MALANG
  1. MALANG
  2. KABAR MALANG
Abah Anton

Pasar Blimbing tak kunjung digarap, Abah Anton ancam cabut PKS dengan investor

Wali Kota Malang, Mochammad Anton mengancam bakal mencabut penjanjian kerja sama (PKS) pembangunan Pasar Blimbing.

Oleh: Rizky Wahyu Permana 19 Januari 2018 13:48

Merdeka.com, Malang - Wali Kota Malang, Mochammad Anton mengancam bakal mencabut penjanjian kerja sama (PKS) pembangunan Pasar Blimbing. Dilansir dari Antara, pasalnya hingga saat ini pasar tersebut tak kunjung dikerjakan oleh pihak investor dan bahkan cenderung berbelit-belit.

"Kalau tidak segera dibangun an masih berbelit-belit, saya akan cabut PKS-nya karena sudah terlalu lama. Banyak pedagang yang menginginkan pasar segera dibangun agar lebih bagus, bersih dan nyaman," jelas Abah Anton.

Abah Anton sendiri menjelaskan bahwa gagasan modernisasi Pasar Blimbing ini sudah berlangsung selama delapan tahun namun hingga saat ini masih berbelit-belit. Dia juga menyebut bahwa skema modernisasi Pasar Blimbing ini juga sudah jelas dan bebas biaya.

"Masak pedagang masih nggak mau dibangunkan pasar yang lebih bagus, lebih bersih dan nyaman," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto mengaku saat ini masih ada tiga poin penting yang perlu dibahas sebelum Pasar Blimbing benar-benar dibangun. Hal ini adalah terkait blok plan pasar, adendum dalam PKS dan juga terkait relokasi pedagang.

Wahyu sendiri menyebut bahwa blok plan ini sudah selesai dibicarakan dan dibahas bersama, namun ada beberapa pedagang yang belum setuju. Oleh karena itu, hal ini akan segera dibicarakan hingga tuntas dan seluruh pedagang setuju.

Jika sudah terdapat persetujuan dari pedagang, Wahyu menjelaskan bahwa akan segera dilakukan relokasi ke tempat yang telah ditentukan, yakni di area eks Stadion Blimbing. Relokasi akan langsung dilakukan begitu pedagang sepakat dengan hasil blok plan.

"Kalau menunggu adendum PKS sepertinya akan kelamaan. Jadi setelah pedagang setuju seluruhnya akan langsung dilakukan relokasi," tuturnya.

Adanya ketidakcocokan jumlah pedagang pasca validasi beberapa tahun lalu ini sendiri menjadi penyebab penghambat proses pembangunan Pasar Blimbing ini. Terdapat selisih jumlah hingga 457 pedagang antara data di investor dengan data di Dinas Perdagangan Kota Malang.

Baca juga:

(rwp/rwp)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG