MALANG
  1. MALANG
  2. GAYA HIDUP
Malang Kreatif

Film 'Yowis Band' gunakan dialog penuh bahasa Jawa

Film pertama Bayu Skak, Yowis Band digarap dengan menggunakan dialog penuh bahasa Jawa.

Oleh: Siti Rutmawati 26 November 2017 00:03
Bayu Skak saat Syuting Yowis Ben

Merdeka.com, Malang - Film pertama Bayu Skak, Yowis Band digarap dengan menggunakan dialog penuh bahasa Jawa. Script dialognya pun digarap sendiri oleh komedian asal Sawojajar, Kota Malang tersebut.

"Full bahasa Jawa, saya yang bikin naskahnya," kata Bayu Skak saat ditemui di sela syuting di Kampung 3D (Tridi) Kelurahan Ksatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Rabu (22/11).

Bayu yang asli Kota Malang mengaku punya banyak alasan memilih bahasa Jawa sebagai dialog filmnya. Salah satunya karena faktor kecintaan pada tanah kelahirannya. Selain itu juga terinspirasi dengan film serupa asal Makassar yang meledak di pasaran setahun lalu.

"Kenapa saya bikin film bahasa Jawa, karena tahun kemarin ada film dari Makassar judulnya Uang Panai," terangnya.

Film Uang Panai, kata Bayu, tidak ada sama sekali bintang dari Jakarta, juga tidak ada investor dari Jakarta. Bahasanya menggunakan bahasa Makassar sepenuhnya. Tetapi setelah turun dari bioskop, penontonnya tercatat mencapai 500 ribu penonton.

"Apa yang kita lihat dari sini. Kalau yang bikin tentang daerah, yang akan nonton orang daerah itu. Kita lihat orang Makassar berapa sih kok sampai yang melihat 500 ribu?" tegasnya.

Bayu juga menceritakan, saat menghadap produser sempat ditanyakan tentang penggunaan bahasa Jawa yang dianggap segmented. Tetapi dirinya berusaha meyakinkan bahwa filmnya bakal diterima di dunia film tanah air.

"Arema, Jawa Tengah, Jawa Timur akan support dengan bahasa Jawa. Apalagi sekitar 40 persen orang Indonesia orang Jawa juga. Sangat optimis sekali, ini bakal laku," katanya.

Yowis Band merupakan film pertama bagi Bayu Skak yang juga bertindak sebagai pemain dan co-sutradara. Film yang mengambil setting Kota Malang itu disutradarai Fajar Nugros.

"Syuting di Malang mulai 20 November sampai 5 Desember. Sebelumnya di Alun Alun, Gereja Hati Kudus, Kampung 3D, Batu," katanya.

Turut bermain dalam film ini legenda komedian Jawa Timur Kartolo dan Sapari, Joshua Suherman, Cut Meyriska, Brandon Salim, Ita Budiman, Erick Estrada, dan lain-lain.

Baca juga:

(sr)

Laporan: Darmadi Sasongko

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG