Tak cuma untuk bela diri, Tai Chi penting untuk kesehatan sendi

KHAS | 17 November 2015 11:07 Reporter : Anwar Khumaini

Merdeka.com - Osteoarthritis (OA) atau lebih dikenal dengan nyeri sendi, adalah sebuah penyakit dimana

penderita merasakan nyeri dan disabilitas hingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penyebabnya adalah penipisan sekat sendi, yaitu jaringan elastis/tulang rawan pelapis ujung tulang persendian. Meskipun osteoarthritis dapat menyerang semua sendi yang ada pada manusia, namun bagian lutut manusia adalah yang paling rentan terkena OA.

Beberapa latihan fisik yang dapat dilakukan adalah dengan berenang, berjalan dengan kecepatan biasa, dan bersepeda. Namun penelitian terbaru dari Universitas British Columbia di Kanada, menemukan bahwa taichi dapat membantu penderita OA. Tai Chi adalah olah raga tradisional China dengan gerakan lambat, pernafasan yang dalam, dan pemusatan pikiran dengan unsur meditasi.

Gerakan yang lembut, gemulai, tenang, lambat dan beraturan dari Tai Chi akan memberikan dampak emosi yang tenang kepada para pelakunya. Selain itu gerakan yang tidak menghentak hentak juga kami yakini dapat menjadikan Tai Chi menjadi pilihan olahraga yang baik bagi para orang tua. Ditambah lagi saat ini Tai Chi menjadi salah satu olahraga yang direkomendasikan bagi lansia oleh Arthtritis Foundation, demikian kata Martin Rizal Soeprapto, founder perguruan Tai Chi Energi Alam Semesta.

Menurut Martin, gerakan Tai Chi berpusat di pinggang, dan dialirkan ke seluruh tubuh. Semua gerakan berporos pada pinggang, karena itu senam Tai Chi dapat membuat otot-otot perut kuat dan pinggang menjadi lentur. Lokasi berlatih Tai Chi tidak perlu luas ruang ukuran 3 X 4 m pun bisa sekali latihan cukup 7- 8 menit bahkan latihan 30 menit sama manfaatnya dengan main golf tiga jam.

Berikut wawancara lengkap merdeka.com dengan Martin Rizal Soeprapto:

Tai Chi seperti apa definisinya?

Tai Chi pada dasarnya bela diri, tapi yang banyak dikenal ke kita, Tai Chi itu senam buat kakek-kakek, nenek-nenek. Intinya dasar pengajaran Tai Chi itu kembali ke natural. Semua fungsi tubuh kita dikembakikan bagaimana dia didesain. Bagaimana lutut fungsinya, bahu bagaimana. Biasanya kita nggak sadar sehari-hari sibuk entah kenapa kita sedikit-sedikit ngeluarin otot. Kita nggak memfungsikan optimal tubuh kita. Intinya Tai Chi dalam bela diri asalnya bagaimana kemampuan kita kembalikan tenaga lawan dengan optimal.

Cara mengembalikan tenaga lawan dengan optimal seperti apa?

Seperti yang tadi saya tunjukkan, kita los saja, tenaga datang pasti ada arah geraknya ke mana, kita belokkan, kita ikuti dia. Kita kepukul sakit karena kita tentang. Tenaga datang kita pukul, kita kerasin badan. Tai Chi nggak seperti itu. Serangan datang ikuti saja, arahnya kemana ikuti saja. Seperti kalau kita bayangin seperti bandul yang mengayun pakai gaya ayunan, balik lagi. Tai Chi seperti itu.

Apakah Tai Chi cocok dilakukan oleh masyarakat umum seperti karyawan? Fungsinya untuk apa?

Tai Chi pada dasarnya latihan habit. Kalau misalnya orang pikir saya latihan Tai Chi langsung bisa sembuh pernafasan, osteoarthritis bisa langsung sembuh, tidak seperti itu. Tai Chi berfungsi untuk memperbaiki habit kita. Jadi OA yang kita derita fasenya tidak lanjut, di situ saja, kita benerin habit, kebiasaan kita. Penyakit-penyakit itu bisa berkuranglah.

Jadi tidak bisa hilang sama sekali?

Tidak bisa, secara kedokteran juga tidak bisa.

Sebenarnya Tai Chi melatih otot atau pernafasan?

Lebih ditekankan ke arah pembenaran perbaikan kebiasaan hidup. Kebiasaan gerak, aktivitas jalan, berdiri, mendorong, menarik sehari-hari, buka pager, mendorong. Kita berpikir apaan sih sepele banget ini doang yang dipelajari di Tai Chi. Tapi kita nggak kerasa, setahun, dua tahun, 10 tahun, seumur hidup, tiba-tiba usia kita 50 tahun sendi saya sakit, otot, lutut, low back pan.

Tai Chi sendiri untuk jangka panjang berarti untuk menjaga persendian biar tidak keropos?

Mencegah kalau belum kena. Kalau sudah kena mengurangi dampaknya. Jadi penyakitnya biar tidak parah, biar di situ-situ saja penyakitnya.

Baiknya seminggu latihan Tai Chi berapa kali?

Harusnya tiap hari latihan. Tapi di perguruan kita kita lebih inovatif, bagaimana kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana kita angkat obyek, itu hal-hal yang sepele kita terapkan. Pegang laptop salah posisi, bisa keseleo. Jadi setiap saat kita latihan.

Saat ini punya berapa murid di perguruan yang Anda pimpin?

Mungkin se-Indonesia 110 orang lebih. Di Jakarta paling banyak 70 orang yang rutin latihan.

Jumlahnya kok nggak terlalu banyak?

Karena perguruannya masih baru dan perguruan Tai Chi kan jumlahnya gak sedikit. Terus lokasi saya saya pilih yang deket rumah saya di Pulogadung biar nggak repot.

Pesertanya biasanya dari kalangan mana saja saja?

Segala jenis masyarakat bisa datang. Justru banyak yang datang yang jauh-jauh. Ada yang dari Bandung seminggu sekali datang, sudah 2 tahun.

Selama ini yang ikut latihan Tai Chi mengalami penyakit apa saja?

Kasus OA agak jarang, kebanyakan low back pan. Ada salah seorang peserta menderita parkinson akut hari pertama ikut latihan alhamdulillah langsung terasa, sampai sekarang gak pernah kambuh lagi. Hari pertama datang digotong istrinya. Bulan pertama dia datang sama istrinya tapi nggak digotong. Bulan ketiga istri nggak ikut, tapi bapaknya datang dia sudah bisa bawa mobil sendiri, sudah tidak digotong.

Penyakit yang bisa sembuh setelah ikut latihan Tai Chi kebanyakan apa saja?

Kalau di kita, parkinson sama low back pan. OA bisa juga, karena masalahnya sama di sendi.

Biaya ikut latihan Tai Chi apakah mahal?

Kalau mahal relatif, kalau saya bilang pasarannya segitu, sebulan Rp 250 ribu.

Para penderita OA apakah bisa diobati tanpa operasi?

Kalau sudah akut operasi ya, kita nggak berani spekulasi seperti itu. Tai Chi saya bilang perbaikan habit, menunda penyakitnya agar tidak parah. Kalau bisa di situ saja (penyakitnya) jangan sampai parah.

Taichi dikatakan sebagai latihan seumur hidup. Sekompleks apa sih gerakan-gerakan dalam Tai Chi?

Agak susah jawabnya, memang kompleks. Tapi latihan bela diri itu, saya cuma belajar dua, satu lagi kungfu, sama rumitnya. Latihan bela diri ibarat masuk ke restoran. Ada banyak pilihan, bagi saya kalau saya beli semua saya bingung. Saya milih yang saya suka, saya mau fokus di mana, itu saja sudah sulit konsisten.

Beda Tai Chi dengan kungfu?

Sama-sama bela diri dari Tiongkok. Kungfu banyak macamnya. kungfu ibarat menu utama itu ada capcay, rendang ada apa-apa. Nah kungfu seperti itu. Saya sendiri gak bisa menggeneralisir kungfu seperti apa. Cuma biasanya Tai Chi yang pelan-pelan, seperti tadi. Kita cek poin setiap gerakan cek poin.

Itu makanya Tai Chi disebut meditasi bergerak. Kita ngecek setiap sendi kita pada posisi ini bener nggak, apa bahu saya naik, lutut saya naik, dll.

Jadi Tai Chi lebih ke beladiri atau kesehatan?

Tergantung motifasinya yang mau belajar. Ada di tempat kita yang tua-tua untuk kesehatan.

Yang bisa diperbaiki dari nyeri sendi setelah kita melakukan gerakan-gerakan Tai Chi?

Memperbaiki kebiasaan, misalnya cara kita jalan salah. Penumpukan beban yang berlebihan di titik di kaki misalnya, lutut, kita perbaiki. Kayak orang di kantor jalan, maju gini, kita perbaiki kakinya yang maju duluan. Jadi lututnya tidak terbebani.

Yang bener jalan menggunakan telapak atau gimana?

Telapak salah satunya untuk berdiri. Untuk berdiri dan jalan saja cara kita salah. Setiap hari kita berpotensi jatuh, kalau kita belajar Tai Chi, cara berdiri cara jalan bener, stabil. Minimal kepleset-kepleset agak berkurnag lah.

Kalau penyakit asam urat bisa disembuhkan juga dengan Tai Chi?

Kalau asam urat lebih daleman. Kalau Tai Chi buat masalah-masalah fungsionalitas ya. Ya kegiatan fisik mendorong, segala macam. Kalau asam urat kan dalem banget.

Berarti tidak terlalu berpengaruh?

Kalau buat rileksasi bisa saja. Kalau orang kayak kita penyakit datangnya dari pikiran tegang, kita belajar Tai Chi agar pikiran tenang, jadi beban pikiran berkurang, seperti itu.

(mdk/war)

TOPIK TERKAIT