Ujian Berat Bobby Demi Jokowi

KHAS | 18 Maret 2019 10:00 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Nama Bobby Nasution makin santer terdengar dan bolak-balik tampil di depan publik. Mulai dari dapat jatah proyek rumah murah dari pemerintah hingga terkait politik. Sosok pengusaha muda itu dinilai punya gairah politik mengikuti jejak sang mertua, Joko Widodo (Jokowi).

Kesempatan itu banyak datang kepada Bobby. Bahkan ketika Jokowi selaku capres petahana sedang menggelar konferensi pers jelang debat kedua pada 17 Februari lalu. Ajakan itu bukan tanpa arti. Jokowi merasa ada hasrat politik di dalam diri Bobby.

Dua anak laki-laki Jokowi, Gibran dan Kaesang, dianggap masih fokus merintis bisnis. Mereka belum punya minat mengikuti jejak ayahnya. Kesempatan untuk terjun politik justru ada pada sang menantu. "Yang saya lihat, feeling politik Bobby sudah mulai masuk itu," ujar Jokowi kepada wartawan ketika itu.

Perasaan Jokowi tidak salah. Bobby segera mengambil kesempatan itu. Bukan sebagai politis, namun mengambil peran dan ikut berperang memenangkan ayah mertuanya tersebut. Dia memilih ikut membentuk dan menjadi dewan penasihat simpul relawan Jokowi di Sumatera Utara.

Upaya memenangkan pasangan nomor urut 01 di kampung halaman menjadi tantangan tersendiri. Pelbagai upaya dilakukan Bobby. Kabarnya ini merupakan amanat khusus dari Jokowi buat menantu itu. Sayangnya, suami dari Kahiyang Ayu itu masih enggan memberi komentar mengenai keterlibatannya dalam politik lebih jauh. Upaya kami mengonfirmasi terkait itu juga belum digubris.

Ketika menemani Ma'ruf kampanye di Sumatera Utara, Bobby hanya berkomentar terkait usahanya memenangkan suara pasangan 01 di kampung halaman. Salah satunya melawan serangan hoaks kepada mertuanya.

Menurutnya, salah satu cara untuk menangkal hoaks adalah dengan melakukan silaturahmi dan bicara dari hati ke hati dengan rakyat. Cara kekeluargaan merupakan jurus paling efektif untuk menghadapi hoaks.

"Di sini, kita juga sudah mulai sedikit-sedikit sudah bisa memerangi hoaks itu tadi. Karena selama ini, saya rasa di sini memang cuma terpapar hoaks saja," ucap Bobby di Mandailing Natal, Senin, 11 Maret 2019 lalu.

Belum ada ucapan secara lugas bakal terjun ke dalam dunia politik. Posisinya sebagai pengusaha muda dan menantu presiden seharusnya bisa memanfaatkan itu. Namun, Bobby tampak masih malu-malu. Belum berani tegas dalam menentukan sikap.

Perlu Dipoles

Potensi Bobby dalam dunia politik memang cukup besar. Walau begitu pengaruhnya dirasa masih belum bertaji. Pengamat Politik Usep S Ahyar mengaku, pengaruh Bobby itu terlihat ketika Pilgub Sumatera Utara. Meski berstatus mantu presiden, sayangnya belum besar memengaruhi pikiran masyarakat di sana.

Bobby Nasution seolah sedang mendapat ujian politik dari Presiden Jokowi di Pilpres 2019. Menurut Usep, kondisi itu terlihat dengan aktifnya dia membantu kampanye Jokowi-Ma'ruf di Sumatera Utara. Tentu ini menjadi kesempatan suami Kahiyang itu untuk menunjukkan diri untuk mendapat posisi putra mahkota dari Jokowi.

"Bobby kami lihat kiprahnya kurang sentuhan di Sumut. Perlu dipoles, walau sudah mendompleng nama Jokowi," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Populi Center itu kepada merdeka.com.

Kahiyang dan Bobby ©2017 Merdeka.com


Fokus menggarap suara demi kemenangan Jokowi di Sumatera Utara merupakan langkah tepat. Usep menegaskan bahwa wilayah itu merupakan wilayah strategis dan menentukan lantaran penduduknya paling besar. Sehingga bisa menjadi momentum. Namun, ujian bagi Bobby sebenarnya makin berat lantaran Gubernur Sumut Edy Rahmayadi tidak berafiliasi dengan partai pendukung Jokowi-Ma'ruf.

Dengan latar belakang sebagai pengusaha dan menantu presiden, kata Usep, Bobby mempunyai nilai tawar tinggi untuk masuk partai. Adapun dua partai diperkirakan bakal dipilih untuk melanjutkan karir politiknya adalah PDIP dan Partai Golkar.

"Masuk PDIP karena mengikuti jejak ayah mertuanya. Kalau Golkar, profil Bobby sesuai seperti banyak kader partai itu. Intinya, dua partai itu termasuk kuat di Sumut," ucap Usep.

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira menilai, kegiatan kampanye buat Jokowi dan Ma'ruf dilakukan Bobby memang kerja politik. Tentu tujuannya adalah membantu kemenangan mertuanya. Pihaknya justru senang bila keluarga presiden dan capres petahana itu mau ikut ambil bagian.

Terkait masa depan karir politik Bobby, Andreas Hugo berharap segera menemukan jalannya. Bila ingin bergabung dan mengikuti jejak Jokowi, partai banteng moncong putih ini memberikan ruang dan terbuka. Hanya saja harus tetap sepakat dengan garis ideologi perjuangan partai dan AD/ART partai.

"Termasuk Pak Bobby Nasution pun tentu welcome bergabung dengan PDI Perjuangan," kata Andreas pekan lalu.

Partai Golkar juga tidak mau ketinggalan. Mereka juga menunggu keputusan Bobby bila ingin terjun ke dunia politik. Tentu ini bakal menjadi kekuatan baru di partai berlambang pohon beringin ini.

Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, menegaskan membuka ruang kepada Bobby Nasution bila suatu hari ingin terjun ke politik dan memilih bergabung dengan partainya. Sebagai partai lama, pintu kaderisasi partai terbuka untuk siapa saja. Termasuk menantu presiden.

"Semakin banyak orang yang bergabung dengan partai golkar kan semakin bagus, termasuk Mas Bobby Nasution," tegas Ace menerangkan.

(mdk/ang)