MALANG
  1. MALANG
  2. PARIWISATA
Hotel

Menikmati sensasi menginap di ketinggian 900 dpl ala Zam-Zam

Zam-Zam suguhkan sensasi menginap berbalut nuansa pegunungan khas Kota Wisata Batu.

Oleh: Siti Rutmawati 27 Maret 2017 18:57

Merdeka.com, Malang - Kota Batu selalu memikat dengan pesona alam pegunungannya yang elok. Menyandang gelar kota wisata, seolah menjadi magnet penarik bagi wisatawan untuk bersantai menikmati suguhan alam maupun wahana wisata yang tersedia. Menunjang potensi alam tersebut, kota Batu pun dipenuhi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti kemudahan transportasi, kuliner, villa, hotel, dan lainnya.

Berbicara soal hotel, Zam-Zam menjadi salah satu jujukan menginap yang patut dikunjungi. Terletak jauh dari pusat keramaian kota, hotel yang terbilang berusia muda ini menawarkan sensasi menginap di area pegunungan, berbalut fasilitas yang memanjakan.

Tentang Zam-Zam Hotel & Convention
Berdiri sejak 2012, Zam-Zam Hotel & Convention merupakan salah satu diantara ratusan usaha jasa perhotelan yang turut meramaikan dunia pariwisata kota Batu. Beralamat di Jalan Abdul Gani atas RT 04/RW 14 kelurahan Ngaglik kota Batu, Zam-Zam terletak di ketinggian sekira 900 diatas permukaan laut (dpl). Tak heran, jika udara di sekitar hotel bintang tiga ini diselubungi nuansa pegunungan yang kental.

Zam-Zam Hotel
© 2017 merdeka.com/Siti Rutmawati

Berbicara soal fasilitas, Zam-Zam menyediakan 3 unit bangunan villa, 2 unit lapangan futsal, 12 private room karaoke, 76 unit kamar berbagai tipe. Hotel ini menyuguhkan 7 tipe kamar dengan keunikan masing-masing, yakni superior, deluxe, executive, junior suite, deluxe suite, family standart, dan, family deluxe.

Tiap tipe kamar dibanderol dengan kisaran harga antara Rp 775 ribu hingga Rp 2,2 juta tiap malamnya. Selain itu bangunan 3 lantai hotel in,i dilengkapi dengan guest lift, 1 lounge, 2 restoran, 1 kolam renang dewasa dan anak-anak, 4 meeting room, area parkir yang cukup luas, games room, coverage wifi area, dan masjid.

Panorama Pegunungan yang Memikat
Berjalan-jalan mengelilingi hotel Zam-Zam, tipe kamar deluxe suite bisa dibilang cukup memukau mata. Kamar tipe eksklusive ini terdiri dari sebuah tempat tidur luas, ruang santai yang disekat, televisi, AC, safe deposite box, refrigerator, shower hot water, dan bath tub.

Zam-Zam Hotel
© 2017 merdeka.com/Siti Rutmawati

Sekeliling Zam-Zam dipenuhi dengan pemandangan hijau dari gunung Arjuna dan Panderman. Saat malam tiba, pemandangan indah justru datang dari kelap-kelip lampu penduduk yang terlihat elok dari ketinggian. Lokasi hotel ini terbilang cukup strategis, lantaran terletak tak jauh dari beberapa objek wisata, seperti Museum Angkut, Pasar Apung, Wisata Agro Petik Apel, dan lainnya.

Panorama Pegunungan dari Panderman Restaurant
© 2017 merdeka.com/Siti Rutmawati

Penamaan Zam-Zam ternyata tak sembarangan. Pasalnya, nama itu terinspirasi dari air suci Zam-Zam di Mekkah. Air adalah sumber kehidupan dari semua makhluk hidup. Dasar filosofis itu yang kemudian diusung Zam Zam menjadi sebuah harapan untuk menjadi usaha yang mengalir, dan bermanfaat bagi semua pihak, baik Zam-Zam Hotel, masyarakat, lingkungan, dan pemerintah.

Ramah Wisatawan Muslim
Layaknya pengetahuan umum, Kementerian Pariwisata tengah gencar mensosialisasikan Program Destinasi Wisata Halal di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Malang Raya. Program ini disosialisasikan Kemenpar pada awal Juni 2016 lalu, atas prakarsa pelaku wisata di Malang Raya sendiri.

Akhir tahun 2016 lalu, kota Batu sempat menjadi tuan rumah untuk gelaran Batu International Islamic Culture dan Festival. Layaknya judul yang diusung, gelaran acara tersebut menampilkan festival dari lima benua dengan menekankan pada seni dan budaya Islam.

Destinasi Wisata Halal sendiri bergerak dengan tujuan menggarap peluang besar pasar Pariwisata Halal menuju 20 juta Wisatawan Mancanegara dan 275 juta perjalanan Wisata Nusantara pada 2019 mendatang. Menuju tujuan utama itu, tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk menjalankan sistem yang ramah Muslim.

Menjadi bagian dari pelaku wisata, usaha jasa perhotelan tentu tak lepas dari peran tersebut sebagai penyedia fasilitas pariwisata. Meskipun belum menyandang gelar Hotel Halal, namun beberapa fasilitas yang disediakan Zam-Zam Hotel terbilang ramah wisatawan Muslim.

Zam-Zam Hotel
© 2017 merdeka.com/Siti Rutmawati

Zam-Zam menjadi satu-satunya Hotel yang mendirikan masjid di halaman hotelnya. Bahkan, masjid ini cukup aktif lantaran melibatkan masyarakat sekitar dalam berbagai kegiatan keagamaan seperti shalat berjamaah lima waktu, shalat Jumat, dan pengajian umum.

Bahkan,setiap tipe kamar yang tersedia di hotel ini dilengkapi dengan petunjuk arah kiblat. Bagi wisatawan muslim, tentu petunjuk ini sangat bermanfaat saat memutuskan untuk menjalankan ibadah di kamar masing-masing.

Baca juga:

(sr/sr)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG