MALANG
  1. MALANG
  2. KABAR MALANG
Peristiwa

Demi dipertemukan dengan istri dan anak, Osep Saiku nekat panjat tower 72 meter

Diduga depresi, Osep Saiku nekad memanjat tower telekomunikasi setinggi 72 meter di Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang .

Oleh: Rizky Wahyu Permana 9 November 2018 01:01

Merdeka.com, Malang - Diduga depresi, Osep Saiku nekad memanjat tower telekomunikasi setinggi 72 meter. Warga Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang itu meminta didatangkan istri dan anaknya.

Osep terlihat di atas tower di Jalan Leces Dusun Sonosari, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang pukul 08.00 WIB. Namun warga lainnya mengaku sudah melihat Osep sejak sehari sebelumnya.

Petugas gabungan dari PMI, BPBD, Polsek, Koramil dan SAR berusaha memintanya agar turun. Osep bergeming dengan berdiam diri di ketinggian. Dua orang petugas dengan peralatan keselamatan mencoba membujuknya, tetapi tidak juga membuahkan hasil.

Petugas yang berada di puncak tower melakukan negosiasi agar bersedia turun. Namun Osep mau turun jika didatangkan istri dan anaknya ke lokasi. Istrinya, Titin diketahui minggat dari rumah bersama anak.

"Istrinya minggat sejak kapan tidak tahu," kata Fais Yuwono, teman Osep yang datang di lokasi, Rabu (7/11).

Aksi Percobaan Bunuh Diri
© 2018 merdeka.com/Darmadi Sasongko

 

Ani, teman istri Osep juga dihadirkan guna membujuknya turun dengan menggunakan handy talky (HT). Petugas juga menggunakan video call untuk menampilkan wajah Ani, namun tetap tidak mau turun, begitu pun saat ibunya didatangkan.

"Sep! ayo turun. Saya bantu cari istrimu. Semua masalah bisa diselesaikan," kata Ani.

Keluarga juga mendatangkan anak pertamanya ke lokasi, tetapi pelaku tetap minta didatangkan istri dan anak keduanya yang masih berusia 2,5 tahun.

Petugas sebenarnya sempat berusaha menghadirkan istrinya, namun tidak membuahkan hasil. Osep pun akhirnya dipaksa turun dengan tangan diborgol sekitar pukul 13.30 WIB.

Setelah berhasil diturunkan, Osep langsung dibawa ke Puskesmas Wagir, Kabupaten Malang.

"Sudah turun dengan selamat, sekarang dibawa ke Puskesmas Wagir," tegas Apriliyanto, salah satu petugas PMI Kabupaten Malang.

Sementara itu, Kapolsek Pakisaji, AKP Novian Widiantoro mengatakan berdasarkan keterangan saksi, sebelumnya pelaku telah melakukan upaya yang sama. Pelaku yang sudah dikaruniai dua anak diduga mengalami persoalan keluarga.

"Aksi percobaan bunuh diri sudah pernah dilakukan 2 kali. Terkait permasalahan keluarga. Pelaku meminta anak dan istrinya datang ke lokasi, karena sudah meninggalkan rumah selama 2 minggu," katanya.

Baca juga:

(rwp)

Laporan: Darmadi Sasongko

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG