MALANG
  1. MALANG
  2. AREMANIA
Kabar Arema

Arema FC sambut positif kewajiban penyediaan AED di lapangan

rema menyebut bahwa ketersediaan alat untuk melakukan terapi listrik pada jantung tersebut merupakan hal yang tak bisa ditawar lagi.

Oleh: Rizky Wahyu Permana 14 Maret 2018 15:24

Merdeka.com, Malang - Arema FC mengomentari terkait kewajiban bagi tiap tim untuk menyediakan alat AED (Automated External Defibrillator) bagi tiap tim yang bermain kandang. Dilansir dari Bola.net, Arema menyebut bahwa ketersediaan alat untuk melakukan terapi listrik pada jantung tersebut merupakan hal yang tak bisa ditawar lagi.

"Memang ketersediaan AED ini merupakan sebuah kewajiban," ujar dokter tim Arema FC, dr. Nanang Tri Wahyudi, SpKO.

"Namun, sepertinya, di Indonesia agak terlambat penerapannya," sambungnya.

Nanang mengatakan bahwa sebagian besar kasus kematian di lapangan adalah akibat henti jantung. Karenanya, keberadaan AED untuk pertolongan pertama bagi kondisi ini mutlak diperlukan.

"Pertolongan pertama bagi korban dalam kasus ini bukanlah segera dibawa ke rumah sakit. Pertolongan pertama di tempat adalah yang menentukan," tutur Nanang.

"Salah satu alat yang vital untuk kasus-kasus seperti ini adalah pacu jantung," tambahnya.

Lebih lanjut, Nanang juga mengungkapkan perbedaan antara AED dengan alat pacu jantung yang biasa terdapat di rumah sakit. Dia menyebut bahwa AED mampu memberi instruksi tindakan yang perlu dilakukan berdasar kondisi pasien.

"Semua tergantung dari kondisi yang dideteksi alat tersebut," ucapnya.

Terkait alat tersebut, Nanang menyebut bahwa hal tersebut telah tersedia di tim medis yang bertugas dalam pertandingan Arema. Dia mengaku selalu mengontrol ketersediaan alat tersebut dan alat-alat pertolongan pertama lainnya.

"Saya belum tahu apakah tiap tim harus punya atau tiap panpel yang harus menyediakan," kata Nanang.

"Namun, sepertinya, yang penting alat tersebut harus ada," tambahnya.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) sendiri sebelumnya baru saja memperketat aturan regulasi medis untuk Liga 1 2018. Setiap klub wajib menyediakan automated external defibrillator (AED), sebuah perangkat elektronik portabel yang digunakan untuk mendiagnosis aritmia jantung ketika ada kondisi buruk yang mengancam nyawa seseorang.

Nanang sendiri berharap bahwa tak hanya AED saja yang harus disiapkan dalam tiap pertandingan. Dia menyebut bahwa kewajiban panpel adalah memastikan kesiapan infrastruktur medis.

"Salah satunya, tandu yang digunakan adalah tandu khusus. Ini untuk mengantisipasi agar jika ada kondisi cedera tulang belakang tak bertambah fatal," tandasnya.

Baca juga:

(rwp/rwp)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG