MALANG
  1. MALANG
  2. KABAR MALANG
Seputar Ramadan

Begini saran dari BI untuk cegah inflasi selama bulan Ramadan

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Dudi Herawadi memberi sebuah saran untuk menekan laju inflasi selama Ramadan.

Oleh: Rizky Wahyu Permana 21 Mei 2018 13:19
Ilustrasi pasar murah ramadan

Merdeka.com, Malang - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Dudi Herawadi memberi sebuah saran pada pemerintah daerah (Pemda). Dilansir dari Antara, Dudi menyarankan Pemda membentuk perusahaan berbentuk perseroan terbatas (PT) yang bergerak di perdagangan untuk memotong mata rantai.

"Idealnya, Pemda baik kota maupun kabupaten membentuk perusahaan, tapi jangan perusahaan daerah (PD), melainkan PT yang bergerak di bidang perdagangan guna memotong mata rantai perdagangan, sehingga harga kebutuhan bahan pangan di daerah bisa ditekan," jelas Dudi.

Beberapa pekan terakhir terutama ketika telah mendekati dan masuk Ramadan, harga kebutuhan bahan pangan pokok memang cenderung naik. Kenaikan ini disebutnya karena mata rantai yang panjang tersebut.

"Naiknya harga beberapa komoditas pangan tersebut karena mata rantai yang panjang," ujarnya.

Dudi mengungkapkan bahwa komoditas yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan adalah daging ayam ras dan telur ayam ras. Hal ini disebutnya cukup berbeda karena pada tingkat peternak, harga ayam ras dan ayam petelur relatif normal.

Pada bulan Ramadan ini, untuk menekan inflasi, Dudi juga meminta perbankan dan Pemda menggelar pasar murah. Hal ini disebut dilakukan untuk menekan inflasi sejumlah harga bahan pangan pokok.

"Melalui Tim pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di wilayah kerja BI Malang, program pengendalian inflasi selama Ramadan akan dilaksanakan pasar murah," jelasnya.

Kegiatan pasar murah ini sendiri nanti akan melibatkan sejumlah elemen mulai dari perbankan, Pemda, dan media massa untuk membantu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Selain itu, hal ini juga dapat membantu membangun ekspektasi masyarakat mengenai ketersediaan bahan pangan untuk menghindari perilaku konsumtif yang cenderung berlebihan.

"Kami berharap setiap elemen masyarakat dapat berperan serta dan terlibat dalam menjaga daya beli masyarakat di Kota Malang dan sekitarnya, sebab kenaikan harga yang merupakan pengaruh dari ekspektasi masyarakat menjadikan pola belanja berlebihan harus dicegah, sehingga inflasi bisa ditekan. Sebab, inflasi akan berdampak pada pengurangan daya beli masyarakat," tandas Dudi.

Baca juga:

(rwp/rwp)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG