MALANG
  1. MALANG
  2. KABAR MALANG
Sutiaji

Sutiaji: Musuh Kita Bukan Penjajah, namun Perkembangan Bangsa

Sutiaji berpesan pada generasi muda dan masyarakat agar menggelorakan semangat pahlawan dalam jiwa dan mengimplementasikan dalam kehidupan.

Oleh: Rizky Wahyu Permana 13 November 2018 10:13

Merdeka.com, Malang - Wali Kota Malang Sutiaji berpesan pada generasi muda dan masyarakat agar menggelorakan semangat pahlawan dalam jiwa dan mengimplementasikan dalam kehidupan. Karena tantangan zaman, di antaranya persaingan akan semakin kompetitif.

"Musuh kita saat ini sudah bukan lagi kaum penjajah, namun lebih dari itu adalah bagaimana kita menghadapi perubahan serta perkembangan bangsa kita dalam era pembangunan saat ini, terlebih saat ini kita mulai memasuki era revolusi industri 4.0. Kita harus terus mempersiapkan diri untuk memiliki daya saing dengan bangsa lain," tegas Sutiaji di Balaikota Malang, Sabtu (10/11).

Pesan tersebut disampaikan dalam Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2018 dengan tema Semangat Pahlawan di Dadaku. Wali Kota Sutiaji bertindak sebagai inspektur upacara bendera yang digelar setiap 10 November itu.

Sutiaji dalam amanatnya membacakan sambutan Menteri Sosial mengatakan tema Semangat Pahlawan di Dadaku mengandung makna bahwa sesuai fitrahnya dalam diri setiap insan tertanam nilai-nilai kepahlawanan. Oleh karena itu siapapun dapat menjadi pahlawan. Setiap Warga Negara Indonesia tanpa kecuali dapat berinisiatif mengabdikan hal yang bermanfaat untuk kemashlahatan diri, lingkungan, bangsa dan negara.

Rangkaian kegiatan Hari Pahlawan bertujuan memperkuat nilai kepahlawanan, mempertebal rasa cinta Tanah Air dan meneguhkan semangat pengabdian bagi bangsa dan negara di hati sanubari bangsa Indonesia.

Peringatan Hari Pahlawan bukan semata sebuah acara namun harus sarat makna. Bukan hanya sebagai prosesi namun subtansi setiap peringatan harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting karena nilai kepahlawanan bukan bersifat statis namun dinamis, bisa menguat bahkan dapat melemah.

Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan harus menjadi energy dan semangat baru mewarisi nilai kejuangan dan patriotisme dalam membangun bangsa Indonesia.

Sementara itu, Wali Kota dan jajaran Forkopimda juga menggelar upacara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Malang. Sutiaji menegaskan bahwa para pejuang telah mengantarkan anak bangsa terus berkarya dan menikmati hasil kemerdekaan.

"Ini makin menyadarkan begitu berharga dan tingginya nilai perjuangan, nilai kepahlawanan bagi keberlangsungan bangsa kita. Maka tabur bunga ini adalah simbol sekaligus memberi makna agar kita semua mampu menaburkan keharuman karya serta pengabdian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," ujar Sutiaji di pusara Ebesnya Arek Malang, (alm) Brigjed Sugiyono yang juga Wali Kota Malang periode 1973 - 1983.

Bertindak selaku Inspektur upacara ziarah dan tabur bunga, Komandan Pangkalan Udara Abdurahman Saleh Malang, Marsekal Pertama Andi Wijaya, dan dihadiri Wakil Wali Kota Malang, Pimpinan dan anggota DPRD, Sekkota Malang dan jajaran Perangkat Daerah Kota Malang.

Baca juga:

(rwp)

Laporan: Darmadi Sasongko

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG