MALANG
  1. MALANG
  2. KABAR MALANG
Sejarah Malang

Tugu Kota Malang sebagai monumen peringatan kemerdekaan pertama

Tugu Kota Malang pada awalnya didirikan sebagai monumen peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Oleh: Rizky Wahyu Permana 17 Agustus 2018 03:20

Merdeka.com, Malang - Tugu yang berada di depan Balai Kota Malang merupakan salah satu tetengger yang cukup menonjol dari kota ini. Keberadaan monumen di wilayah pusat kota Malang ini menjadikannya salah satu tujuan bagi pelancong terutama karena suasananya yang begitu khas dan indah.

Selain sebagai penanda yang khas dari Kota Malang, siapa sangka bahwa tugu ini sesungguhnya merupakan salah satu monumen peringatan kemerdekaan pertama yang didirikan di Indonesia. Hal ini sendiri disebut oleh Purnawan Basundoro dalam buku 'Dua Kota Tiga Zaman: Surabaya dan Malang sejak Kolonial Sampai Kemerdekaan'.

Tugu ini sendiri dibangun di depan balai kota Malang yang sudah ada sejak lama. Sebelum adanya Tugu, alun-alun di depan Balai Kota Malang hanyalah berupa tanah kosong dan pada waktu itu dikenal sebagai J.P. Coen Plein. Nama J.P. Coen atau Jan Pieterszoon Coen sendiri merupakan salah satu gubernur jenderal Hindia Belanda.

Wilayah yang menjadi cikal bakal dibangunnya tugu ini sendiri merupakan sebuah wilayah yang didirikan dan ditata khusus oleh pemerintah kota Malang di bawah pendudukan Hindia Belanda. Oleh karena itu, di sekitarnya terdapat Balai Kota Malang serta sekolah HBS yang kini menjadi SMAN 1,3, dan 4.

Sepanjang masa Hindia Belanda di Malang, taman di depan balaikota tersebut tetap menjadi sebuah taman yang kosong. Kondisi itu akhirnya berubah setelah dilakukan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1946 tepatnya di tanggal 17 Agustus, akhirnya dilakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan tugu ini.

Pembangunan tugu ini sekaligus menjadikannya tugu kemerdekaan pertama yang didirikan. Pendirian ini sekaligus menjadi simbol bahwa wilayah sekitarnya yang dulu merupakan pusat administrasi Belanda telah dikuasai sepenuhnya oleh Republik indonesia. Namun sayangnya, ketika tugu ini belum sepenuhnya jadi, terjadi agresi militer Belanda I pada tahun 1947.

Setelah berhasil menguasai Malang, tentara Belanda awalnya mengganti tugu itu dari yang semula tugu kemerdekaan menjadi pemujaan terhadap Belanda. Pada tugu itu diberi mahkota kerajaan Belanda serta bendara merah putih biru. Namun pada akhirnya tugu ini dihancurkan juga pada masa agresi tersebut.

Pada tahun 1950, mulai muncul usaha untuk menghadirkan kembali tugu di depan Balai Kota Malang. Akhirnya pada waktu itu dibentuk panitia pembangunan tugu tersebut dan pembangunan benar-benar selesai pada tahun 1953.

Pembukaan Tugu Kemerdekaan di alun-alun itu sendiri dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Dalam pembukaan tersebut, rakyat membludak ingin menyaksikan kembali Tugu serta kehadiran sosok proklamator tersebut.

Kehadiran Tugu sebagai identitas kota Malang semakin menguat ketika pada tahun 1970 Pemkot Malang mengubah lambang kota menjadi gambar Tugu. Hingga saat ini, Tugu kota Malang masih tetap kukuh berdiri dan menjadi salah satu lambang yang juga merupakan identitas dari kota ini.

Saat ini Tugu tersebut merupakan salah satu pusat keramaian di Kota Malang baik bagi pelancong atau untuk warga sekitar. Sejak pendiriannya Tugu ini telah menjadi saksi berkembangnya Kota Malang hingga saat ini.

Baca juga:

(rwp/rwp)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG