MALANG
  1. MALANG
  2. KABAR MALANG
Mudik Lebaran

Pemudik Jawa Timur wajib tahu, ini peta titik rawan arus mudik

Ini peta titik rawan kemacetan arus mudik, berdasar pada pantauan Dinas Perhubungan Jawa Timur.

Oleh: Siti Rutmawati 7 Juli 2016 10:29
© 2016 merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com, Malang - Mudik telah menjadi salah satu tradisi yang lekat dengan perayaan lebaran. Tak heran, jika kepadatan pengguna jalan meningkat dan berakibat pada kemacetan pada beberapa titik, termasuk di wilayah Jawa Timur. 

Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Jawa Timur, Wachid Wahyudi mengungkapkan bahwa sejumlah titik rawan sudah dipetakan, dan sejak awal sudah diwaspadai petugas lapangan.

"Kita petakan titik kemacetan, seperti jalur utara itu di Duduk Sampeyan, Pasar Babat, kalau jalur tengah ada Klatek (Sidoarjo), Kenanten (Mojokerto)," kata Wachid Wahyudi di Brondong, Lamongan, seperti yang dilansir melalui merdeka.com.

kawasan Mengreng yang merupakan pertemuan arus Kediri, Nganjuk dan Jombang juga patut diwaspadai. Selain itu, kemacetan panjang juga biasa terjadi di daerah Saradan (Madiun). Pasalnya, daerah ini memiliki 4 lintasan kereta api, dengan jalan 2 jalur yang berkelok dan naik-turun.

Jalur Surabaya-Malang, juga tak lepas pengawasan. Kepadatan dan kemacetan biasa terjadi dari Pandaan sampai Kepanjen. Penyebab utamanya adalah volume lalu-lintas yang sangat tinggi.

Menengok ke arah Banyuwangi, titik macet yang patut diwaspadai adalah Nguling dan Pasir Putih. Tak ketinggalan, antrian panjang biasa terjadi di Pasar Blewah dan Tanah Merah, Madura. Kondisi Jawa Timur berbeda dengan Jawa Tengah.

Wachid menegaskan, lalu lintas sampai hari ini di Jawa Timur relatif lancar, baik angkutan darat, laut dan udara. Dirinya juga menjelaskan bahwa kemacetan Jawa Tengah tak berefek pada jalan-jalan di Jawa Timur. Termasuk juga tidak ditemukan penumpukan penumpang di stasiun, terminal, pelabuhan maupun bandara.

Kondisi alam yang sebelumnya dikhawatirkan berdampak serius terhadap angkutan laut juga tidak terjadi. Hanya saja tetap meningkatkan kewaspadaan.

"Kondisi ini sangat membantu masyarakat kepulauan, sehingga pada kondisi cuaca baik, kapal yang hanya kapasitas 200 orang itu bisa didispensasi sampai 270 orang. Tetapi faktor keselamatan menjadi faktor utama oleh para syahbandar," katanya.

Sebelumnya, gelombang besar sempat terjadi di laut Jawa yang mengganggu perjalanan kapal menuju Bawean. Tetapi kapal cepat masih direkomendasi oleh para syahbandar untuk tetap berjalan.

Banyuwangi dan Bali sebelumnya juga sempat macet sampai 15 KM di Giliranku, tetapi memasuki Ketapang perjalanan sudah lancar. Ketapang biasanya akan kembali ramai pada arus balik mendatang.

"Tempatkan keselamatan di atas segala-galanya, khususnya bagi pengendara roda dua. Prinsipnya, tidak ada kecelakaan tanpa didahului pelanggaran. Karena itu patuhi aturan lalu lintas, sopan di jalan dan jangan lupa berdoa supaya pergi selamat dan pulang selamat," pungkasnya berpesan.

Baca juga:

(sr/sr)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG