MALANG
  1. MALANG
  2. KABAR MALANG
Bisnis

Wali Kota Malang gagas pameran UMKM Kota bertaraf nasional

"Kita juga akan menggandeng Kementerian Perdagangan RI, untuk mengundang para buyers dari luar negeri," tutur Sutiaji.

Oleh: Rizky Wahyu Permana 24 Oktober 2018 15:02

Merdeka.com, Malang - Wali Kota Malang berinisiatif mengagas pameran produk UMKM berskala nasional. Gagasan itu muncul setelah melihat antusiasme para pengunjung stand Kota Malang di Trade Expo Indonesia (TEI) Ke-33 di BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (24/10).

"Kita juga akan menggandeng Kementerian Perdagangan RI, untuk mengundang para buyers dari luar negeri," tutur Sutiaji, Wali Kota Malang di sela pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) Ke-33 di BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (24/10).

Sutiaji didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Wahyu Setianto dan Kepala Dinas Koperasi UKM, Tri Widyani Pangestuti, berkesempatan bertemu Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita.

"Saya sudah memerintahkan Disperdag, Disperin dan Dinkop UKM untuk sinergi dan kolaborasi mematangkan perencanaan. Libatkan stakeholders, seperti Kadin serta yang lainnya, agar nanti bisa digeber maksimal," ujarnya.

Wajar bila, Sutiaji berkehendak seperti itu, karena pola jualan road show selama ini memang tidak memungkinkan melibatkan semua UMKM. Jika menjadi tuan rumah, diharapkan makin banyak potensi produk unggulan yang akan ditampilkan.

Kepada Kadindag dan Kadinkop UKM, Sutiaji meminta untuk berkonsultasi dengan Kementerian secara intens mengawal gagasan tersebut. Wali Kota menarget untuk pasar Afrika yang dinilai potensial untuk masuknya produk kota Malang.

Sebagaimana data yang terlansir sebelumnya, jumlah Usaha Mikro Kota Malang sebanyak 99.213 usaha, dengan rincian di Kedungkandang sebanyak 21.045, Sukun 20.251, Klojen 17.034, Blimbing 19.414 dan sebanyak 21.469 usaha berada di Lowokwaru. Untuk Usaha Kecil terdata di Kedungkandang sebanyak 1.876 usaha, Sukun 1.766 usaha, Klojen 2.395, Blimbing 1.674 dan di Lowokwaru 2.231 usaha. Ada pun untuk cluster Usaha Menengah terdata 342 usaha berada di Kedungkandang, 428 di Sukun, 1.622 di Klojen, 608 di Blimbing serta di kecamatan Lowokwaru sebanyak 711 usaha.

Trade Expo Indonesia (TEI) yang digelar Kementerian Perdagangan RI, merupakan upaya strategis dan komitmen untuk meningkatkan ekspor secara berkesinambungan.

Arlinda, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI mengatakan nilai transaksi ditargetkan sebesar US$1,5 miliar atau setara dengan Rp20 triliun. Tahu lalu nilai transaksi TEI mencapai US$1,4 miliar.

"Target kita transaksi 2018 mencapai US$ 1,5 miliar. Sesuai arahan Pak Menteri harus jauh lebih tinggi dari 2017, jadi mau tidak mau harus mencapai US$ 1,5 miliar," kata Arlinda.

TEI merupakan ajang dagang yang akbar. Tercatat 1.110 peserta pameran untuk ikut berpartisipasi, dengan target pengunjung baik dalam negeri maupun luar negeri sebanyak 28 ribu untuk melihat lebih dari 300 produk yang ditampilkan.

Stand menampilkan 300 produk dan jasa yang dibagi menjadi 8 zona, yaitu kuliner nusantara, craft dan lifestyle product, furniture, creative products and service, manufaktur, strategic industry, food and beverages dan local champion products.

Sementara itu Mendag, Enggartiasto Lukita mengatakan TEI dapat menopang peningkatan ekpsor sebesar 11%.

"Target ekspor kita secara keseluruhan akan naik 11% berdasarkan evaluasi Kemendag. Tahun lalu (2017) bisa mencapai 17% walaupun targetnya 6%. Nah target 2018, minimal 11% itu bisa tercapai dengan berbagai kegiatan seperti promosi ini," imbuh Enggartiasto.

Baca juga:

(rwp/rwp)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG