Takhta Demokrat: Gerilya Ibas Gembosi AHY

Takhta Demokrat: Gerilya Ibas Gembosi AHY
KHAS | 28 Februari 2020 07:03 Reporter : Tim Merdeka

Merdeka.com - Disambut tari-tarian khas Nusa Tenggara Timur (NTT), putra mahkota Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tiba di Bandar Udara El Tari. AHY semringah, senyumnya tak lepas dari wajahnya. Disambut langsung oleh sejumlah pengurus Demokrat NTT. Ratusan pasang mata memandangnya, tak sedikit yang mengambil gambar dengan ponsel.

Jefry Riwu Kore, Ketua Demokrat NTT menyambut langsung kedatangan putra sulung SBY itu. Didampingi oleh Anggota DPR RI Benny K Harman. AHY langsung dikalungkan selendang tenun khas budaya NTT.

Sore harinya, di Hotel Aston Kupang, DPD Demokrat NTT bersama 22 DPC menyatakan dukungan kepada AHY sebagai calon ketua umum di kongres 2020. Satu jam sebelumnya di lokasi yang sama, AHY dan pengurus Demokrat NTT menggelar rapat tertutup, temanya, penguatan dan kader. Setelah rapat internal selesai, media dipersilakan masuk, meliput pernyataan dukungan.

AHY mengaku kaget dengan pernyataan dukungan sebagai calon ketum Demokrat di Kongres 2020. Tapi dia bersyukur, berjanji bekerja keras untuk bisa mengemban amanah dari seluruh pengurus DPD Demokrat NTT tersebut. "Ini adalah doa dan harapan untuk saya, sehingga saya akan siap bekerja keras untuk membesarkan partai Demokrat," kata AHY di Kupang, 19 Februari 2020 lalu.

Benny K Harman menolak menjelaskan isi pertemuan tertutup di Hotel Aston itu. Sebelum pada akhirnya Demokrat NTT memberikan SK dukungan kepada AHY untuk maju di kongres 2020. "Biasalah," singkat Benny.

1 dari 3 halaman

Tapi jalan AHY menuju takhta orang nomor satu di Demokrat tampaknya tak semulus perkiraan banyak orang. Lawan tarung AHY, bukan orang sembarangan. Malah bisa dibilang, jauh lebih berpengalaman di bidang politik ketimbang AHY.

"Ibas sudah kumpulkan tanda tangan dukungan tertulis, kakaknya sepertinya kalah selangkah," kata sumber merdeka.com.

Ya, informasi yang diperoleh merdeka.com, Ibas atau Edhie Baskoro Yudhoyono juga tak mau kalah dengan sang kakak yang ingin menjadi ketua umum Demokrat. Ibas disebut sudah mendapatkan sejumlah tanda tangan dari pengurus Demokrat tingkat kabupaten dan kota sejumlah daerah.

Ibas tak bisa dikonfirmasi soal ini. Merdeka.com telah mencoba mengontak langsung Ibas maupun melalui stafnya. Namun saat diminta wawancara tentang Kongres Demokrat, tidak ada jawaban lagi.

"Mereka sepertinya gerakan silent," bisik sumber itu lagi.

Saat paripurna penutupan masa sidang DPR, Kamis (27/2), Ibas tampak hadir di baris depan sudut kiri ruangan. Dia duduk di sebelah Politikus Demokrat Teuku Riefky Harsya. Di belakang Ibas, tampak Politikus senior Abdul Wahab Dalimunthe dan Umar Arsal. Mengenakan jas hitam, bergaya rambut klimis. Di sebelah Riefky, ada mantan Politikus Demokrat yang kini berkiprah di NasDem Saan Mustopa.

Setelah paripurna bubar, jejak Ibas menghilang. Ketua Fraksi Demokrat DPR itu memilih pintu samping untuk keluar dari paripurna. Sekretaris Fraksi Demokrat di DPR, Didik Mukrianto juga memilih bungkam. Dia hanya menegaskan, bahwa kontestasi Kongres belum dimulai.

2 dari 3 halaman

Sumber dari Politikus Senior Demokrat mengakui, antara AHY dan Ibas sudah bergerak. Peta kekuatannya juga telah bisa dilihat dengan kasat mata. Dia mengatakan, orang-orang DPP Demokrat kebanyakan mendukung AHY. Sementara Ibas, didukung oleh para loyalisnya di Fraksi Demokrat DPR. "Semua tergantung SBY, Ibas anak yang patuh," kata mantan Anggota DPR dari Demokrat itu.

Sekjen Demokrat, Hinca Panjaitan juga bungkam ditanya soal kongres. Usai rapat dengan Menkum HAM Yasonna Laoly di DPR, 24 Februari kemarin, Hinca menutup mulut rapat-rapat. "Kalau mau bicara itu, silakan ke DPP," kata Hinca sambil tersenyum.

Plt Ketua DPD Demokrat Jawa Timur, Renville Antonio mengaku tak tahu sudah ada gerakan pengumpulan tanda tangan yang dilakukan oleh Ibas di daerah. Dia juga membantah isu sudah terjadi perang dingin antara AHY dan Ibas di internal.

"Saya belum dengar, saya belum dengar, saya belum dengar," jawab Renville mengulangi jawabannya.

Dia malah memprediksi, pertarungan kongres Demokrat tidak akan seseru perebutan kursi ketua umum partai lain. Terlebih, sampai saat ini, belum diketahui apakah sang ketua umum Demokrat SBY, bakal maju lagi atau tidak.

Tapi, apabila ditanya secara pribadi, dia akan mendukung AHY di Kongres Demokrat 2020. Cuma itu pandangan pribadi, secara organisasi, dia menekankan, DPD Demokrat Jatim belum menentukan pilihan.

"Kalau sampeyan tanya saya, siapa menurut mas Renville ya AHY, kalau saya pribadi. Wes enggak popo tulisen, tapi kalau yang lain saya tidak tahu," tegas Renville.

Sementara Ketua DPD Demokrat Jabar, Irfan Suryanegara memilih belum mau berkomentar banyak tentang kongres. Begitu pula tentang nama AHY dan Ibas yang disebut bakal menjadi ketua umum.

Sebab, SBY masih menjabat sampai saat ini. "Kan Pak SBY masih ada. Mahatir Muhammad saja masih aktif perdana menteri yang umur 90 sekian," jelas Irfan.

Anggota Majelis Tinggi Demokrat, Syarief Hasan akui, dua nama AHY dan Ibas adalah sosok potensial milik Demokrat. Keduanya paling menonjol untuk menggantikan SBY sebagai ketua umum Demokrat periode 2020-2025.

"Yang paling menonjol dari semuanya itu ya memang dua orang itu (AHY dan Ibas)," ujar Syarief. 19 Februari lalu.

3 dari 3 halaman

Kisah lain, seorang mantan ketua Demokrat kabupaten/kota mengatakan, tidak semua pengurus daerah senang dengan kedatangan AHY. Ada juga yang merasa pusing dengan kehadiran putra mahkota itu yang setahun belakangan ini keliling Indonesia menemui para pengurus daerah.

Pengurus daerah disebut lebih senang jika kedatangan Ibas ketimbang AHY. Sebab, Ibas dinilai lebih memahami kebutuhan partai di daerah. Selain banyak acara, kebutuhan AHY di daerah diurus pengurus daerah.

"Teman DPC lebih senang sama Ibas," kata sumber yang sudah pensiun dari partai.

Dia pun memprediksi, Ibas lebih berpeluang menang dalam pertarungan Kongres Demokrat. Tapi dengan catatan, Ketum Demokrat SBY netral.

Demokrat Jawa Timur membantah ada keberatan saat kehadiran AHY di daerah. Malah, Demokrat Jatim senang dan menyambut dengan gembira, apabila AHY sering datang memberikan arahan kepada daerah.

Plt Ketua Demokrat Jatim, Renville Antonio malah berharap, AHY sering-sering datang ke daerah. Sebab, AHY merupakan sosok vote getter untuk para kader yang bekerja di akar rumput.

"AHY datang itu selalu ditunggu oleh kader-kader dan beliau memberikan efek positif bagi kami, tidak ada soal itu, tidak ada, sama sekali tidak ada," jelas Renville.

Reporter: Raynaldo G Lubabah, Ahda Bayhaqi, Wilfridus Setu Embu, Erwin Yohannes, Ananias Petrus, Aksara Bebey (mdk/rnd)

Baca juga:
Kubu Cikeas vs Kubu Condet di Kongres Demokrat
Demokrat Sindir Pimpinan DPR: Bapak Ibu Ini Bukan Kantor Cabang Eksekutif
Demokrat Duga Harun Masiku Dibunuh, PDIP Tolak Ikut Campur
Demokrat Siap Jadi Ketua Panlih Wagub DKI
Sosok Ventje Rumangkang, Pendiri Partai Demokrat yang Juga Eks Mertua Angel Karamoy
Yasonna Ngaku Tak Kenal Masiku, Politisi Demokrat Bilang 'Jangan Bohong Pak Menteri'
Pendiri Partai Demokrat Ventje Rumangkang Tutup Usia


Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami