin Limpo sepekan belakangan memang disorot. Gara-gara, para pejabat Kementerian Pertanian (Kementan) menggunakan seragam loreng bercorak mirip NasDem. Hal ini membuat para politikus Senayan dan parpol marah. Syahrul dituding tak mampu menjaga netralitas ASN di Kementan.

Belakangan, pejabat Kementan meminta maaf. Pengenaan seragam tersebut dinilai hanya untuk menghormati NasDem saat menghadiri HUT partai saat itu. NasDem juga menegaskan, seragam yang dipakai Kementan tak ada kaitannya dengan partai.

mentan syahrul yasin limpo
©2021 Merdeka.com

Seorang Anggota DPR dari NasDem mengatakan, biasanya jika ada kode dari Presiden Jokowi untuk reshuffle, maka para pejabat di internal akan menggelar rapat. Dalam rapat itu akan dibahas soal nama. Namun menurut dia, sampai saat ini, kode tersebut belum ada.

Menurut dia, Prananda Paloh saat awal Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf menolak masuk kabinet. Padahal saat itu, Jokowi ingin ada menteri dari kalangan milenial. “Yang dipikirkan Prananda saat ini bagaimana membangun partai,” kata sumber itu.

Sumber lain, politikus parpol pemerintah mengakui, bakal ada reshuffle untuk mengakomodir PAN di dalam kabinet. Menurut dia, ada tiga kursi yang disiapkan Presiden Jokowi untuk PAN. Satu menteri dan dua wakil menteri.

Tiga nama tersebut yakni Asman Abnur, Eddy Soeparno dan Zulkifli Hasan. Sementara untuk jabatannya yakni Menteri Perhubungan, Wakil Menteri ESDM dan wamen yang diisi oleh non parpol.

"Eddy masuk Wamen ESDM," bisiknya.

Politikus PAN, Pangeran Khairul Saleh tak membantah atau membenarkan kabar itu. Namun menurut dia, jika benar ada reshuffle untuk mengakomodir PAN, dia mengaku sangat senang.

"Tapi kalau ditunjuk kita sangat senang sama Pak Jokowi," katanya.

Waktu pasti reshuffle hanya Presiden Jokowi yang tahu. Seorang pejabat Istana mengatakan, rencana awal, pekan ini bakal ada reshuffle. Namun, dinamika sangat tinggi. Bisa jadi, reshuffle akan diundur hingga Desember. Karena parpol koalisi ramai-ramai mengajukan nama untuk ikut masuk perombakan kabinet. Hal ini yang membuat Presiden Jokowi perlu pertimbangan lebih matang lagi.

"Para parpol menyodorkan nama untuk masuk (kabinet)," kata sumber ini.

Puzzle Reshuffle

Nama Mahfud MD menjadi salah satu yang hangat diperbincangkan dalam rencana reshuffle kabinet. Bahkan, Mahfud MD disebut akan diplot menjadi Ketua Mahkamah Agung (MA). Posisi Menko Polhukam dijabat Budi Gunawan (BG).

"Tapi Pak Mahfud menolak," kata sumber di lingkaran Jokowi.

Sumber ini menyebutkan, Kasal Laksamana Yudo Margono juga sempat ditawarkan oleh Jokowi untuk menjadi wakil panglima. Setelah batal menjadi Panglima TNI, karena Jokowi lebih memilih Jenderal Andika Perkasa.

Sumber di Istana mengatakan, "Yudo menolak," katanya.

Sementara Yudo, saat dikonfirmasi perihal tawaran jabatan Wakil Panglima TNI, dia memilih menolak komentar. Dia justru mempertanyakan sumber tersebut. "Sopo sing ngomong?" ujar Yudo di Istana.

Untuk jabatan KSP, sumber ini menambahkan, Moeldoko akan tetap menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Kinerja Mendikbud Ristek Nadiem Makarim salah satu yang disorot Jokowi. Bahkan Nadiem pernah dipanggil Jokowi ke Istana.

Sumber yang tahu pertemuan itu menyebutkan, Nadiem ditegur oleh Jokowi. Khususnya soal kebijakan coba-coba Nadiem. Jokowi tak ingin, Nadiem membuat kebijakan coba-coba untuk anak sekolah. Setelah teguran itu, Nadiem pun gencar mengunjungi para guru dan hingga bermalam di daerah.

Namun untuk mengganti Nadiem, Jokowi belum memutuskan.

Guru Besar Politik Universitas Padjadjaran (Unpad), Muradi mengatakan, reshuffle kabinet menjadi kebutuhan Presiden Jokowi saat ini.

Setidaknya, ada tiga alasan. Pertama untuk mengakomodir PAN sebagai pendukung baru di pemerintahan. Kedua demi melakukan percepatan kinerja yang beberapa menteri dianggap tidak terlalu bisa mengikuti irama presiden. Ketiga menyangkut komunikasi dan kerja sama.

Muradi menilai, Jokowi butuh melakukan beberapa penyegaran di kabinet. Satu contoh yakni posisi KSP. Moeldoko yang sempat berkonflik dengan Partai Demokrat, Muradi menilai, hal itu mengganggu kerja presiden. "Itu kan mengganggu ya," katanya.

Kemudian, dia menyoroti kinerja Menko PMK Muhadjir Effendy. Tapi, menurut dia, Muhadjir bisa diisi lagi oleh kader Muhammadiyah.

Selanjutnya, Menhub Budi Karya yang kini sedang sakit. Menurut Muradi juga akan diganti oleh Presiden Jokowi. "Kan sudah lama sakit ya," ujar dia.

Terakhir, katanya, yang juga perlu dievaluasi soal posisi Menko Polhukam Mahfud MD. Dia menilai, Mahfud dianggap tidak cukup menjadi 'orangnya presiden'. Sebab, karakter Mahfud masih seperti seorang akademik.

"Belum bisa mengakomodir banyak pihak," katanya.

Muradi juga mendengar kabar Hadi Tjahjanto bakal diakomodir masuk kabinet. Kata Muradi, Hadi Tjahjanto salah satu alasan kenapa ada reshuffle nantinya. Posisi Hadi di kabinet cocok untuk banyak opsi. Dia memprediksi, Hadi bisa menjadi Kepala KSP, Menko Polhukam, atau menjadi Menteri Perhubungan.

"Kalau misalnya Pak Jokowi ingin tetap dalam irama yang sama, maka saran saya Pak Hadi menjadi Kepala KSP, atau Menko Polhukam menggantikan Pak Mahfud," jelas dia.

Tim Penulis: Intan Umbari Prihatin, Genantan Kesuma, Wilfridus Setu Embu, Ahda Bayhaqi, Randy F Firdaus (mdk/rnd)

Baca juga:
Seskab Soal Reshuffle: Nanti Aku Jawab pada Saatnya
Soal Reshuffle Kabinet, PPP Tak Punya Posisi Mendorong atau Menolak
Jokowi Soal Reshuffle: Belum, Besok Pelantikan Panglima
Tjahjo Soal Reshuffle: Sebagai Pembantu Presiden Kita 'TNI', Taat Nurut Instruksi
Presiden Jokowi: Belum Terpikir Reshuffle
Jokowi Soal Reshuffle: Belum Berpikir ke Arah Sana


Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami