MALANG
  1. MALANG
  2. KABAR MALANG
Event

Puluhan ribu muslimat NU rela berdesakan menunggu Jokowi

Sebanyak 70.000 orang siap menunggu kedatangan Jokowi pada perayaan Hari Lahir Muslimat Nahdhatul Ulama ke-70 di Malang.

Oleh: Rizky Wahyu Permana 28 Maret 2016 12:28

Merdeka.com, Malang - Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan menghadiri puncak acara Hari Lahir Muslimat Nahdlatul Ulama ke-70 di Malang, Jawa Timur, Sabtu (26/3). Sesuai jadwal acara, Presiden akan hadir dan memberikan sambutan pukul 14.00 WIB.

Acara dipusatkan di Stadion Gajayana Kota Malang dengan dihadiri sedikitnya 70.000 orang. Tribun stadion yang hanya berkapasitas 30.000 itu dipastikan sesak oleh massa yang sudah berdatangan sejak pagi.

Pantauan merdeka.com, ribuan massa berdesakan memasuki pintu stadion. Sebagian besar sudah memenuhi sepanjang Jalan Semeru, Jalan Tangkuban Perahu dan Jalan Tenis. Massa yang terdiri para ibu-ibu itu memanfaatkan tikar di atas aspal.

Alhasil, kemacetan tak terhindarkan di sejumlah titik di Kota Malang. Jalan Ijen yang menjadi lokasi parkir sudah penuh dengan kendaraan. Kemacetan juga tampak di Jalan Veteran, Jalan Kawi dan Mayjen Panjaitan.

Kepala Bidang Pengendalian dan Ketertiban Dishub Kota Malang, Gamaliel Raymond mengungkapkan, sosialisasi telah dilakukan sejak dua pekan lalu. Rekayasa lalu lintas juga sudah diterapkan. "Masyarakat diminta menghindari jalur-jalur seperti Jalan Semeru, Jalan Kawi, Jalan Ijen," katanya, Sabtu (26/3).

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kota Malang sekitar 1.700 kendaraan roda empat milik peserta Harlah masuk Kota Malang. Terdiri dari 300 bus, 800 unit terdiri dari ELF dan angkot dan serta 500 unit mobil pribadi. Belum lagi kendaraan roda dua yang jumlahnya ribuan.

Selama acara juga akan ditampilkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) oleh Muslimat NU. Yaitu rekor bermain rebana oleh 50.000 orang serta rekor hijab putih 50.000 orang.

Sebelumnya, Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa meminta maaf kepada masyarakat Malang, karena ruas-ruas jalan akan ditutup dan menimbulkan kemacetan. Masyarakat yang masih bisa menunda urusannya diminta untuk menghindari ruas jalan sekitar lokasi.

"Bertepatan dengan long week end dari 25 Maret. Kami melakukan upaya, supaya tidak mengganggu wilayah Kota Malang. Mungkin yang masih bisa menunda urusannya, sementara bisa menghindari ruas jalan seperti Jalan IJen, Semeru, lokasi tersebut akan ditutup," kata Khofifah.

Reporter : Darmadi Sasongko

(rwp)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG