MALANG
  1. MALANG
  2. KABAR MALANG
Pendidikan

Sutiaji: Jangan Merasa Dipinggirkan Bila Ditugaskan di Pinggiran Kota

Wali Kota Malang, Sutiaji meminta para Kepala Sekolah tidak berprasangka buruk (shuudzon) dalam menghadapi keadaan.

Oleh: Rizky Wahyu Permana 21 November 2018 12:23

Merdeka.com, Malang - Kepala Sekolah berpindah tugas harus dipahami sebagai sesuatu yang wajar sebagai penyegaran dan semangat guna memajukan pendidikan. Karena itu, para Kepala Sekolah yang dipindahtugaskan tidak boleh merasa dipinggirkan.

Wali Kota Malang, Sutiaji meminta para Kepala Sekolah tidak berprasangka buruk (shuudzon) dalam menghadapi keadaan. Tetapi harus diambil hikmah terbaiknya agar tetap dapat menjalankan tugas dengan baik.

"Jadi jangan ada pemikiran dipinggirkan bila bertepatan ditugaskan di wilayah pinggiran kota," kata Sutiaji menyinggung pergantian Kepala Sekolah di Lingkungan Dinas Pendidikan Kota Malang, Selasa (20/11).

Kata Sutiaji, yang menurut manusia baik, belum tentu baik menurut Allah Swt. Begitu pun demikian, apa yang menurut manusia buruk tapi ternyata Allah menyimpan kebaikan di dalamnya.
"Semua diniatkan untuk kebaikan, penyegaran dan semangat untuk memajukan pendidikan kota Malang di semua titik wilayah kota," katanya.

Sutiaji mencontohkan, hikmah kisah nyata seorang calon penumpang Air Asia dan Lion Air. Calon penumpang tersebut marah-marah kepada pihak manajemen maskapai penerbangan karena dilarang naik pesawat disebabkan keterlambatan, meskipun pesawat belum berangkat.

"Segala bahasa kemarahan diungkapkan. Namun semuanya berubah drastis dan kontras, karena selang beberapa jam si calon penumpang mendapat informasi pesawat loss contact dan berujung info tragedi kecelakaan," ungkapnya.

Penumpang yang semula marah-marah, berganti rasa syukur karena batal naik pesawat. Sehingga segala sesuatu harus dimaknai baik atau berprasangka baik dan didasari dengan niat yang baik,.
"Niat yang baik, diwujudkan dalam proses yang baik, akan menghasilkan tujuan yang baik," tegasnya.

Pesan tersebut disampaikan Walikota Sutiaji dalam tausiahnya di peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diprakarsai alumni SMP Negeri 1 Kota Malang, Selasa (20/11). Pesan Sutiaji, dalam proses pendidikan dan pengajaran, yang dibangun awal adalah mental. Harus diperkuat kecerdasan spiritual serta emosional sebagai penopang kecerdasan intelektual.

Sutiaji berkeliling dalam Safari Maulid dengan memberikan motivasi keagamaan di sejumlah tempat. Saat menyampaikan ceramahnya di hadapan para siswa SMA 2 Malang, Sutiaji mengajak agar bijak dalam memanfaatkan teknologi informatika.

"Jangan karena teknologi, kalian menjadi makhluk yang individu. Gejala itu sudah mulai terasa. Bagaimana tidak, sekarang budaya makan bersama di antara keluarga semakin berkurang, masing masing sibuk dengan gadgetnya, obrolan jadi berkurang. Meja keluarga menjadi hampa karena masing masing disibukkan dengan percakapan di dunia mayanya. Dan ini sungguh mengkhawatirkan," keluhnya.

Sementara itu, Senin (19/11) malam, Sutiaji juga hadir dalam rangkaian Tabligh Maulid Akbar 1440 dalam Rangka Safari Maulid Nabi Muhammad SAW 40 Malam. Acara berlangsung di Halaman Depan Balaikota Malang dengan dihadiri ribuan jamaah Majelis Maulid Wat Ta'lim Riyadlul Jannah.

Turut hadir Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko beserta Forkopimda Kota Malang, Khodim Majelis Riyadlul Jannah Gus Rofiul Hamid bin KH Abdurrochim Syadzili dan Habib Abdurrohman bin Hasyim Baraqbah.

Hadir pula Habaib dan Kyai Sepuh Habib Abdullah Bin Salim Mauladawilah, Habib Abdullah Al Hamid, KH Muhammad Syadzili, KH Abdul Qodir Syadzili, Habib Zeid Baabud, Habib Alwi Alhadad, KH Chamzawi. M.Hi, KH Isroqunnajah M.Ag

Dalam sambutannya, Sutiaji menitipkan pesan dan doa keselamatan bagi semua masyarakat Bumi Arema. Selain itu juga mengajak untuk menauladani sikap Rasulullah.

"Tepat pada hari memperingati maulidurrasul Nabi Muhammad SAW, kita yakin dengan sepenuhnya mudah-mudahan para pemimpin di bumi arema yang kita cintai bisa mengambil uswah dari perjalanan nabi muhammad SAW” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan mampu berintrospeksi dan senantiasa mengingat kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW dan perjuanganNya dalam menegakkan agama Islam.

Baca juga:

(rwp)

Laporan: Darmadi Sasongko

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG