MALANG
  1. MALANG
  2. KABAR MALANG
Sutiaji

Inilah 11 pemuda penerima penghargaan Pemuda Pelopor Kota Malang

Pemerintah Kota Malang menyerahkan penghargaan kepada 11 pemuda pelopor tingkat Kota Malang.

Oleh: Rizky Wahyu Permana 30 Oktober 2018 15:04

Merdeka.com, Malang - Pemerintah Kota Malang menyerahkan penghargaan kepada 11 pemuda pelopor tingkat Kota Malang. Penyerahkan penghargaan disampaikan usai upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-90 di Balaikota Malang, Senin (29/10). 

Kesebelas pemuda yang menerima penghargaan Pemuda Pelopor di antaranya:

1. Yoga Surya Pratama (Pemuda Pelopor Tingkat Kota Malang Tahun 2018 Terbaik I Bidang Pangan.
2. Muhammad Aminul Wahib, Pemuda Pelopor Tingkat Kota Malang Tahun 2018 Terbaik II Bidang Pangan.
3. Nadiah Humairah, Pemuda Pelopor Tingkat Kota Malang Tahun 2018 Terbaik III Bidang Pangan.
4. Jimy Candra Gunawan, Pemuda Pelopor Tingkat Kota Malang Tahun 2018 Terbaik I Bidang Pendidikan.
5. Tsania Nur Diyana, Pemuda Pelopor Tingkat Kota Malang Tahun 2018 Terbaik II Bidang Pendidikan.
6. Elviana Feby Dwi Jayanti, Pemuda Pelopor Tingkat Kota Malang Tahun 2018 Terbaik III Bidang Pendidikan.
7. Fauzy Satrio Wibowo, Pemuda Pelopor Tingkat Kota Malang Tahun 2018 Terbaik I Bidang Kominfo dan Teknologi Tepat Guna.
8. Yaziq Afnan Nasrullah, Pemuda Pelopor Tingkat Kota Malang Tahun 2018 Terbaik II Bidang Kominfo dan Teknologi Tepat Guna.
9. Pamela Agesti, Pemuda Pelopor Tingkat Kota Malang Tahun 2018 Terbaik III Bidang Kominfo dan Teknologi Tepat Guna.
10. Oddi Kurnia Dwi Listianto Putra, Juara II Double Bulutangkis dan Juara III Single Bulutangkis Asian Para Games 2018.
11. Winarto, sebagai Kreator Bidang Seni Tari pada Penghargaan Seniman Jawa Timur 2018 dari Gubernur Jawa Timur.

Sementara itu, Walikota Malang Sutiaji sebagai Inspektur upacara membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Iman Nahcrowi.

Sutiaji menyatakan semua anak bangsa berutang budi kepada para tokoh pemuda tahun 1928 yang telah mendeklarasikan Sumpah Pemuda. Mereka menjadi pelopor pemuda untuk membangun kesadaran kebangsaan Indonesia sekaligus komitmen menjaga persatuan dan kesatuan negeri ini.

“Komitmen kebangsaan mereka harus kita teladani untuk membangun bangsa, satukan Indonesia," tegasnya.

Hari Sumpah Pemuda kali ini mengambil tema Bangun Pemuda Satukan Indonesia. Tema diambil atas dasar pentingnya pembangunan kepemudaan untuk melahirkan generasi muda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggung-jawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Revolusi mental yang dicanangkan Presiden Ir. Joko Widodo relevan dalam mewujudkan pemuda yang berkemajuan. Ciri pemuda maju ditegaskan Sutiaji, adalah pemuda berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing. Oleh karena itu revolusi mental harus dapat kita jadikan sebagi pemicu untuk mempercepat terwujudnya pemuda yang maju.

“Kalau pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan bangsa, maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup pembuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik," terang Sutiaji.

Sutiaji berpesan bahwa dunia menunggu peran Pemuda Indonesia. Ide-ide, tekad, cita-cita dan pengorbanan tidak akan pernah sia-sia dalam mengubah dunia.

Baca juga:

(rwp)

Laporan: Darmadi Sasongko

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG