MALANG
  1. MALANG
  2. KABAR MALANG
Event

102 Model beraksi di Malang Fashion Street Festival 2016

Sebanyak 102 model dan desainer asal Malang turut memeriahkan Malang Fashion Street Festival 2016 untuk menyambut HUT kota Malang ke-102.

Oleh: Rizky Wahyu Permana 3 April 2016 20:48

Merdeka.com, Malang - Sebanyak 102 model dan desainer asal Malang turut memeriahkan Malang Fashion Street Festival 2016. Acara tersebut menjadi rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang ke-102.

Mereka berlenggak-lenggok di catwalk jalanan di Jalan Simpang Balapan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (3/4) sore. Baju rancangan desainer penuh bakat dipamerkan di hadapan pengunjung yang hadir.

Turut hadir dalam acara tersebut, desainer kelas dunia Samuel Wattimena. Ia mengaku kagum dengan karya-karya desainer Kota Malang.

"Kreatifitasnya dalam menggunakan kain tradisional sangat patut diapresiasi," kata Samuel Wattimena di Malang, Sabtu (3/4).

Kata Samuel, para pelaku industri kreatif di Kota Malang khususnya bidang fashion harus menggunakan sebaik-baiknya keseriusan Pemkot yang ingin mengembangkan industri kreatif.

Acara Malang Fashion Street Festival 2016 merupakan momen istimewa yang bisa menjadi celah untuk pengembangan. Apalagi pemerintah, sedikit banyak sudah memberikan dukungan.

"Karena itu selain kreasi perlu juga inovasi lain seperti branding dan juga pemasaran," katanya.

Acara Malang Fashion Street Festival 2016 dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang, Farida Dewi Suryani. Acara tersebut even fashion pertama di Kota Malang yang diprakarsai oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

Umi Farida dalam sambutan mengatakan bahwa dunia fashion saat ini berkembang dengan pesat dan menjadi subsektor penggerak industri kreatif. Dunia fashion mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 54 persen dan memiliki nilai tambah di industri kreatif sebanyak 44,3 persen.

Umi Farida bersama para peserta Malang Fashion Festival 2016
© 2016 merdeka.com/Darmadi Sasongko


"Fashion saat ini menjadi lokomitif industri kreatif dan mampu menambah nilai di bidang ekonomi. Sektor ini didukung oleh beberapa pilar, yakni sumber daya manusia, industri, teknologi dan lembaga pembiayaan," katanya.

Metamorfosa dunia fashion, katanya membuat sektor ini mengalami pergeseran. Dari awalnya kebutuhan menutup aurat menjadi kebutuhan akan gaya dan trend manusia.

"Kegiatan hari ini, merupakan sebuah terobosan baru, di mana biasanya ditampilkan di kalangan tertentu, saat ini bisa dinikmati segala kalangan," imbuhnya.

Umi juga mendorong adanya sinergitas antara dunia fashion dengan pariwisata. Jika dua elemen itu dipacu maka Kota Malang mampu menawarkan objek wisata dari berbagai aspek.

"Tidak hanya segi keindahan alamnya, namun juga ditopang induatri kreatif, suasana yang nyaman dan juga dukungan regulasi dari pemerintah," katanya.

Reporter: Darmadi Sasongko

Baca juga:

(rwp)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG