MALANG
  1. MALANG
  2. KABAR MALANG
Politik

Petani Curhat Ke Sandiaga, Biaya Tanam Tomat Rp1.500 Saat Dijual Rp300 per Kg

Mendengar keluhan dari petani, Sandi menyebut seharusnya pemerintah bisa membuat solusi. Dia berjanji akan membuat food station jika terpilih.

Oleh: Rizky Wahyu Permana 27 November 2018 17:16

Merdeka.com, Malang - Gabungan Kelompok Tani se-Kota Batu, Jawa Timur dan Pelaku UMKM Malang, Jawa Timur curhat tentang kondisi perekonomian. Menurut salah satu petani, Agus, biaya menanam dengan panen sangat tidak masuk akal, bahkan merugikan petani.

"2018 ini Pak, keluhan dari petani harga-harga sayur mayur sangat memprihatinkan. Khususnya tomat," ujar Agus di Desa Sidomulyo Batu dilansir dari Liputan6.com.

Agus mengatakan, biaya menanam tomat per kilogram (Kg) mencapai Rp1.500. Namun, saat panen dan akan dijual harganya malah turun menjadi Rp300 per Kg.

"Kami panen 100 kg, dengan biaya penanaman per kilo tomat Rp1.500. Nah saat panen dijual hanya dapat Rp300 Pak, kebayang rugi kami. Saya bingung Pak, rugi besar," kata Agus.

Selain mengeluhkan harga jual tomat, Agus juga meminta kepada Sandi jika nanti terpilih menjadi wakil presiden mendampingi Prabowo, bisa kembali menjadikan desanya sebagai penghasil bawang putih.

"Sekarang bawang putih komoditi impor. Bisakah bawang putih jadi komoditas pertanian kami lagi Pak," Agus meminta.

Mendengar keluhan dari petani, Sandi menyebut seharusnya pemerintah bisa membuat solusi.

"Ini sungguh ironi. Sangat-sangat merugikan. Dengan harga tomat anjlok seperti ini, bisa membinasakan. Pemerintah harus hadir. Setiap produksi dibeli dengan harga yang laik," kata Sandi.

Sandi berjanji jika dirinya bersama Prabowo Subianto terpilih, akan membuat food station. Para petani akan menjual hasil produksinya ke tempat tersebut. Di food station itu juga akan disediakan food storage, sehingga hasil produksi pertanian bisa lebih tahan lama.

"Kami akan memulai sebuah sistem food station. Produksi petani tidak akan dibeli dibawah biaya produksi," tandas Sandi.

Baca Juga:

(rwp/rwp)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG