MALANG
  1. MALANG
  2. KABAR MALANG
Event

CEO KLY Steve Christian: Jangan takut partnership, jangan takut kongsi

CEO Kapanlagi Youniverse (KLY), Steve Christian berbagi cerita sukses membangun perusahaan kepada ribuan mahasiswa di kota kelahirannya, Malang.

Oleh: Rizky Wahyu Permana 28 September 2018 13:05

Merdeka.com, Malang - CEO Kapanlagi Youniverse (KLY), Steve Christian berbagi cerita sukses membangun perusahaan kepada ribuan mahasiswa di kota kelahirannya, Malang. Steve yang asli Blimbing memberikan kunci sukses, salah satunya untuk tidak segan berpartnership atau berkongsi agar perusahaan bisa berkembang.

"Kita selalu ingin menguasai 100 persen. Pada saat kita ingin 100 persen kita tidak kasih kesempatan orang lain untuk memiliki perusahaan kita, itu yang membuat modal tidak berkembang," kata Steve Christian di EMTEK Goes to Campus 2018 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (27/9).

Steve berkisah, awalnya dia membangun Kapanlagi Network (KLN) dengan seorang partner dari Kota Malang dengan produk Kapanlagi.com. Kemudian, lanjut Steve, EMTEK masuk ke KLN dan berganti nama jadi Kapanlagi Youniverse (KLY). Kini KLY terdiri dari Kapanlagi.com, Liputan6.com, Merdeka.com, Fimela.com, Vemale.com, Dream.co.id, Bola.com, Bola.net.

Dia mengaku hanya mempekerjakan 5 orang saat kembangkan Kapanlagi.com dan sekarang sudah mencapai 1.000 orang.

"Apa yang saya lakukan? Saya undang orang lain yang saya percaya dan orang lain yang saya anggap punya modal untuk memasukkan modalnya ke perusahaan saya. Sehingga dengan demikian perusahaan akan punya duit," katanya.

"Adanya EMTEK tentu saja membuat perusahaan menjadi semakin gede. Bagaimana mengembangkan suatu perusahaan? Jangan takut partnership, jangan takut kongsi," tambahnya.

Steve mengaku berangkat dari orang yang tidak punya modal untuk membangun perusahaan, dan bukan dari keluarga kaya. Namun saat ini perusahaannya bisa memberi penghidupan bagi ribuan karyawan.

Alumnus SMA Santo Jusuf Malang ini juga bercerita tentang pengalaman hidupnya yang pernah ditolak menjadi sorang kasir sebuah apotik. Berangkat dari kegagalan itu membuatnya termotivasi untuk membangun lapangan kerja.

"Kalau Anda ingin melakukan sesuatu, find your purpose, cari tujuannya apa? Kalau tidak punya tujuan atau sekadar mencari uang mungkin 3-4 tahun akan capek dan meninggalkan pekerjaan itu. Purpose membuat Anda tetap ingin maju," katanya.

"Purpose saya ingin membangun lapangan pekerjaan, karena banyak orang butuh pekerjaan. Saya pernah ditolak bekerja saat melamar di apotik Sejati di Malang sini," terangnya.

Steve berharap nantinya lahir dan tumbuh banyak entrepeneur baru yang membuka lapangan pekerjaan.

"Saya ingin dari Anda lahir yang seperti itu. Suatu hari keluar dari kampus memulai karir. Suatu hari bisa memberi lapangan pekerjaan untuk temen-temen lain, untuk 10 ribu, 100 ribu, siapa tahu?" katanya.

Baca juga:

(rwp)

Laporan: Darmadi Sasongko

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG