Wawancara Staf Khusus Milenial

Tak Kenal Maka Tak Sayang Angkie Yudistia

KHAS | 4 Desember 2019 07:02 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Angkie Yudistia. Perempuan cantik ini begitu ramah ketika kami menghubungi via aplikasi pesan WhatsApp. Sempat meminta untuk berbincang lewat telepon, Angkie menolak dengan perkataan sopan. "Maaf, saya bisa jawab pakai tulisan saja," ujar dia.

Alasan itu kami bisa pahami. Angkie merasa kesulitan bila melakukan perbincangan telepon. Keadaan itu dikarenakan dia mengalami gangguan pendengaran alias tunarungu.

Bukan tanpa alasan dara berusia 32 tahun itu terganggu pendengarannya. Tunarungu dideritanya bukan dari lahir. Melainkan karena penyakit malaria yang menyerangnya.

Kondisi itu tidak membuat Angkie menjadi rapuh. Dia justru semakin termotivasi dan mendirikan Thisable Enterprise. Dengan kemampuannya itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis, 22 November 2019, meminta khusus dirinya untuk bergabung sebagai staf khusus milenial.

Terdapat enam anggota staf khusus milenial lainnya dipilih Jokowi. Semua di bawah usia 35 tahun. Dengan beragam latar belakang, presiden berharap mendapat masukkan lebih segar dari para anak muda ini.

Sebagai tangan kanan presiden, Angkie merasa penunjukan ini merupakan capaian penting dalam karirnya selama ini. Dia merasa negara membutuhkan berbagai saran dari kemampuannya yang disampaikan melalui presiden.

"Kita membantu Pak Jokowi untuk lebih dekat dengan gagasan milenial sehingga kita bisa melompat bersama," ujar dia.

Hasil semua pertanyaan jurnalis merdeka.com Anisyah Al Faqir dijawab memakai tulisan tangan. Berikut petikan wawancara dengan Angkie:

1 dari 2 halaman

Beri Presiden Jokowi Pemikiran Inovatif

Bisa diceritakan bagaimana Presiden Jokowi memberi kabar Anda diangkat sebagai staf khusus?

Pemilihan kami menjadi staf khusus presiden bukan asal tunjuk, karena kami melalui serangkaian screening baik secara personal maupun beberapa hal lainnya. Saya memang beberapa kali dipanggil oleh Bapak Menteri Sekneg Pratikno. Banyak hal yang menjadi diskusi kami, termasuk latar belakang pendidikan, visi dan misi saya, apa yang sedang saya kerjakan dan ber-impact bagaimana.

Sehingga saat kembali dihubungi untuk menjadi staf khusus presiden, dan saya merangkap jadi juru bicara presiden bidang sosial. Pada saat itu saya sedang berada di Surabaya saat hendak menjadi pembicara di salah satu seminar. Rasanya enggak percaya karena saya pun merasa tidak yakin. Hingga besoknya bertemu langsung untuk membicarakan tugas staf khusus presiden.

Ya, waktu tanggal 21 (November), kita janjian menggunakan pakaian putih, dan tentu saja mempersiapkan diri kami untuk announcement ke publik.

Ketika Anda datang ke Istana Negara, seperti apa berbincang dengan Presiden Jokowi saat itu?

Kedatangan kami kemarin tentu saja berbeda dengan perkenalan menteri. Kami datang melalui Setneg, dan setelah itu berkoordinasi dengan Bapak Presiden untuk tugas-tugas Kami ke depan, apa saja harapan Bapak Presiden kepada Kami sebagai staf khusus presiden milenial.

Sekitar kurang lebih 15-20 menit di dalam sebelum serentak kita keluar bertemu dengan teman-teman wartawan.

Sebelum pengumuman kemarin, Anda mengaku pernah beberapa kali diajak ngobrol sama presiden. Apa saja tema yang dibahas dalam diskusi tersebut?

Ini sudah dibahas di atas yah

Tulisan tangan Angkie Yudistia 2019 Merdeka.com

Apa sebenarnya tugas Anda dari presiden sebagai staf khusus milenial?

Tugas staf khusus presiden milenial yakni:
1. Bekerja secara team work
2. Memberikan input + pemikiran inovatif kepada presiden seperti:
- pembangunan SDM, program prioritas nasional dan managemen talenta
- program-program untuk kelompok milenial
- pengembangan startup , ekonomi digital dan ekonomi kreatif
3. Membangun simpul jaring dengan inovator dan diaspora

Cara kita bekerja dari mana saja dan kapan pun karena kita terbiasa dengan pola: think --> research --> planning --> evaluation --> monitoring.

Bagi Bapak Presiden, yang penting adalah action result.

2 dari 2 halaman

Kerja Keras Angkie dkk

Setelah pengumuman, banyak pihak yang meragukan kinerja para stafsus milenial. Sebagai pihak yang diragukan keberadaannya, bagaimana Anda menjawab berbagai tantangan tersebut?

Kami diperkenalkan baru satu minggu, sangat wajar dengan beragam respon. Banyak yang mendukung dan banyak juga yang meragukannya. Tapi bagiku yang meragukan kami pasti sepenuhnya belum mengenal kami.

Tak kenal maka tak sayang, benar kan? Kami yang terpilih sebelum berada di Istana pun kami sudah mengetahui background masing-masing. Pencapaian dari kerja keras kami pun dari keringat karena karena kami terbiasa bekerja dengan target.

Presiden Jokowi kenalkan Staf Khusus Milenial 2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Tidak apa-apa jika saat ini masih ragu, Kami pun terus berusaha untuk selalu belajar. Sehingga bersama Bapak Presiden menuju SDM unggul, Indonesia maju.

Gaji stafsus presiden sedang ramai diperbincangkan. Anda sebagai stafsus juga diperbolehkan memiliki staf dan mendapatkan gaji dari negara. Sebenarnya yang terjadi seperti apa? Apa saja fasilitas yang disediakan untuk menunjang pekerjaan Anda?

Soal besaran gaji relatif ya dan tentu sudah ada aturan dari negara yang bisa dilihat secara transparan.

Tujuan kami bersedia menjadi staf khusus bukan gaji karena kami sudah berkiprah di luar sebelumnya. Tapi bagaimana kita membantu Pak Jokowi untuk lebih dekat dengan gagasan milenial sehingga kita bisa melompat bersama.

Kami sudah mulai diskusi tentang kartu pra kerja, inovasi apa yang bisa dilakukan. Seperti yang disampaikan Pak Jokowi kami tidak harus ngantor setiap hari, tapi bisa bekerja di mana saja.

Tulisan tangan Angkie Yudistia 2019 Merdeka.com

Beliau tidak ingin kami tercerabut dari akarnya, dari komunitas dan jaringan milenial sehingga fungsi sebagai jembatan milenial ke Pak Jokowi akan bisa terus dibangun.

Ada tim kami, asisten dan pembantu asisten yan setiap hari ngantor, kerja bersama untuk merumuskan ide-ide yang telah kami diskusinya. Ukurannya outputnya. Tentu ada waktu yang reguler untuk ketemu beliau, menyampaikan apa yang sudah kami pikirkan bersama.

Jadi kita masuk ke cara kerja baru yang orientasinya lebih pada output, outcame dan impactnya. Semoga kami bisa memberikan kontribusi membantu Pak Jokowi mencapai visi besar beliau, Indonesia Maju. (mdk/ang)

Baca juga:
Hari Disabilitas, Kesetaraan Hak jadi Tantangan Presiden Jokowi
Pendidikan Mentereng Para Milenial yang Jadi Staf Khusus Jokowi
Wajah-wajah Staf Khusus Milenial yang Dikenalkan Jokowi
Ini Profil 7 Millenial yang Jadi Staf Khusus Presiden Jokowi
Lesehan dan Santai, Cara Jokowi Kenalkan 7 Staf Khusus Baru dari Kalangan Milenial
Angkie Yudistia, Penyandang Disabilitas yang Jadi Stafsus Jokowi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.