Seteru Konco Lawas PDIP

Seteru Konco Lawas PDIP
Megawati Terima Lukisan dari Ganjar Pranowo. ©2021 Merdeka.com
KHAS | 8 Juni 2021 10:04 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Gejolak kemarahan Bambang Pacul Wuryanto terus bergolak. Gerak-gerik teman lamanya di media sosial terus disorot. Sosok dimaksud adalah Ganjar Pranowo. Bukan tanpa alasan ketua badan pemenangan Pemilu PDIP itu merasa kesal. Kabar keinginan Ganjar untuk maju di Pilpres 2024 menjadi salah satu pemicunya.

Kemarahan Bambang Pacul akhirnya memuncak. Konsolidasi internal PDIP di Jawa Tengah menjadi momentum. Ganjar tidak dikirimi undangan. Loyalis Puan Maharani itu merasa perlu ada peringatan keras bagi kader yang dirasa tidak solid.

"Kalau orang yang belum berbaris harus saya solidkan," ujar Bambang Pacul saat konsolidasi kader PDIP pada Sabtu, 22 Mei 2021 lalu.

Perseteruan antara Ganjar dan Bambang Pacul disadari para kader lain. Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPC PDIP Boyolali, Seno Samodro, melihat kisruh melibatkan dua koleganya itu sebagai bumbu politik. Dia meyakini konflik keduanya akan reda.

Bambang dan Ganjar bukan baru saling kenal. Relasi yang dibangun keduanya sudah terjalin sejak masa muda. Keduanya lulusan satu kampus dan pernah bareng di organisasi kepemudaan "Sama-sama alumni UGM. Satu geng GMNI," ujar Seno kepada merdeka.com, Minggu lalu.

Keakraban keduanya belakangan sedang luntur. Bambang Pacul merasa memiliki peran atas kemenangan Ganjar dalam dua Pilgub di Jawa Tengah. Ada jasa besar Puan Maharani juga di sana sebagai panglima tempur. Salah satunya meningkatkan elektabilitas Ganjar di Pilgub 2013 silam.

Perjuangan itu berlanjut. Pertarungan Ganjar untuk periode kedua kembali membuat Bambang Pacul bekerja keras. Memang sempat terjadi penundaan rekomendasi dari Ketua Umum PDIP Megawati. Apalagi Ganjar dikabarkan terseret kasus korupsi e-KTP. Opsi nama lain sempat dicari. Meskipun pada akhirnya nama Ganjar akhirnya kembali ditunjuk.

Ketua DPC PDIP Solo, FX Rudy, menyadari adanya hubungan renggang di antara dua juniornya di partai. Dia enggan menjelaskan detil. Termasuk kabar akar permasalahan terkait rebutan jatah capres antara Puan dan Ganjar. "Ada hal-hal yang mungkin tidak bisa dilakukan beliau berdua," ujar dia.

Selama ini Ganjar dan Bambang Pacul dikenal kader PDIP terbaik. Banyak prestasi mereka raih. Khususnya Ganjar yang sedang menjalani periode kedua di Jawa Tengah. Harus diakui, kata Rudy, bahwa selama menjabat wali kota Solo kerap mengalami hambatan. Terutama terkait anggaran.

Kondisi tersebut memang sering membuat ketegangan. Apalagi banyak kepala daerah di Jawa Tengah merupakan kader PDIP. Meski begitu, gubernur mempunyai skala prioritas. Sebab ada beberapa indikator yang dinilai. Di antaranya luas wilayah, tingkat pengangguran, kemiskinan hingga masalah lingkungan kumuh.

"Jika tidak disukai oleh pimpinan daerah, itu pun karena masalah penganggaran," kata Rudy menceritakan pengalamannya selama memimpin Solo.

Di mata Bambang Pacul, sosok Ganjar sudah sangat kelewatan. Ambisi besar menjadi seorang calon presiden makin dirasa menggebu-gebu. Memiliki 3,4 juta pengikut di Instagram dan elektabilitas tinggi di berbagai lembaga survei, menjadikan sikap Ganjar berubah.

Beragam informasi keinginan Ganjar untuk maju di Pilpres 2024 kerap didengar. Bahkan muncul beragam kelompok pendukung Ganjar. Ditambah beberapa hasil survei menunjukkan nama gubernur Jawa Tengah itu selalu masuk dalam tiga besar calon presiden. Bersanding dengan Anies Baswedan dan Prabowo Subianto. Sedangkan elektabilitas Puan Maharani berbanding jauh dengan sosok yang pernah dibantunya tersebut.

Hasil berbagai lembaga survei menunjukkan hasil elektabilitas Ganjar di atas Puan. Survei LSI pada Januari 2021, menyebut elektabilitas Ganjar Pranowo mencapai 10,6 persen. Sedangkan Puan Maharani hanya 0,1 persen. Survei SMRC selama Februari-Maret 2021, menunjukkan elektabilitas Ganjar mencapai 13,2 persen sedangkan Puan Maharani 5,7 persen.

Termasuk dalam Survei Indikator pada Maret 2021. Hasil Ganjar masih menang telak dari Puan Mahari. Ganjar mendapat 13,7 persen, sedangkan Puan Maharani hanya 1,1 persen. Data Survei Charta Politika Indonesia pada April 2021, hampir sama. Ganjar dapat 16 persen, sedangkan Puan Maharani cuma1,2 persen.

Seteru Dua Kubu di Kandang Banteng

Konflik Ganjar dan Bambang Pacul sampai di telinga Megawati. Kabarnya membuat sang ketua umum meradang. Secara bergantian mereka dipanggil menghadap ke Jalan Teuku Umar, Menteng. Ganjar yang pertama kali datang. Sambil membawa buah tangan sebuah lukisan.

Pertemuan mereka berakhir dengan ceria. Keduanya sempat melakukan swafoto sambil menunjukkan sebuah lukisan.

Selang sehari, Bambang Pacul dan Puan diminta menghadap. Hadir pula Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di sana. Empat pasang mata bertemu di atas meja. Di akhir pekan, perbincangan mereka sangat serius.

Tercium aroma kemarahan Megawati di sana. Suasana tegang semakin terasa. Tiga tamu spesial itu hanya tertunduk. Sambil mendengar titah sang tuan rumah. Ketiganya sedang disidang.

Pemicu kemarahan Megawati disebabkan kisruh dua kader elit PDIP. Bambang Pacul dan Ganjar Pranowo. Gaung pecah kongsi keduanya begitu santer. Khawatir menimbulkan gejolak lebih besar di antara kader. Polemik ini ingin segera diredam.

"Bu Mega minta mereka kerja saja dan tidak ribut," ujar sumber merdeka.com dari internal PDIP. Pernyataan Megawati ini membuat terang masalah. Sekaligus menegaskan adanya keributan dua kadernya di Jawa Tengah sebagai kandang Banteng.

Hasto mengakui adanya pertemuan di rumah Megawati. Sekretaris Jenderal PDIP ini menyebut pertemuan pada Minggu, 23 Mei 2021, hanya rapat biasa. Tidak ada arahan khusus dari Megawati terkait kabar keributan antara Bambang Pacul dan Ganjar.

Pertemuan di rumah Megawati hanya rapat biasa. Utamanya tentang urusan kepartaian. Semua pembahasan didiskusikan dengan sang ketua umum. "Kita rapat partai kan sering," kata Hasto saat di Yogyakarta, Sabtu pekan lalu.

Pertemuan di rumah Megawati juga diakui politikus PDIP Junimart Girsang. Dia menyebut di atas meja itu biasanya ada sesuatu yang dibahas spesifik. Tema yang dibahas pun bukan untuk dikonsumsi secara luas. Masalah utamanya masih seputar kisruh PDIP.

"Super spesifik. Kalau sudah begitu, tentu ada hal-hal yang didiskusikan, yang tidak menjadi konsumsi oleh siapapun," ujar wakil ketua komisi II DPR itu.

Harapan Besar Buat Ganjar

Megawati Soekarnoputri memerintahkan para petugas partai untuk patuh. Mereka harus menjalankan apa yang ditugaskan partai. Selama ini laporan diterima, ada banyak petugas partai enggan turun ke lapangan.

Sindiran Megawati sempat dikira menyasar Ganjar. Apalagi sebelumnya Puan Maharani, putri Megawati, ini sempat menyinggung tentang pemimpin yang lebih aktif di media sosial dibanding di lapangan. Isu itu segera dibantah para kader.

Ucapan Megawati dirasa sebagai pecut bagi kader PDIP untuk terus bergerak. Bekerja dan membantu rakyat. Walaupun harus disadari ada gonjang-ganjing terjadi di internal partai. Khususnya antara Puan dan Ganjar untuk Pilpres 2024.

Seorang kader senior PDIP di Jawa Tengah, meyakini bahwa Megawati akan memilih Ganjar sebagai capres. Rekomendasi itu bakal turun. Jejak prestasi gubernur Jawa Tengah itu memang sudah lama disorot. "Saya yakin Mega tetap pilih Ganjar," ungkap kader senior tersebut.

Memang Megawati belum pernah mengungkapkan secara spesifik siapa kader terbaik PDIP untuk menggantikan Joko Widodo sebagai presiden selanjutnya. Beragam polemik namun sudah muncul di permukaan.

Ganjar menepis tudingan Bambang Pacul soal ambisi mencalonkan diri sebagai calon presiden. "Yang mau maju Pilpres itu siapa?" jawab Ganjar singkat.

Sedangkan kubu Puan, sosok Bambang Pacul seakan menjadi motor penggerak. Suara rekaman dirinya bahkan beredar luas. Bambang menegaskan bahwa Puan sangat layak menjadi pemimpin meski hanya wakil presiden. Bahkan sosok ketua DPR itu pantas disandingkan dengan siapa saja.

Secara pengalaman, Puan dirasa lebih mumpuni. Jabatan elit sudah pernah dijalani. Mulai dari sebagai menteri koordinator hingga duduk di pucuk pimpinan DPR.

"Semua lorong kekuasaan istana pernah. Semua lorong di senayan pernah. Kurang apa? Kekuasaan di Republik itu hanya di dua titik," ungkapnya dalam rekaman itu.

Sekjen PDIP Hasto menegaskan bahwa rekomendasi capres hak prerogatif ketua umum. Siapa saja bisa ditunjuk. Untuk itu semua kader diminta tidak berpolemik tentang masalah ini. "Kita percaya bahwa urusan dengan pimpinan nasional selalu ada campur tangan dari Tuhan Yang Maha Esa," kata Hasto.

FX Rudy mengamini pernyataan Hasto. Bagi dia, sebagai kader partai akan menuruti titah dari ketua umum. Keputusan ini sesuai dengan Kongres PDIP ke-5 di Bali.

Dalam keputusan itu ditegaskan bahwa hak prerogatif ketua umum PDIP dalam memutuskan apapun demi kesatuan dan persatuan dan kepentingan bangsa dan negara. "Kami tegak lurus sesuai keputusan ketua umum," kata Rudy menegaskan. (mdk/ang)

Baca juga:
Survei indEX Research: Prabowo, Ganjar dan Emil Makin Kokoh di Bursa Capres 2024
Puan Maharani: Saya Tak Pernah Bisiki Megawati Untuk Urusan Partai
DPR Pastikan Pencoblosan Pemilu 2024 Tak Bertepatan dengan Hari Raya Galungan
Golkar Masih Kaji Calon Pasangan Airlangga: Yang Lain Juga Belum Punya
Puan Maharani: Kalau Bu Mega Sudah Putuskan, Saya Ikut
Demokrat: Pertemuan AHY dan Ridwan Kamil Tak Terkait Pilpres

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami