MALANG
  1. MALANG
  2. KABAR MALANG
Pemkot Malang

Wali Kota Malang Minta Mahasiswa Tandatangani Pakta Integritas Cinta Damai dan NKRI

Lewat langkah ini diharapkan mahasiswa yang kuliah di Kota Malang tidak membuat kericuhan.

Oleh: Zain M 16 Agustus 2019 15:17
Wali Kota Sutiaji
Wali Kota Malang akan menggumpulkan para Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan swasta (PTS) menyusul bentrok warga dengan aksi demontrasi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia for West Papua (FRI-WP). Kampus diminta mengumpulkan mahasiswanya guna menandatangani pakta integritas cinta damai dan menjaga keutuhan NKRI. 
 
"Seluruh mahasiswa harus berjanji untuk cinta damai dan menjaga keutuhan NKRI," tegas Sutiaji di Balai Kota Malang, Kamis (15/8).
 
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan melibatkan perguruan tinggi guna menjaga Kota Malang yang selama ini penuh toleransi dan damai. Lewat langkah tersebut diharapkan mahasiswa yang kuliah di Kota Malang tidak membuat kericuhan serupa. 
 
Sutiaji juga menegaskan, setiap aksi damai untuk menyampaikan aspirasi tidak pernah dilarang di wilayahnya. Namun harus sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. 
 
"Undang-undangnya sangat jelas, menyampaikan aspirasi itu boleh, tapi sampaikan aspirasi itu dengan cara elok dan tidak menggunakan jalan umum," kataya.
 
Kamis (15/8) sekitar pukul 09.00 WIB, terjadi bentrok Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Front Rakyat Indonesia for West Papua (FRI-WP) dengan masyarakat. Puluhan massa menyuarakan Kemerdekaan Papua dengan melakukan long march.

Bentrok Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Front Rakyat Indonesia for West Papua (FRI-WP) dengan masyarakat Kota Malang
© 2019 merdeka.com/Darmadi Sasongko

 
Massa dan warga pun terlibat saling serang hingga menyebabkan kemacetan di Jalan Basuki Rahmad. Aksi saling serang tersebut juga menyebabkan sejumlah massa mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan.
 
Wali Kota Sutiaji langsung menggelar pertemuan dengan Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri dan Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Inf Tommy Anderson. Mereka bersepakat untuk  mengumpulkan seluruh perguruan tinggi untuk mencegah aksi-aksi serupa.
 
Sutiaji juga menegaskan bahwa Pemkot Malang sendiri tidak punya kewenangan memulangkan para mahasiswa pelaku kerusuhan di kawasan Kayutangan. Karena para mahasiswa tersebut merupakan salah satu bagian dari Indonesia.
 
"Mereka warga negara Indonesia yang berhak untuk tinggal di mana saja, termasuk Kota Malang," tandasya.
 
Sementara saat memberi kuliah Pengenalan Budaya Akademik dan Mahasiswa Fakultas Syariah di UIN Maliki Malang, Sutiaji mengimbau para mahasiswa tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta cinta tanah air. Semangat tersebut sebagai salah satu cara agar konflik antar kedaerahan tidak terjadi  di Kota Malang. 
 
"Cinta tanah air adalah kunci persatuan dan kesatuan kita. Indonesia memiliki Pancasila dan bendera merah putih yang mampu menyatukan kita,” katanya, Kamis (15/8).
 
Semangat yang tertuang dalam Pancasila sebagai dasar negara adalah semangat persatuan agar bangsa tidak mudah dipecah belah oleh berbagai kepentingan.
 
"Ketika bangsa ini kuat dan bersatu, maka cita-cita bangsa untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bisa tercapai,” tandasnya.
 
Bhumi Arema, memiliki semangat persatuan dan kesatuan yang kuat dengan slogan Salam Satu Jiwa. Ini menandakan bahwa warga Malang sangat mencintai persatuan dan kedamaian dengan meminimalisir konflik. 
 
Ia berpesan agar para mahasiswa beradaptasi dengan budaya dan kearifan lokal yang sudah tertanam di masyarakat sekitar. Sehingga mahasiswa bisa berbaur dan menimba ilmu dengan baik serta bersosialisasi dengan warga sekitar kampus.

(zm)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG