MALANG
  1. MALANG
  2. KABAR MALANG
Bisnis

Kota Malang bisa adopsi model Kampung Batik Laweyan

Widayati Sutiaji bersama rombongan Tim Penggerak PKK dari daerah lain mengunjungi Kampung Batik Laweyan Surakarta.

Oleh: Rizky Wahyu Permana 25 Oktober 2018 10:51

Merdeka.com, Malang - Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji turut memeriahkan Ladies Program dalam rangkaian HUT Dasawarsa Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Surakarta, Kamis (25/10).

Widayati bersama rombongan Tim Penggerak PKK dari daerah lain mengunjungi Kampung Batik Laweyan Surakarta. Mereka melihat proses pembuatan hingga pemasaran produk Batik Lengo dan UMKM Batik UNI.

Kata Widayati, batik merupakan peninggalan budaya Indonesia yang sudah diakui dunia. Kota Malang juga memiliki batik khas, sehingga harus ada upaya mengembangkan baik mulai peningkatan kualitas hingga pemasarannya.

"Saya melihat bagaimana proses pembuatan, siapa saja yang terlibat dalam proses pembuatan, hingga bagaimana pemasarannya," kata Widayati

Kampung Batik Laweyan sudah menjadi ikon batik Kota Solo, di mana para wisatawan atau pengunjung bisa berbelanja batik sekaligus menikmati arsitektur bangunan yang khas. Model tersebut dapat diadopsi Kota Malang, yang sebenarnya juga memiliki potensi serupa.

"Tidak hanya membatik, di sini juga bisa menikmati arsitektur peninggalan zaman dahulu serta pengunjung bisa belajar membatik dan juga ada kuliner khas. Nah sentra seperti ini sangat membantu sektor wisata," ujarnya

Kata Widayati, konsep Kampung Batik Laweyan bisa dijadikan contoh bagaimana sentra kampung wisata yang mampu meningkatkan daya ekonomi masyarakat setempat dan produknya mampu bersaing di dunia internasional.

"Pemerintah Kota Malang berharap bagaimana nanti sentra Batik Malangan bisa dikemas seperti pada Kampung Laweyan ini, sehingga mampu meningkatkan daya ekonomi dan menarik wisatawan," tandasnya.

Baca juga:

(rwp)

Laporan: Darmadi Sasongko

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG