MALANG
  1. MALANG
  2. PARIWISATA
Sejarah Malang

Menguak asal usul penamaan candi Badut, candi tertua di Jawa Timur

Ada tiga versi cerita yang mengisahkan asal usul penamaan candi tertua di Jawa Timur ini.

Oleh: Siti Rutmawati 16 April 2016 13:16
Candi Badut

Merdeka.com, Malang - Berjalan-jalan menuju daerah Karang Besuki, kecamatan Dau, kabupaten Malang, kamu akan bertemu dengan candi Badut yang diperkirakan sebagai candi tertua di Jawa Timur.

Berdasarkan pada Prasasti Dinoyo yang terletak pada bait ke empat dikatakan bahwa seorang raja beserta pembesar-pembesarnya membangun kuil untuk memberantas penyakit yang menghilangkan semangat.

Berdasarkan penuturan Jayadi, berdasarkan pada prasasti tersebut, candi Badut didirikan pada tahun 682 Saka atau sekitar tahun 760 Masehi. Jayadi merupakan seorang juru pelihara cagar budaya yang pernah dianugerahi sebagai salah satu dari juru pelihara terbaik se -Indonesia pada tahun 2015 lalu.

Selain itu, Jayadi juga menjelaskan tentang fungsi candi yang dahulunya digunakan sebagai tempat pemujaan Siwa. "Nama bangunannya (candi badut) sendiri dinamakan sebagai bangunannya suci yang dipersembahkan untuk Rsy Agastya atau Siwa", ungkap Jayadi dengan suara serak khas miliknya.

Jayadi juga mengatakan bahwa nama bangunan ini juga disebut sebagai Maha Sipawana dan dipersembahkan sebagai tempat pemujaan.

Lalu, mengapa candi ini dikenal dengan nama Candi Badut?
Pada umumnya candi-candi di Jawa mengikuti nama tempat di mana candi tersebut berada. Candi badut sendiri terletak di di sebuah dusun yang dinamakan dengan dusun Badut. Berdasarkan data yang ada, ternyata penamaan candi Badut memiliki versi yang berbeda. Hingga kini setidaknya ada tiga versi cerita yang mengisahkan 

Berasal dari nama sebuah pohon
Berdasarkan penuturan Jayadi, di wilayah candi Badut terdapat banyak sekali pohon badut (sejenis pohon nangka), sehingga dusun tersebut dinamakan dusun Badut.

candi badut
© 2016 merdeka.com/Siti Rutmawati

Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa penamaan "Badut" untuk candi ini didasarkan pada nama sebuah pohon yang banyak tumbuh di dusun tempat candi Badut dibangun.

Nama kecil Raja Gajayana
Berdasarkan cerita yang lain, nama candi diambil dari nama kecil Raja Gajayana, pendiri candi Badut. Pada saat kecil Raja Gajayana memiliki nama Liswa. Liswa merupakan istilah yang berarti anak komedi (jenaka) dan orang Jawa menyebut istilah tersebut sebagai badut.

Karena yang membangun candi Badut adalah Raja yang memiliki kegemaran ngebadut (melucu), akhirnya candi ini berikan nama sesuai dengan karakter Sang Raja tersebut.

Nama Rsy Agastya
Versi cerita ketiga mengatakan bahwa nama candi Badut diambil dari perbandingan penamaan Candi Mendut. Badut berasal dari kata Badyut yang berarti cahaya bintang Agastya.

Kata "Ba" berarti bintang Agastya, sedangkan "Dyut" berarti cahaya atau sinar. Kata "Mendut" yang diambil sebagai perbandingan kata "Men" yang berarti sorot dan "Dyut" berarti cahaya. Sehingga mendyut berarti sorot cahaya Agastya.

Baca juga:

(sr/sr)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG