MALANG
  1. MALANG
  2. KABAR MALANG
Info Kota

Digenggam Lilis Handayani, obor Asian Games disambut meriah di Malang

Pawai obor atau Torch Relay Asian Games XVIII 2018 tersebut melintasi Kota Malang setelah berjalan dari Makam Presiden Pertama RI Ir Soekarno.

Oleh: Rizky Wahyu Permana 21 Juli 2018 08:11

Merdeka.com, Malang - Mantan atlet panahan Indonesia, Lilis Handayani mengengam Obor Asian Games 2018 yang terus menyala sambil berlari menyusuri Kota Malang. Lilis adalah mantan atlet panahan peraih medali perak di Olimpiade Seoul 1988.

Pawai obor atau Torch Relay Asian Games XVIII 2018 tersebut melintasi Kota Malang setelah berjalan dari Makam Presiden Pertama RI Ir Soekarno di Kota Blitar. Kedatangan obor api abadi disambut meriah oleh ribuan warga di sepanjang jalan sejak memasuki batas Kota Malang.

Obor Asian Games menyusuri rute Jalan S. Supriadi - Jalan Arief Margono - Jalan KH Jalan Hasyim Ashari - Jalan Kawi - Jalan Ijen - Jalan Semeru, Jalan Kahuripan dan Balai Kota Malang. Obor diserahkan kepada KSAL (Kepala Staf Angkatan Laut) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji sebelum kemudian disambut Wali Kota Malang, Sutiaji di Balaikota Malang.

Hiruk pikuk masyarakat berusaha mengabadikan momen bersejarah tersebut. Obor pun disambut ribuan warga dalam sebuah pesta rakyat di halaman Balaikota Malang, hingga tengah malam.

"Terima kasih saya ditunjuk sebagai pembawa obor. Ini pastinya menjadi yang pertama dan terakhir karena Indonesia untuk menjadi tuan rumah harus menunggu puluhan tahun," kata Lilis bangga usai menjadi pembawa obor.

Wali Kota Malang (Plt) Sutiaji, mengatakan sebuah kebanggaan Kota Malang mendapat kesempatan dilalui obor Asian Games. Dari sekian daerah, Kota Malang terpilih sebagai kota yang dilintasi.

"Ini merupakan kebanggaan, sekaligus memberikan energi positif bagi masyarakat Kota Malang untuk terus meningkatkan dan memajukan prestasi olahraga yang dapat membangkitkan kebanggaan nasional dan membawa nama harum bangsa," kata Sutiaji.

Sutiaji menegaskan melalui ajang bergengsi tersebut, diharapkan mampu mengangkat dan menjadikan posisi Indonesia menjadi pusat perhatian negera-negara Asia. Terlebih apabila atlet Indonesia mampu bersaing di berbagai cabang olahraga dan menghasilkan torehan prestasi.

"Maka citra Indonesia akan semakin menggema di seluruh negara Asia, bahkan dunia," tukasnya.

Asian Games yang mengangkat slogam 'Energy of Asia' dinilai mampu mengangkat semangat para generasi muda, utamanya para atlet yang terus menggelorakan semangat dan berjuang sekuat tenaga dalam mengukir prestasi.

"Saya mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Malang untuk mendukung atlet-atlet kita yang akan berlaga di ajang Asian Games, serta mendukung Indonesia sukses sebagai tuan rumah," katanya.

Obor Asian Games 2018 juga dimaknai sebagai peluang mempromosikan destinasi pariwisata, seni budaya, serta potensi-potensi lainnya. Masyarakat dunia akan tahu lebih banyak tentang keindahan keindahan dan kekayaan budaya Indonesia.

"Nantinya akan membawa dampak positif bagi peningkatan jumlah wisatawan mancanegara dan meningkatkan perekonomian masyarakat," pungkasnya.

Tepat tengah malam, pukul 24.00 WIB, api obor bergerak dari Balai kota Malang menuju ke kawasan Gunung Bromo di Probolinggo. Rencananya artis sekaligus atlet berkuda Nabila Syakieb akan membawa di padang pasir.

Baca juga:

(rwp)

Laporan: Darmadi Sasongko

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG