MALANG
  1. MALANG
  2. KABAR MALANG
Kesehatan

Sejumlah rumah sakit di Malang fasilitasi pasien tebus resep dan antar obat ke rumah

Layanan Halodoc Goes To Hospital dapat ditemukan di Rumah Sakit Lavalette, Rumah Sakit Aisyiyah di Kota Malang dan Rumah Sakit Baptis Batu.

Oleh: Rizky Wahyu Permana 22 Oktober 2018 09:03

Merdeka.com, Malang - Rumah sakit di Kota Malang membantu pasien lebih praktis dalam menebus resep obat. Fasilitas pelayanan dengan aplikasi berbasis online itu melengkapi dengan layanan pengantaran hingga ke rumah atau alamat yang diinginkan pasien.

Layanan yang diberi nama Halodoc Goes To Hospital dapat ditemukan di Rumah Sakit Lavalette, Rumah Sakit Aisyiyah di Kota Malang dan Rumah Sakit Baptis Batu. Masyarakat bisa mendapatkan kemudahan dalam menebus resep, baik berkaitan dengan obat racikan maupun non-racikan.

"Fasilitas ini membantu rumah sakit dalam peningkatan kualitas pelayanan farmasi yang menangani 300 resep obat setiap harinya dengan waktu tunggu sekitar 35 menit untuk obat non racikan, dan 60 menit untuk obat racikan," kata dr. Abdul Rokhim, MARS, Kepala Rumah Sakit Lavalette Kota Malang, Sabtu (20/10).

Kata Abdul Rohman, fasilitas tersebut memungkinkan untuk mengurangi antrean pelayanan farmasi serta menjadi solusi praktis bagi pasien karena tidak perlu lagi menunggu lama untuk mendapatkan obat. Sehingga pasien lebih fokus untuk pemulihan kesehatannya.

Setelah menjalani konsultasi dengan dokter, pasien akan mendapatkan resep obat sesuai dengan sakit yang dialami. Saat pembayaran layanan konsultasi dokter dan resep obat, rumah sakit akan menawarkan pengantaran obat.

Apabila setuju, pasien hanya perlu melakukan dua langkah yakni mengisi data tambahan untuk pengiriman obat dan pembayaran obat sesuai resep dokter. Pasien dapat langsung meninggalkan rumah sakit dan menunggu pihak obat diantarkan ke alamat yang dikehendaki dengan jarak maksimal 40 kilometer.

HaloDoc
© 2018 merdeka.com/Darmadi Sasongko

 

Pasien dapat memantau proses penebusan resep obat melalui akun pribadi yang telah didaftarkan pada aplikasi Halodoc. Pasien juga bisa mengetahui tata cara konsumsi obat melalui aplikasi.

"Teknologi digital sangat cepat berkembang dan mulai masuk ke komunitas kesehatan salah satunya rumah sakit. Hal tersebut akan membantu rumah sakit dalam menunjang pelayanan ke pasien secara lebih efisien dan efektif. Besar harapan kami, layanan ini dapat meningkatkan kepuasan pasien," ujar dr. Kuntjoro AP, M. Kes, Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI).

Sementara Jonathan Sudharta, CEO Halodoc mengatakan, saat berobat sejumlah tahapan mulai dari pendaftaran, konsultasi dokter hingga pembayaran layanan dan pelayanan resep obat harus dilalui dengan proses kompleks.

Tujuh alasan utama yang mendasari seorang pasien enggan berobat jalan, salah satunya waktu tunggu pelayanan yang terlalu lama. Sementara alasan lainnya di antaranya tidak memiliki biaya berobat, tidak ada biaya transport, tidak ada sarana transportasi, memilih mengobati diri sendiri, tidak ada yang mendampingi dan merasa tidak perlu obat.

"Layanan Halodoc Goes to Hospital dapat diakses oleh setiap pasien, baik pasien umum maupun pasien BPJS, begitupun pasien baru maupun pasien rawat jalan yang sudah rutin menebus obat di rumah sakit," jelas Jonathan Sudharta.

Sebagai tahap awal, Halodoc akhir 2019 menargetkan kerja sama dengan 500 rumah sakit yang tersebar di Indonesia. Hingga Oktober 2018, lebih dari 100 rumah sakit pemerintah maupun swasta di sejumlah kota telah bergabung.

"Besar harapan kami kehadiran Halodoc Goes to Hospital bisa dimanfaatkan dengan baik, tidak saja oleh pasien namun juga oleh sejumlah rumah sakit di Kota Malang agar mampu mendorong tingkat kepuasan pasien dalam memberikan layanan yang cepat dan bermutu,” katanya.

Aplikasi Halodoc sendiri juga dilengkapi tiga fitur utama yakni Apotek Antar, Hubungi Dokter dan Lab Service.

Baca juga:

(rwp)

Laporan: Darmadi Sasongko

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG