MALANG
  1. MALANG
  2. GAYA HIDUP
Sejarah Malang

Malang sebagai kota para pemberontak sejak zaman kerajaan hingga kini

Dalam rentang waktu yang panjang, kota Malang menjadi sebuah simbol akan pemberontakan mulai dari perlawanan fisik hingga kebudayaan.

Oleh: Rizky Wahyu Permana 18 Oktober 2016 10:47

Merdeka.com, Malang - Kota Malang terkenal dengan karakter masyarakatnya yang cukup keras dan blak-blakan untuk orang Jawa. Bahkan dari segi bahasa, bahasa Jawa yang dugunakan oleh masyarakat Malang juga tergolong cukup kasar dengan nada yang tidak selembut daerah lain. Sifat keras dari masyarakat Malang ini sebenarnya bukan hanya terjadi belakangan ini saja, jika ditelusuri sejarahnya, hal ini sudah terjadi sejak jauh sebelumnya.

Salah satu raja Jawa yang menjadi asal muasal dari imperium-imperium selanjutnya di Nusantara adalah Ken Arok, raja pertama Singosari yang bergelar Rajasa. Setelah merebut kekuasaan Tumapel dari Awuku Tunggul Ametung, Ken Arok menjadikan Tumapel tidak lagi sebagai kerajaan bawahan Kadiri namun menjadi sebuah kerajaan yang merdeka dan berdiri sendiri.

Bahkan tak hanya sebatas jadi merdeka saja, selanjutnya Ken Arok menyiapkan pemberontakan untuk melawan Kadiri yang sebelumnya membawahi wilayah Tumapel atau Malang saat ini. Pada pertempuran antara Kadiri dan Tumapel yang terkenal sebagi perang Ganter, Ken Arok mampu membuat Kadiri kalah dan untuk sementara waktu berbalik menjadi kerajaan bawahannya.

Selanjutnya, pada masa kerajaan Mataram, pemberontakan dari masyarakat Malang juga cukup terkenal dan disebut menjadi asal-usul dari pemberian nama Malang ini. Pada masa itu, sunan Mataram coba menguasai wilayah Jawa Timur atau yang dikenal sebagai Brang Wetan. Setelah menguasai berbagai daerah pesisir, Mataram kemudian coba mengarah ke gunung dan menguasai Malang, namun rupanya semua tidak berjalan mulus.

Perlawanan yang sengit dari masyarakat Malang membuat sunan Mataram berpikir bahwa masyarakat ini 'malang' atau menghalang-halangi keinginan mereka. Perlawanan yang sengit serta ketidakinginan untuk tunduk ini telah menyebabkan Malang dikenal sebagai daerah yang memberontak dan sulit ditaklukkan.

Pada masa pendudukan Belanda, hal yang sama terulang kembali. Karena wilayah Malang yang memang berlembah dan bergunung, daerah ini merupakan sebuah benteng alam yang sangat cocok untuk bertahan. Dwi Cahyono menulis bahwa pada tahun 1679, salah satu tokoh asal Madura, Trunajaya bersama bangsawan Goa, Karaeng Galesong menggunakan wilayah Ngantang sebagai benteng mereka dalam mempertahankan diri melawan Belanda. Hingga saat ini, makam Karaeng Galesong sendiri ada di wilayah tersebut.

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG