MALANG
  1. MALANG
  2. KABAR MALANG
Jelajah Malang

[Foto] Menikmati eksotisme bangunan kelenteng Eng An Kiong

Berdiri sejak tahun 1825, berikut eksotisme bangunan Kelenteng Eng An Kiong yang kental dengan nuansa Tionghoa.

Oleh: Siti Rutmawati 5 Februari 2017 06:27

Keberadaan kelenteng Eng An Kiong di bilangan Kota Lama memang terlihat mencolok. Kelenteng Eng An Kiong sendiri merupakan rumah ibadah yang menaungi tiga agama, yakni Buddha, Tao, dan Konghucu.

Kelenteng Eng An Kiong dibangun atas prakarsa dari Liutenant Kwee Sam Hway. Sebutan Liutenant yang melekat pada nama Kwee Sam Hway merupakan gelar yang diberikan pada pemimpin masyarakat Tionghoa di Malang kala itu. Ia menjabat sebagai pemimpin masyarakat Tiongkok pada tahun 1842-1863. Tahun 1865, Kwee Sam Hway meninggal dunia, sehingga pengurusan Kelenteng diserahkan kepada keturunannya.

Pembangunan kelenteng Eng An Kiong dilakukan dalam dua periode. Pertama yaitu pembangunan ruangan tengah dan ruangan induk pada 1825. Kemudian menyusul pembangunan bangunan lain di sekitarnya pada tahun 1895 dan 1934.

Memasuki bangunan Kelenteng Eng An Kiong, dinding bangunan terlihat penuh dengan simbol dan pahatan kisah-kisah perjalanan spiritual. Di setiap altar, berbagai persembahan untuk dewa pun tertata rapi di atas sebuah meja yang menghadap kepada patung dewa. Tak lupa, damar beserta lilin yang selalu menyala mendampingi sesajian di atas meja tersebut. Tercium pula wangi dupa yang dibakar memenuhi seisi ruangan di masing-masing altar dewa.

Berikut merupakan eksotisme bangunan kelenteng Eng An Kiong yang akan menginjak usia 192 tahun pada pertengahan tahun 2017 ini. 

Baca juga:

Bunsu Anton, Humas sekaligus Rohaniawan di Kelenteng Eng An Kiong saat menjelaskan tentang tulisan-tulisan Cina yang menyerupai prasasti. Tulisan yang tertera di tembok Kelenteng tersebut berisi nama orang-orang yang berjasa dalam pembangunan Kelenteng Eng An Kiong.

© 2017 merdeka.com
Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG