MALANG
  1. MALANG
  2. GAYA HIDUP
Seputar Ramadan

5 Guyonan terkait puasa Ramadan yang sudah tidak lucu lagi

Oleh: Rizky Wahyu Permana 30 Mei 2017 02:45

3. "Saya kira azan Maghrib, ternyata azan Asar, habis kedengarannya sama sih"

Guyonan lain yang barangkali usianya sudah sangat tua dan diulang-ulang terus tanpa henti adalah tentang membedakan azan Maghrib dengan azan Asar atau azan Zuhur. Biasanya motif yang dipakai sebelum melancarkan aksi guyonan ini adalah pura-pura mau minum atau makan lalu dengan pasang muka polos bertanya "Ini tadi azan Maghrib ya?".

Guyonan ini tentu saja sebenarnya sangat lucu kalau baru pertama kali didengar, namun ketika sudah diulang-ulang berkali-kali maka akan terkikis habis kelucuannya. Lebih tidak lucu lagi ketika dilontarkan ketika siang hari sedang panas-panasnya dan pura-pura melucu bertanya apakah itu azan Maghrib. Ketahuilah hai kawan, guyonan tersebut sudah basi dan kumandang azan akan terdengar sama semua kecuali azan Subuh jadi sebaiknya hindari guyonan ini!

4. "Umak posoan kok nakam?"
    "Lho poso kan nopo-nopo kerso"

Istilah puasa atau poso sebagai singkatan dari nopo-nopo kerso yang berarti mau apapun. Motif yang dikeluarkan ketika mengeluarkan guyonan ini biasanya sama dengan guyonan 'azan' tadi yaitu pura-pura mau makan dan minum atau pada beberapa kasus memang sudah makan dan minum.

Biasanya mereka akan menunggu orang lain bertanya apakah berpuasa atau tidak. Lalu orang yang akan mengeluarkan guyonan ini akan sedikit tersenyum dan merasa sebagai orang yang mampu mengeluarkan guyonan terbaik di dunia dan mengeluarkan kata-kata sakti "Lho poso kan nopo-nopo kerso (lho puasa kan artinya mau apapun)", yang tentu saja saat ini sudah tidak ada lucu-lucunya lagi.

5. "Carilah lima perbedaan dari dua gambar ini"

Guyonan terakhir ini mungkin memiliki usia yang paling muda dibanding para pendahulunya yang telah kita bahas bersama di atas. Namun percayalah, guyonan ini juga sudah sama kedaluarsanya dan kehilangan kelucuan lagi karena sudah terlalu banyak dilakukan.

Biasanya guyonan ini beredar di grup-grup WhatsApp atau juga di sosial media seperti Facebook dan Twitter. Akan terdapat sebuah gambar es buah yang sangat menggoda dan identik yang berdempet dengan tulisan "carilah lima perbedaan dari dua gambar ini".

Awalnya guyonan ini akan lucu karena ketika siang hari sedang terik dan dahaga menyerang muncul gambar es buah yang lucu dan membuat tenggorokan bertambah haus. Namun ketika selama bertahun-tahun guyonan ini terus beredar dan kadang selama 30 hari penuh bulan Ramadan maka kadar kelucuannya sudah jatuh bebas dan hilang terutama jika gambar es buah yang digunakan juga tidak berubah sejak tahun 2012 hingga 2017 ini.

Walau kini sudah tak lucu lagi, lima guyonan di atas sempat sangat lucu dan menikmati masa-masa jayanya. Namun karena penggunaan yang berlebih, maka seluruh kelucuannya menjadi hilang dan malah bisa-bisa menimbulkan amarah bagi pembacanya. Jadi, hindari penggunaan guyonan itu untuk menjaga tali silaturahmi dengan kawan atau saudaramu. Namun jika ingin kegiatan meminta maaf di Idul Fitri semakin syahdu dan sepenuh hati maka lakukan saja lima guyonan tersebut sepenuh hati untuk menumpuk kesalahan sebanyak-banyaknya.

Baca juga:

(rwp/rwp)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG