MALANG
  1. MALANG
  2. KULINER
Kuliner

Pesta kuliner, 10 ribu tusuk bakso bakar dibagikan gratis di Malang

Pucuk Coolinary Festival bakal dimeriahkan oleh lebih dari 100 tennats serta 10 ribu tusuk bakso bakar yang dibagikan.

Oleh: Rizky Wahyu Permana 31 Agustus 2018 14:02

Merdeka.com, Malang - Sebanyak 10 ribu tusuk pentol bakso bakar bakal dibagikan selama berlangsungnya Festival Kuliner di Kota Malang. Pengunjung yang hadir dapat menikmati makanan yang sudah menjadi ciri khas Malang itu secara gratis, di samping menikmati sajian kuliner dari 100 tenants.

"Pokoknya selama acara berlangsung, pengunjung yang hadir bisa menikmati secara gratis, sambil menikmati juga kuliner lainnya. Aneka jenis masakan dari 100 tenants yang turut meramaikan," kata ujar Erick Harijanto selaku Marketing Manager RTD Tea & Juice, PT Mayora Indah Tbk di Kota Malang, Kamis (30/8).

Kata Erick acara berlabel Pucuk Coolinary Festival menyuguhkan makanan andalan dalam 3 zona rasa favorit yakni manis, gurih dan pedas. Para foodies bisa bebas menjelajahi beragam rasa makanan favorit yang disuguhkan. Acara akan berlangsung pada 1-2 September di Lapangan Rampal, Kota Malang Jawa Timur.

"Kami ingin memberikan apresiasi UMKM Indonesia di bidang kuliner untuk terus berkreasi dalam manyajikan kuliner terbaiknya," katanya.

Kota Malang dipilih sebagai kota pertama perhelatan acara ini karena memiliki aneka sajian kuliner yang unik dan lezat. Warga Malang sudah tidak asing dengan Bakso Bakwan Malang, Bakso Bakar, Cwi Mie dan lain sebaginya.

Beberapa kuliner favorit seperti Bakso President, Ketan Legend, Kober Mie Setan, Mie Jogging, Kupang Kraton, Nasi Goreng Mafia, Burgershoot, Koono Gelato, Dapur Unni dan masih banyak lagi lainnya dipastikan akan turut meramaikan acara.

Pucuk Coolinary Festival
© 2018 merdeka.com/Darmadi Sasongko

Akbar atau yang dikenal dengan nama Doyoke, salah satu food influencer mengatakan, dunia kuliner di Indonesia termasuk di Malang tidak ada matinya. Setiap tahun tren makanan yang dijual, jenisnya berbeda-beda.

"Malang terkenal dengan kuliner Bakso, Cwi Mie dan Orem orem. Seiring dengan waktu serta perlunya kreativitas dari food entrepreneur, banyak terdapat menu modifikasi," katanya.

Peran media sosial, katanya menjadi kunci utama sehingga wisata kuliner kota Malang terkenal di penjuru dunia.

Festival ini menjadi sebuah peluang bagi para food entrepreneur di Malang dan sekitarnya untuk memperkenalkan menu favorit atau andalannya.

Selama Festival berlangsung juga digelar forum berbagi tips dan trik berburu kuliner, selain bisa berbagi foto momen unik bersama makanan kesukaan.

Di sela acara juga akan disajikan happy hour di mana pengunjung bisa menikmati kuliner dengan harga special yakni Rp 10 ribu di semua tenant. Serta digelar Spicy King Noodle Contest dimana pengunjung akan berlomba untuk menyantap mie jumbo pedas dalam waktu dan level pedas yang sudah ditentukan.

Kepada tenant yang berpartisipasi juga wajib menjadi peserta Pemilihan Tenant Favorit berdasarkan pilihan para foodies dengan hadiah yang menarik bagi tenant yang terpilih. Sambil menikmati aneka sajian kuliner, pengunjung ditemani hiburan musik dari para musisi lokal.

"Kami berharap kehadiran festival ini dapat mewadahi para UMKM Kota Malang agar dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya beli di daerah tersebut sekaligus mengenalkan kuliner-kuliner favorit khas kota Malang serta memberikan pengalaman kuliner yang seru bagi para foodies," tutup Erick.

Baca juga:

(rwp)

Laporan: Darmadi Sasongko

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG