Teman Mata bagi Tunanetra

KHAS | 17 Januari 2020 09:37 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Suasana studio 2 bioskop CGV Cinemas FX Sudirman terasa berbeda dan spesial pada Minggu siang, 12 Januari 2020 lalu. Hampir setengah kursi diisi penyandang disabilitas tunanetra. Mereka tampak begitu antusias dengan wajah yang ceria. Tidak sabar layar lebar memutarkan film dan mengeluarkan suara.

Keterbatasan penglihatan bukan menjadi kendala. Para pembisik sudah disiapkan untuk teman netra, sebutan bagi penyandang disabilitas tunanetra, di dalam bioskop. Tiap orang mendapat seorang pembisik. Tugas para pembisik seperti menjadi mata. Mereka harus bisa menggambarkan sebuah adegan bila tidak ada dialog dalam film.

Film pun diputar. Samar-samar mulai terdengar suara berbisik ketika layar lebar menayangkan film 'Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini'. Para pembisik dan teman netra tampak begitu akrab dan nyaman selama film diputar.

Mereka tidak khawatir akan mengganggu para penonton lainnya. Kebetulan hari itu satu studio spesial dipakai untuk menonton bareng film bersama teman netra. Kegiatan ini diselenggarakan kitabisa.com yang bekerja sama dengan Yayasan Mitra Netra, CGV, dan Visinema Picture.

Menonton film bareng tunanetra ©2020 Merdeka.com/ Genan

Para pembisik bukan orang terlatih. Mereka hanya relawan yang ingin merasakan menjadi pendamping bagi teman netra menonton film. Sebelum masuk studio bioskop, mereka diminta untuk berbincang sambil berkenalan dengan 40 teman netra hari itu.

1 dari 3 halaman

Obrolannya antara pembisik dan teman netra begitu cair. Hingga banyak tawa kecil terdengar di antara mereka. Keakraban itu melengkapi keceriaan teman netra. Mereka bahagia layaknya menonton bersama keluarga.

Kesan itu dirasakan Viska Isril, salah seorang pembisik. Ini pengalaman pertamanya menonton film bareng penyandang tunanetra. Kesempatan spesial ini tentu tidak mau dilewatkan.

Keinginannya hadir sebagai pembisik bukan hanya sekedar penasaran. Di lubuk hatinya kegiatan ini dirasa bermanfaat untuk hidup sesama manusia. Walaupun seorang teman netra yang didampinginya hari itu sempat tertidur ketika film sedang diputar. Kejadian ini bagi Viska menjadi hal lucu tersendiri.

"Ketika saya membisikan, ternyata teman netra di sebelah saya tertidur. Teman netra itu bilang 'Astagfirullah aku tertidur, Mbak'. Baru dia nanya kelanjutan ceritanya dengan antusias pas sudah bangun," kata Viska menceritakan pengalamannya itu.

Pembisik dan teman netra lainnya begitu asyik menikmati film buatan Sutradara Angga Dwi Sasongko itu. Apalagi mereka diberi cemilan ringan popcorn dan minuman. Suasana menonton bersama pun semakin seru. Di samping kiri dan kanan terdengar pembisik dan teman netra mengobrol sambil canda. Bahkan di momen tertentu dalam adegan film para teman netra bisa tertawa lepas sampai menangis.

Film 'Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini' sengaja dipilih untuk para teman netra. Sang sutradara ingin buah karyanya itu bisa dinikmati banyak kalangan. Bahkan di dalam film juga sengaja dimasukkan teks bahasa Indonesia. Sehingga bagi penyandang tunarungu alias tuli, bisa memahami isi cerita dalam film buatannya tersebut.

Adapun film ini banyak bercerita tentang kakak beradik hidup dalam keluarga yang tampak bahagia, namun mengalami masalah seiring mereka tumbuh dewasa. Sederet artis ternama terlibat mengambil peran. Mulai dari Sheila Dara, Rachel Amanda sampai aktor tampan Rio Dewanto.

Angga Dwi Sasongko merasa terhormat karya film dibuatnya ini bisa dinikmati penyandang disabilitas. Dia berharap pesan film tersebut bisa sampai ke hati para penonton. "Ini sebuah kehormatan, karena cerita yang saya kerjakan bisa dinikmati teman netra, buat saya itu adalah sebuah cara untuk bisa melihat manusia sebagai sesuatu entitas yang sama," ucap dia.

2 dari 3 halaman

Pengalaman Tak Terlupakan

Lebih kurang satu setengah jam film itu diputar. Cerita berakhir dan lampu studio mulai menyala. Rasa puas para teman netra dan pembisik diekspresikan dengan tepuk tangan. Terdengar riuh dalam studio saat itu.

Seorang teman netra bernama Ryan mengaku sangat senang dengan acara menonton bersama ini. Dirinya tidak merasa kesepian. Bukan hanya ada bantuan dari pembisik, Ryan juga bisa merasakan para teman yang mengalami disabilitas seperti dirinya bisa bahagia.

Begitu juga dengan alur film yang ditayangkan tadi. Ryan bisa memahami bagaimana cerita di film tersebut begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tentu pengalaman ini tidak bisa dilupakan bagi dirinya. Apalagi ini bukan kesempatan sering didapatkannya.

"Filmnya seru. Ini bercerita tentang konflik sehari-hari dan dekat sekali dengan kehidupan masyarakat umum. Ditambah hari ini saya bisa menonton bareng bareng seperti ini," ungkap Ryan sambil mengekspresikan kebahagiaannya.

3 dari 3 halaman

Sebenarnya ada pesan penting di balik kegiatan menonton film bareng dengan teman netra. Kitabisa.com sebagai penyelenggara menyebut kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kepada penyandang disabilitas tunanetra di Indonesia untuk mendapatkan akses serta layanan yang sama dengan masyarakat pada umumnya.

"Ini kali kedua acara nonton bareng teman netra kami gelar bersama Visinema dan CGV. Antusiasmenya semakin meningkat. Semoga acara ini bisa meluas dilakukan lebih banyak orang baik di luar sana," kata Public Relations kitabisa.com, Fara Devana.

Fara mengungkapkan lebih kurang 50 orang baik berpartisipasi selama 3 hari periode pemilihan pembisik. Mereka terpilih merupakan donatur. Melalui kegiatan ini pihaknya berharap semakin banyak masyarakat berpartisipasi mendukung tercapainya kehidupan tunanetra mandiri serta mampu berkarya di tengah masyarakat inklusif.

Adapun untuk seluruh donasi terkumpul melalui kegiatan ini akan disalurkan kepada Yayasan Mitra Netra untuk kebutuhan para teman netra. Salah satunya untuk keperluan membeli alat pemutar buku. Dengan alat itu dapat mengubah teks menjadi audio sehingga memudahkan tuna netra membaca buku. (mdk/ang)

Baca juga:
Ridwan Kamil Siapkan Tempat untuk Penyandang Disabilitas di Wyata Guna
32 Disabilitas Tak lagi Bisa Sekolah di Wyata Guna, Ini Penjelasan Kemensos
Jalan Buntu Lobi Dinsos Jabar Rayu Penyandang Disabilitas Wyata Guna
Perlawanan Penyandang Disabilitas Wyata Guna
Tradisi Mengubur Anak Difabel Saat Gerhana Matahari di Pakistan
Ubin Jalur Tuna Netra Dibangun di Atas Jalan Permukiman Warga Cengkareng

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.