MALANG
  1. MALANG
  2. GAYA HIDUP
Kampus

Atasi limbah, Molindo gandeng Universitas Negeri Malang riset teknologi kelola limbah

Industri produsen ethanol PT Molindo Raya Industrial (MRI) mengandeng UM terkait riset pengolahan dan pemanfaatan limbah.

Oleh: Rizky Wahyu Permana 17 Juli 2018 14:35

Merdeka.com, Malang - Industri produsen ethanol PT Molindo Raya Industrial (MRI) mengandeng Universitas Negeri Malang (UM) terkait riset pengolahan dan pemanfaatan limbah. Riset dititikberatkan pada proses teknologi industri alkohol, gula ataupun asam organik dan teknologi pengolahan limbah.

"Tujuan riset untuk membangun kerjasama saling menguntungkan dalam rangka peningkatan pemanfaatan hasil produksi dan limbah PT Molindo," kata Arief Goenadibrata, Direktur Utama MRI usai penandatangan Memory of Understanding (MoU) di Universitas Negeri Malang, Senin (17/7).

Kerjasama dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman antara PT Molindo Raya Industrial (MRI) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) untuk waktu 3 tahun. Pendatanganan kerjasama diwakili Rektor Universitas Negeri (UM) Malang, Prof. Dr. AH. Rofi'uddin, M.Pd dan Arief Goenadibrata, Direktur Utama MRI.

Arief mengatakan, Molindo yang berusia 53 tahun, sejak awal para pendiri dan pengelolanya selalu berkomitmen terhadap kepedulian lingkungan. Perusahaan bisnis pengelolaan limbah berlokasi di Lawang, Malang itu kini juga membangun komitmen menjadi perusahaan yang bersifat green manufacturing.

"Di satu sisi kami tingkatkan efisiensi material dan energi pada proses produksi. Sisi lain kami juga meminimalkan kerusakan lingkungan hingga titik nol," jelasnya.

Tahun 2009 lalu, kata Arief perusahaan yang kini menghasilkan ethanol 80 juta liter per tahun itu membuat green house seluas tiga hektare. Di lahan itu dilakukan pengeringan limbah secara natural yang kemudian dicampur dengan bahan lain untuk dijadikan pupuk organik.

MRI juga meningkatkan tantangan dalam pengelolaan limbah, yaitu pengelolaan limbah vinase cair. Limbah vinase cair yang dihasilkan ke depan akan diolah menjadi sumber energi listrik dengan mesin boiler vinase dari teknologi India. Proses pembangunan boiler vinase tengah berlangsung dan ditargetkan akan beroperasi pada awal 2019.

Listrik dari hasil vinase boiler ini mampu menghasilkan 56 ton uap yang akan dikonversi menjadi 4,9 MW listrik. Di mana akan lebih dari cukup untuk untuk memenuhi kebutuhan operasional pabrik yang saat ini sekitar 4,5 MW.

"Upaya mengelola lingkungan di MRI merupakan sesuatu yang menantang kami harus sungguh-sungguh, teliti dan berkomitmen," tegasnya.

Molindo mengaku mengucurkan dana ratusan miliar untuk mengelola limbah. Namun demikian MRI tidak akan berhenti untuk menjadi perusahaan yang ramah lingkungan.

"Kami terus melakukan monitoring serta melanjutkan pengembangan teknologi baru untuk lebih meningkatkan efisiensi proses," Indra Winarno, Komisaris Utama MRI, memaparkan.

Salah satu apresiasi positif dari hasil MRI mengelola perusahaan berwawasan lingkungan yakni diraihnya penghargaan dari Majalah Swa. MRI juga menjadi industri terbaik nomer dua dalam ajang Indonesia Green Company Award 2018 yang penghargaannya baru diterima 11 Juli 2018 lalu.

"Molindo berharap penandatangan MoU hari ini akan menjadi awal kerjasama dengan Universitas Negeri Malang yang produktif dan sejalan dengan cita-cita Molindo untuk menjadi perusahaan yang bertanggung jawab baik secara bisnis maupun sosial," tutup Arief.

Sementara Rektor Universitas Negeri (UM) Malang, Prof. Dr. AH. Rofi'uddin, M.Pd mengatakan, riset dan kajian sudah dikerjakan sekian waktu. Saat ini pada tahap implementasi dari proses yang dilakukan Perguruan Tinggi.

"Sifatnya laboratories, akademik tapi juga masuk ke dunia bisnis sosial," katanya.

Baca juga:

(rwp)

Laporan: Darmadi Sasongko

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG