MALANG
  1. MALANG
  2. GAYA HIDUP
Kampus

Mahasiswa UMM membuat mesin cuci yang menyehatkan dan irit

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan inovasi berupa mesin cuci yang menyehatkan penggunanya sekaligus super irit.

Oleh: Rizky Wahyu Permana 26 Juni 2018 08:06

Merdeka.com, Malang - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan inovasi berupa mesin cuci yang menyehatkan penggunanya sekaligus super irit. Mesin cuci ini disebut menyehatkan karena memang menggunakan tenaga manusia sebagai sumber energi penggeraknya.

Sehingga dijamin akan membakar lemak-lemak dalam tubuh, selayaknya olah raga bersepeda. Karenanya para penemuan ya, yakni 9 mahasiswa Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik UMM memberi nama Mesin Cuci Gowes.

Selain itu, dijamin irit karena memang sama sekali tidak menggunakan energi listrik yang memakan tarif. Sehingga para ibu rumah tangga dijamin tidak akan pusing dengan biaya pemakaian listrik setiap bulan.

Awalnya mesin cuci ini merupakan tugas mata kuliah Pengembangan Produk untuk membuat sebuah karya. Arfian Sinatrya Darussalam bersama 8 orang anggota kelompoknya membuat alat baru dengan memodifikasi berbagai peralatan lama, di bawah dosen pembimbing, Muhammad Lukman.

Mereka manfaatkan mesin cuci rusak yang sudah tidak terpakai lagi yang kemudian digabungkan dengan sepeda angin atau sepeda gowes. Alat itu sebagai solusi, khususnya bagi ibu rumah tangga untuk memudahkan mencuci baju dengan biaya yang relatif murah.

Mesin ini dibuat dengan manfaatkan beberapa bagian rangka masih cuci yang dirangkaikan dengan alat semacam gir untuk memutar. Penggunanya murni mengandalkan kaki untuk menggowes sepeda. Sehingga alat ini memang cukup mudah digunakan.

Proses pengerjaan alat tersebut memakan waktu sekitar tiga bulan, berikut proses penyempurnaan yang dimulai dari riset hingga produksinya. "Ke depannya kami ingin membuat mesin cuci gowes yang lebih baik dan lebih baik lagi," tutur Alvian di UMM, Sabtu (23/6).

Saat ini mesin cuci gowes dipakai secara pribadi oleh Arvian dan teman-temannya di tempat kosnya. Setelah unjuk gigi di gelar produk universitas, mesin ini diharapkan dapat dikomersilkan.

Sekretaris Prodi Teknik Industri UMM, Dian Palupi Restuputri mengatakan mata kuliah Pengembangan Produk menjadi awal dari mahasiswa menghasilkan suatu karya, baik memodifikasi yang sudah ada atau membuat karya baru yang belum pernah ada sebelumnya.

"Keterampilan jurusan teknik industri salah satunya adalah membuat suatu produk yang mana nantinya dapat diaplikasikan baik untuk dunia industri maupun masyarakat," tegasnya.

Baca juga:

(rwp)

Laporan: Darmadi Sasongko

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG