Wawancara ida Budhiarti (4)

Tantangan KPU periode ini lebih berat

Tantangan KPU periode ini lebih berat
Ida Budhiarti (merdeka.com/Islahuddin)
KHAS | 30 Maret 2012 14:24 Reporter : Mohamad Taufik

Merdeka.com - Setiap penyelenggara pemilu, mulai 2004, 2009, hingga 2012 memiliki tantangan tersendiri karena situasi dan kondisi politik berbeda-beda. Namun menurut Ida Budhiati, satu dari tujuh anggota KPU terpilih periode 2012-2017, tantangan kali ini akan lebih berat karena aspek keterbukaan informasi publik sudah dijamin dalam undang-undang.

Sebelumnya, Komisi II DPR Bidang Politik dan Pemerintahan Dalam Negeri, telah memilih tujuh anggota komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dari 14 calon yang dipilih berdasarkan pemungutan suara. Dua anggota terpilih dengan suara terbanyak. adalah Sigit Pamungkas dan Ida Budhiati. 

Setiap anggota Komisi II diminta memilih tujuh nama untuk anggota KPU dan lima nama buat anggota Bawaslu. Tujuh nama yang terpilih sebagai komisioner KPU adalah Sigit Pamungkas dan Ida Budhiati sama-sama memperoleh 45 suara, Arif Budiman (43 suara), Husni Kamil Manik (39 suara), Ferry Kurnia Rizkiyansyah dan Hadar Nafis Gumay (35 suara), dan Juri Ardiantoro (34 suara).

Berikut penjelasan Ida Budhiati mengenai tantangan KPU ke depan saat ditemui Muhammad Taufik dan Islahuddin dari merdeka.com di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (29/3):

.

Beban kerja dan tekanan kepada anggota KPU Pusat akan berbeda ketimbang anggota KPU Daerah?

Ya, pastilah berbeda. Tidak masalah, itu tantangan kami. Toh, kita ada pedoman perilaku yang menuntun kita, apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan.

 

Apa trik Anda mengatasi tekanan-tekanan itu?

Berpedoman pada norma hukum saja, pada kode etik. Itu bisa menjamin independensi dan integritas kita. Selain itu, di KPU ada mekanisme kelembagaan untuk mengontrol, instrumen rekrutmen penyelenggara pemilu tingkat provinsi, kabupaten, sampai kecamatan. Kedua kode etik, ketiga kontrol dari pemangku kepentingan.

Secara pribadi mungkin bisa, tapi kerja KPU kolektif?

Masing-masing secara personal harus memiliki komitmen mengabdi pada kepentingan bangsa dan negara. Komitmen bekerja dan taat asas untuk mewujudkan pemilu demokratis. Dengan meneguhkan komitmen ini, saya yakin mempermudah kerja kolektif yang solid dan membangun the dream team (tim impian).

Anda yakin?

Iya harus, optimislah.

Apa keistimewaan anggota KPU terpilih periode ini?

Setiap penyelenggara pemilu, mulai 2004, 2009, 2012 memiliki tantangan tersendiri. Situasi dan kondisinya berbeda-beda. Tantangan KPU periode ini lebih berat karena aspek keterbukaan informasi publik sudah dijamin undang-undang. Banyak tantangan harus dijawab oleh penyelenggara pemilu. Sisi keistimewaan, saya lebih melihat dari segi fungsi dan konstitusi. Pemilu  2014 juga akan bergantung pada regulasi yang akan diterbitkan oleh DPR.

(mdk/fas)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami