MALANG
  1. MALANG
  2. KABAR MALANG
Hotel

Mitos atau fakta? Kualitas rasa wine ditentukan usia penyimpanan

Banyak orang yang beranggapan, wine berusia tua memiliki kualitas rasa yang lebih baik dibandingkan wine baru. Benarkah demikian?

Oleh: Siti Rutmawati 3 Mei 2017 16:17
Wine

Merdeka.com, Malang - Wine memang bukan minuman yang umum dikonsumsi di Indonesia. Meski begitu, minuman yang berasal dari buah anggur yang difermentasi ini, cukup digemari di Indonesia, meskipun penikmatnya masih mencakup kalangan masyarakat tertentu.

Tak sekadar minuman beralkohol, wine ternyata menyimpan manfaat kesehatan tertentu, jika dikonsumsi dalam porsi yang tidak berlebihan. Dilansir dari Huffington Post, sebuah penelitian yang dipublish tahun 2013 lalu, menyebutkan bahwa segelas wine sehari mampu menurunkan risiko depresi pada lansia.

Penelitian yang datang dari University of Navarra, Spanyol ini, dilakukan selama tujuh tahun dengan menganalisis data dari 5.505 pria dan wanita yang berusia 55-80 tahun.

Wine Hotel Tugu
© 2017 merdeka.com/Siti Rutmawati

Wine, memiliki beragam jenis rupa dan rasa, tergantung pada varietas anggur yang digunakan. Umumnya, wine memiliki tiga warna dasar utama, yakni putih, merah tua, dan merah(rose). Varietas anggur berkulit hijau, umumnya menghasilkan wine putih (white wine), dan wine merah umumnya berasal dari varietas anggur berkulit hitam atau merah.

Berbicara soal wine, banyak orang yang beranggapan bahwa wine berusia tua memiliki kualitas rasa yang lebih baik dibandingkan wine baru. Mengungkap wacana ini, Michael Militon, Beverages Expert asal Perancis, memaparkan hal tersebut saat berkunjung ke Hotel Tugu Malang, beberapa waktu lalu.

Wine Pairing by Michael Militon di Hotel Tugu
© 2017 merdeka.com/Siti Rutmawati

Militon menuturkan, beberapa jenis wine memang dibuat untuk dikonsumsi setelah disimpan lama. Namun, hal tersebut tak berlaku bagi semua wine. Beberapa jenis wine, memang diolah untuk langsung dikonsumsi.

"Wine ada yang makin tua makin bagus, tapi bergantung jenis kualitas bahan dan perlakuan. Wine yang tak bisa di aging lama, biasanya 2-3 tahun penyimpanan. Komponen wine cocok bisa di-aging atau tidak, bisa dilihat dari komponen tanin, asam, full body atau rasa yang kuat, wine light body atau rasa lebih ringan. Bordeaux adalah wine yang bisa di aging lama" jelas Militon, dalam bahasa Inggris.

Militon mencontohkan, jenis wine yang diolah untuk langsung dikonsumsi adalah Chile Wine yang diproduksi oleh Ventisquero. Beberapa diantaranya seperti wine dari varietas Cabernet Sauvignon, Merlot, dan Pinot Noir.

Membedakan jenis wine muda dan wine tua, bisa dilihat pada pingiran gelas wine. Wine muda, memiliki warna cenderung ungu segar pada pinggiran permukaan wine dalam gelas. Sedangkan, wine tua cenderung memiliki warna merah bata yang lebih gelap.

Baca juga:

(sr/sr)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG