MALANG
  1. MALANG
  2. KOMUNITAS
Komunitas

GuysPro, wujudkan mimpi warnai kampung Jodipan seindah Venezia

Oleh: Rizky Wahyu Permana 13 Agustus 2016 00:11

Tujuan awal melakukan pengecatan itu sendiri sebenarnya bukanlah untuk membuat sebuah kampung wisata yang didatangi oleh banyak orang tiap harinya. Berangkat dari fakta bahwa banyaknya warga yang membuang sampah di sungai serta anggapan kampung tersebut sebagai kampung kumuh, GuysPro mencoba membuat sebuah program yang membuat masyarakat lebih menjaga lingkungan mereka.

Ketika pertama kali GuysPro coba melontarkan gagasan untuk mengecat kampung ini pada para warga, tanggapan yang diberikan ternyata sangat luar biasa. Kekhawatiran penolakan yang sebelumnya mereka pikirkan ternyata tidak ditemui, bahkan pengecatan yang awalnya hanya melibatkan 10 tukang dari Indana jadi menarik keterlibatan banyak warga di kampung tersebut.

"Tambah lama juga tambah banyak yang bantu kami untuk pengecatan ini, dari DKP, Paskhas dan lainnya juga bantu mengecat kampung ini," jelas Dinni.

Tanpa diduga oleh GuysPro sebelumnya, kegiatan yang awalnya sebagai tugas kuliah dan mengubah perilaku warga jadi berkembang sebagai sebuah destinasi wisata yang sangat terkenal. Setiap harinya banyak pendatang dari luar masuk ke wilayah kampung tersebut untuk sekedar melihat-lihat ataupun berfoto.

Terkait dengan hasil yang mengejutkan tersebut, mereka menyebutnya hanya merupakan sebuah bonus saja bagi Malang dan masyarakat. Walau begitu hasilnya juga cukup membantu perekonomian warga, kini mereka mendapat penghasilan tambahan dari parkir serta berjualan di dalam wilayah kampung.

Walaupun berupa tugas kuliah, namun tentu saja GuysPro akan sangat menjaga dan membanggakan hasil kerja mereka berupa kampung Jodipan ini.

"Bagi kami ini bukan hanya sekedar proyek karena ada tujuan baik dan itikad baik untuk mengubah masyarakat," jelas Nabila.

Sebagai mahasiswa, masing-masing anggota GuysPro tentu memiliki cita-cita dan harapan yang ingin mereka gapai. Mereka tidak menampik bahwa bisa saja mereka pergi jauh dan tidak dapat mendampingi secara intens perkembangan kampung tersebut. Oleh karena itu mereka memiliki cita-cita agar ada pihak-pihak lain terutama warga sekitar dan pemerintah kota yang menjaga salah satu tempat yang sudah menjadi ikon kota Malang itu.

Untungnya, semakin menanjaknya nama kampung Jodipan maka semakinĀ  banyak pihak yang terlibat membantu dan mendukung termasuk pemerintah kota yang berniat mengembangkannya lebih lanjut. Keterlibatan Pemkot untuk mengelola kampung tersebut agar tetap indah kini sudah mulai tampak, kesadaran warga untuk mempertahankannya juga sudah jauh meningkat. Bahkan mereka juga sudah mengantongi janji dari pihak kampus UMM untuk mengadakan Forum Group Discussion (FGD) untuk membahas mengenai kampung Jodipan itu dari berbagai aspek dan memikirkan untuk ke depannya.

Terkait harapan ke depan, Nabila dan Dinni sepakat bahwa mereka masih mengharapkan pemberdayaan bagi masyarakat di sana, jadi tidak hanya sebatas dijadikan kampung wisata saja tetapi juga diubah pola pikir masyarakat yang ada di dalamnya.

Ketika ditanya mengenai definisi merdeka, #PejuangMerdeka kita ini memiliki jawaban yang berbeda.

"Merdeka adalah mengubah sesuatu hal yang buruk menjadi baik," jawab Dinni.

Sedangkan Nabila memiliki jawabannya sendiri mengenai definisi dari merdeka itu.

"Merdeka adalah hidup bebas untuk membahagiakan hidup sendiri dan orang lain," tandasnya.

Baca juga:

(rwp/rwp)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG