MALANG
  1. MALANG
  2. KABAR MALANG
Sosial

Unjuk potensi desa, kabupaten Malang terapkan portal 'Desa Online'

Memperkenalkan potensi desa ke mata dunia, kabupaten Malang terapkan portal 'Desa Online'.

Oleh: Siti Rutmawati 21 April 2017 14:27
Ilustrasi Online Shop

Merdeka.com, Malang - Mendukung percepatan pembangunan desa sesuai visi-misi dalam Nawacita Presiden RI, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi menggelar 'Sosialisasi dan Pelatihan Desa Online', Kamis (20/4). Bertempat di Hotel Savana, kota Malang, gelaran acara ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Malang, Sanusi.

Bakal digelar selama dua hari, peserta kegiatan tersebut terdiri dari 41 aparat desa. Masing-masing mewakili desanya dari 20 kecamatan terpilih di Kabupaten Malang. Kemendes PDT dan Transmigrasi melalui Badan Pengembangan, Penelitian, Pendidikan dan Informasi mengajak desa untuk mampu memanfaatkan portal 'Desa Online' sebagai ajang menjual potensi dan menginformasi pembangunan desanya.

Dalam sambutannya, Sanusi berharap agar peserta dapat memanfaatkan sosialisasi dan pelatihan tersebut semaksimal mungkin, terkait upaya memperkenalkan potensi desa masing-masing. Kegiatan tersebut, kata Sanusi, sesuai Nawacita Presiden RI, yakni bagian dari program Presiden Joko Widodo untuk membangun bangsa dengan dimulai dari pedesaan dan daerah terluar.

"Jangan jika sudah mahir dan pandai mengoperasikan IT portal Desa Online ini, lantas kemudian tidak dipakai secara berkelanjutan," pesan Sanusi.

Sri Mujiani, perwakilan dari desa Sumber Agung, kecamatan Ngantang mendapat kesempatan memaparkan potensi desanya dalam gelaran kegiatan tersebut. Ia menampilkan portal website desa online desa Sumber Agung sebagai daerah penghasil kopi.

"Masyarakat kami berinisiatif untuk ciptakan produk kopi bubuk yang diproduksi secara manual oleh ibu-ibu. Hasilnya, kopi murni dan kopi jahe. Pendapatan produk dari hasilnya jumlahnya lebih tinggi daripada hanya saat jualan biji kopi mentah," paparnya.

Hal serupa juga dilakukan Tri Atmi dari desa Codo, kecamatan Wajak yang mempromosikan industri pembuatan kue kuping gajah. Makanan tradisional ini dipasarkan dengan harga terjangkau, yakni Rp 8 ribu per kilogramnya.

"Pangsa pasarnya sudah ke luar negeri. Alhamdulillah pemasarannya diawali dengan dibantu teman-teman yang bekerja sebagai TKI," aku Tri Atmi.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan Dan Pelatihan, dan Informasi (Balilatfo), M. Nurdin, didampingi Kapusdatin, Helmiati menjadikan kabupaten Malang sebagai proyek percontohan. Nurdin menuturkan, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi berharap, portal Desa Online bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh masyarakat. Baik dalam pelaporan penggunaan dana desa, transparansi desa, hingga perihal informasi cepat edar. Muaranya, imbuh Nurdin, desa kelak akan memiliki kompetensi dan daya saing tinggi.

"Tolong dimanfaatkan semaksimal mungkin dan dikembangkan. Jangan menggunakan website ini untuk kegiatan yang melanggar aturan, sebab ini resmi website negara. Sewaktu-waktu perkembangan desa di Indonesia akan dipantau Pak Presiden. Karena salah satu janji beliau adalah Desa Online, atau desa yang tidak tutup mata dengan IT," pungkasnya.

Baca juga:

(sr/sr)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG