MALANG
  1. MALANG
  2. PROFIL
Inspiratif

Mengenang sosok bersahaja Romo Siswanto

Memimpin SMAK Dempo selama 30 tahun, inilah sosok bersahaja Romo Siswanto.

Oleh: Siti Rutmawati 28 Desember 2016 15:27

Merdeka.com, Malang - Sekolah Menengah Atas Katholik Santa Albertus, atau lebih populer dengan sebutan SMAK Dempo terbilang sebagai sekolah yang berusia tua di kota Malang. Berdiri sejak 1936, sekolah yang berada di bawah payung Yayasan Sancta Maria ini merupakan bagian dari provinsialat Belanda kala itu. Tak heran, jika selama empat periode berturut-turut sejak didirikan, sekolah ini dipimpin oleh Romo misionaris dari Belanda.

Menengok jauh ke belakang, kelahiran SMAK Dempo bermula dari kedatangan Romo Misionaris, tepatnya Romo dari Ordo karmel dari Belanda yang datang ke Malang dengan misi penyebaran agama Katholik, sekitar tahun 1923. Salah satu media penyebaran tersebut yakni melalui sekolah. Sejalan dengan misi tersebut, maka didirikan sebuah sekolah yang bernama Santa Albertus.

SMAK St Albertus Dempo
© 2016 merdeka.com/Siti Rutmawati

Kepala sekolah SMAK Dempo saat ini, Bruder Antonius Sumardi mengatakan, sejak didirikan 80 tahun lalu hingga sekarang, sekolah Santa Albertus masih mengemban misi tersebut. Sejak didirikan, SMAK Dempo telah berganti 13 kepala sekolah. Namun, Bruder Mardi -sapaan akrab Bruder Antonius Sumardi- menyebutkan, ada satu sosok kepala sekolah yang hingga kini masih terkenang di hati, baik para siswa maupun kepala sekolah yang menjabat setelahnya.

Romo Siswanto/SMAK St Albertus Dempo
© St Albertus/St Albertus

Romo Emanuel Siswanto, atau lebih akrab dengan nama Romo Sis merupakan kepala sekolah dengan masa jabatan terlama di SMAK Dempo, yakni 1967-1998. Selama 30 tahun menjabat, pribadi Romo Sis yang bersahaja, membuatnya menjadi sosok yang mengakar di SMAK Dempo.

"Tiga puluh tahun beliau menjadi kepala sekolah, itu yang sangat mewarnai dan menjiwai dempo ini. Dempo relatif identik dengan Romo Sis waktu itu," kenang Bruder Mardi.

Romo Sis, kata Bruder Mardi, merupakan sosok yang tidak dapat ditiru hingga sekarang. Sekian banyak murid yang mengenyam pendidikan di SMAK Dempo, Romo Sis ternyata mampu menghapal nama murid, bahkan menghapal silsilah keluarga murid tersebut.

"Kedua, kehebatannya Romo Sis mengunjungi rumahnya murid. Kalo ke daerah selatan misalkan, ke Blitar, Tulungagung, Trenggalek, mesti mampir (ke rumah muridnya). Kalo ke Utara, juga mesti mampir. Itu kehebatannya yang tidak bisa ditiru sampai sekarang. Itu luar biasanya," puji Bruder Mardi.

Bruder Mardi mengatakan, hal tersebut didukung oleh sisi pribadi Romo Sis yang disebut Bruder Mardi sebagai 'pribadi kebapakan'. Selain itu, Romo Sis dikenal sebagi sosok yang tidak banyak bicara namun memiliki sifat dan sikap yang menyejukkan.

Karikatur Romo Sis di SMAK St Albertus Dempo
© 2016 merdeka.com/Siti Rutmawati

Sosok bersahaja Romo Sis tersebut yang hingga kini masih membekas di hati para penerusnya sebagai kepala sekolah, maupun alumni siswa SMAK Dempo yang pernah menjadi siswa Romo Sis. Bruder Mardi menyebutkan, sebagian besar kegiatan Alumni SMAK Dempo digagas oleh alumni siswa Romo Sis. Mengenang sosok yang bersahaja tersebut, pada kegiatan reuni perak yang digagas oleh Alumni tahun 1991, sosok Romo Sis diabadikan melalui sebuah foto karikatur indah yang hingga saat ini masih menghiasi ruang tamu SMAK Dempo.

Baca juga:

(sr/sr)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG