MALANG
  1. MALANG
  2. GAYA HIDUP
Sejarah Malang

Melihat lebih dekat 4 kesenian tari khas Kota Malang

Arek Malang wajib tahu, ini empat kesenian tari yang jadi kekayaan daerah.

Oleh: Siti Rutmawati 6 April 2016 12:32

Merdeka.com, Malang - Tarian merupakan salah satu pencerminan kekayaan budaya masyarakat. Tari sendiri merupakan seni yang menggunakan gerakan tubuh secara berirama yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu dengan tujuan untuk mengungkapkan perasaan, tujuan tertentu dan juga pikiran.

Sebagai negara yang kaya akan budaya, Indonesia juga memiliki begitu banyak kekayaan seni tari dengan kekhasan yang berbeda-beda di setiap daerah, termasuk Malang. Terkait dengan tarian khas daerah, Malang memiliki empat jenis tarian unik sebagai kekayaan seni khas daerah. Penasaran apa saja?

1. Tari Beskalan
Tari ini dikenal sebagai tarian selamat datang karena memang ditampilkan sebagai rangkaian upacara penyambutan. Istilah "beskalan" berasal dari kata "bakalan" yang berarti pertama atau dasar dari segala bentuk penghargaan dari tamu atau orang asing yang muncul secara spontan. Tari ini diperkirakan muncul sekitar tahun 1930-an.

Terkait kostum, kepala penari menggunakan sanggul yang dihias dengan cundhuk mentul. Pada bagian tubuh, penari akan menggunakan kemben yang dipadukan dengan ilat-ilatan.

Sedangkan kostum bagian bawah menggunakan celana hingga lutut yang dilengkapi dengan kain di bagian depan dan belakang yang sejajar dengan celana. Pada bagian kaki, penari biasanya menggunakan kaus kaki putih dan gongseng. Tak lupa, selembar selendang dipasangkan di bahu penari sebagai atribut wajib sang penari.

Gerakan tari Beskalan terbilang anggun namun lincah dan dinamis. Tak heran, jika gerakan tarian ini mampu menggambarkan sisi kecantikan dan kelincahan seorang wanita.

Pertunjukan tari beskalan diiringi oleh alunan musik tradisional. Pada awalnya iringan musik hanya menggunakan alat musik sederhana seperti kendang, jidor dan lainnya. Namun kini, kamu akan lebih sering menemui Tari Beskalan yang diiringi dengan alunan musik gamelan jawa laras slendro yang menjadi ciri khas gamelan Jawa Timur.

2. Tari Bedayan Malang
Tak jauh berbeda dengan Tari Beskalan, tarian ini juga bertujuan untuk menyambut kedatangan tamu. Bedanya, tari Bedayan mengandung makna keterbukaan diri dan kesederhanaan. Tari Bedayan merupakan penggambaran sifat dan sikap keterbukaan masyarakat Malang yang diungkapkan melalui kesederhanaan dan lugas.

Berdasarkan legenda, tarian ini menggambarkan pertemuan antara raja-raja Jawa dengan Nyi Roro Kidul. Tari Bedaya terdiri dari sembilan penari yang masing-masing memiliki peran tersendiri, namun tetap menyatu dalam kesatuan gerak yang indah. Masing-masing peran diberi nama Batak, Gulu, Dada, Buncit, Endel Weton, Endel, Apit Wingking, Apit Ngajeng, dan Apit Meneng.

3. Tari Grebeg Wiratama
Berbeda dengan kedua tarian sebelumnya, tari Grebeg Wiratama ini menampilkan gerakan yang lebih maskulin dan tegas. Tentu saja ini sesuai dengan pesan yang disampaikan dalam tari ini.

Tari Grebeg Wiratama menggambarkan jiwa keperwiraan prajurit yang akan berangkat menuju peperangan. Tak hanya itu, tarian ini juga menggambarkan sisi humoris yang menjadi bagian dari sifat manusia.

4. Tari Topeng Malangan
Tari topeng Malangan adalah pertunjukkan kesenian tari di mana semua pemerannya menggunakan topeng. Secara umum, cerita yang diangkat sebagai konsep tarian adalah cerita panji. Kenal dengan istilah cerita panji? Cerita panji adalah kumpulan cerita yang berasal dari tanah Jawa periode klasik.

Banyak versi terkait dengan cerita panji, hanya saja inti cerita selalu berputar dalam kisah cinta antara Panji Asmarabangun dan Galuh Candrakirana. Karena memiliki beragam versi cerita yang berbeda-beda, maka semuanya dikelompok dalam satu kategori yang dikenal dengan lingkup panji.

Meskipun begitu, cerita dalam tari topeng juga dikembangkan dengan menceritakan kehidupan sosial dan cerita humor.Tradisi tari topeng memang tak hanya di temukan di Malang.

Hanya saja, karakteristik budaya malangan yang kuat terletak pada jenis topeng yang digunakan. Topeng Malangan memiliki keragaman warna yang unik sehingga bisa membedakan dirinya dengan topeng dari daerah lain.

Selain itu. ornamen atau ukiran topeng Malangan juga lebih detail. Salah satu perbedaan yang menonjol ada pada topeng untuk tokoh para ksatria. Selain itu, karakteristik topeng malangan diperkuat dengan kombinasi lima warna dasar, yaitu merah, putih, hitam, kuning, dan hijau. Masing-masing warna menyimbolkan keberanian, kesucian, kebijaksanaan, dan kebahagiaan

Baca juga:

(sr/sr)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG