MALANG
  1. MALANG
  2. KABAR MALANG
Kuliner

Legenda cinta sang pemanah Huo Yi di balik manisnya sepotong kue bulan

Terinspirasi dari legenda Huo Yi dan Dewi Bulan, Hotel Tugu kembali menyuguhkan mooncake dengan mengusung tema 'a piece of forgotten history'.

Oleh: Siti Rutmawati 26 September 2017 20:08
Mooncake

Merdeka.com, Malang - Memeriahkan Festival Mooncake tahun ini, Hotel Tugu Malang kembali menyediakan sederetan varian kue bulan (mooncake). Terdiri dari aneka varian rasa seperti kacang hijau, kacang merah, pandan, dan lainnya. Harga yang dibanderol untuk setiap kue bulan ini terbilang cukup murah, yakni Rp 45 ribu.

Kue ini hanya tersedia pada 23 September hingga 12 Oktober 2017. Mengangkat tema 'a piece of forgotten history', mooncake yang tersedia di Und Corner ini, terinspirasi dari legenda Mooncake Festival yang mengisahkan tentang Huo Yi dan kekasihnya Chang Er.

Mooncake Festival atau populer juga dengan Festival Kue Bulan terbilang cukup populer, khususnya di kalangan masyarakat Tionghoa. Tradisi yang telah dikenal sejak 2170 SM ini, dirayakan setiap tanggal 15 di bulan 8 menurut penanggalan China (Imlek). Festival ini diyakini bermula dari tradisi para Raja Cina terdahulu yang melakukan ritual sembahyang pada musim semi dan musim gugur.

Perayaan Mooncake festival sangat dekat dengan legenda tentang Dewi Bulan bernama Chang E. Banyak versi yang menceritakan tentang kisah sang dewi. Salah satunya adalah kisah sang Dewi Bulan dan kekasihnya yang bernama Huo Yi. Konon, Huo Yi berhasil memanah tujuh dari delapan matahari yang ada di langit. Keberadaan delapan matahari itu membuat bumi sangat panas, sehingga menyebabkan kekeringan dan kelaparan.

Untungnya, Huo Yi berhasil memanah tujuh matahari, dan hanya menyisakan satu. Keberhasilan Huo Yi membuat Raja yang berkuasa kala itu menghadiahinya pil umur panjang. Karena dipuji berlebihan, Huo Yi menjadi sombong. Kesombongan Huo Yi ternyata membuat sang istri, Chang Er menjadi sangat sedih.

Kesedihan Chang Er menggiringnya untuk memilih menelan pil panjang umur milik suaminya. Karena menelan obat itu, perlahan tubuh Chang Er terangkat ke bulan dan mendapat kehidupan abadi sebagai Dewi Bulan.

Mengetahui hal itu, Huo Yi menyesali kesombongannya, namun tak bisa mengubah keadaan. Untuk mengobati kerinduannya pada Chang Er, setiap tanggal 15 di bulan 8 kalender China, Huo Yi akan menunggu Chang Er menampakkan diri saat bulan purnama. Sembari menunggu, Huo Yi selalu duduk sambil menikmati secangkir teh dan kue.

Sementara, versi lain menyebutkan perayaan festival kue bulan merupakan bentuk penghormatan petani kepada Dewi Bulan. Karena, pada tanggal 15 bulan ke-8 penanggalan China, masyarakat setempat dianugerahi panen yang melimpah. Sebagai wujud syukur, para petani membuat kue bulat dengan bermacam isi, dengan permukaan kue berukir tulisan China. Kue inilah yang dikenal dengan kue bulan atau mooncake.

Kue ini dipersembahkan untuk memeriahkan pesta, atau sekedar berkumpul bersama keluarga sambil meneguk teh Cina yang pahit. Mooncake juga kerap dihadirkan dalam perayaan rutin tahunan sebagai penanda akhir musim panen dan rasa syukur kepada Dewi Bulan.

Baca juga:

(sr/sr)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG