MALANG
  1. MALANG
  2. PROFIL
Ngalam lawas

Miran, polisi jujur dan tegas yang legendaris di Malang

Mayor Muhammad Miran merupakan salah satu polisi jujur dan tegas yang menjadi legenda di tahun 90-an.

Oleh: Rizky Wahyu Permana 30 Oktober 2016 09:10

Merdeka.com, Malang - Bagi orang Malang yang besar di sekitar dekade 90-an, ada satu sosok polisi yang sangat terkenal dan sangat disegani. Polisi ini sangat terkenal karena sifat tegasnya yang tak pandang bulu. Bagi banyak orang Malang, sosok polisi bernama asli Muhammad Miran ini merupakan gambaran dari polisi yang sangat disegani karena sikap dan tindakannya yang dia lakukan sehari-hari.

Saking tegasnya seorang Miran, bahkan pada saat itu sempat ada celetukan yang mengatakan seorang Miran saja sudah cukup untuk mengamankan Aremania se-stadion Gajayana. Walaupun saat ini sudah pensiun, namun sosok Miran tidak benar-benar hilang dari benak sebagian besar masyarakat Malang.

Pada masa 90-an, sosok Miran memang sangat dikenal sebagai seorang polisi yang keras dan tegas. Pada waktu itu, dia merupakan salah satu sosok yang paling ditakuti terutama oleh para sopir angkutan umum dan becak. Miran pada saat itu dikenal dengan tongkat yang dilengkapi paku untuk menghukum becak dan kendaraan lain yang tidak taat rambu serta tidak segan untuk membuat lubang di ban kendaraan tersebut.

Pada saat itu bahkan pemandangan becak yang berduyun-duyun minggir ketika seorang Miran datang merupakan hal yang biasa terutama di daerah sekitar alun-alun kota Malang. Dilansir dari Merdeka.com, selain ditakuti oleh tukang becak, Miran juga sangat disegani dan ditakuti oleh suporter. Pada masa 90-an, saat itu Arema dan Persema selalu berbagi kandang di stadion Gajayana.

Kekerasan suporter masih merupakan hal yang lazim pada masa itu, namun ketika di dalam stadion terutama ketika Miran bertugas, para suporter seakan tidak punya nyali untuk membuat kerusuhan. Bahkan di luar stadion ketika Miran menemukan sendiri suporter yang berbuah kerusuhan atau kekerasan di jalan maka dia tak akan segan-segan untuk menindaknya.

Kini di masa pensiunnya, pria kelahiran Magetan 21 maret 1944 ini tinggal dan mengasuh cucunya di daerah Kepuh, kecamatan Sukun, kota Malang. Menariknya, walaupun dikenal sebagai sosok yang sangat tegas dan tak ragu untuk menghukum langsung pelanggar, bagi tetangga dan keluarganya dia dikenal sebagai sosok yang sangat ramah.

Pangkat terakhir yang disandang oleh Miran adalah mayor sebelum kemudian dia pensiun. Sempat menjadi kepala security di sebuah pusat perbelanjaan sebelum kemudian dia benar-benar pensiun dan mengisi hari tuanya dengan mengasuh cucu. Walaupun sudah pensiun, namun bagi banyak warga Malang, selain Bripka Seladi, Muhammad Miran merupakan salah satu polisi yang akan selalu dikenang.

Baca juga:

(rwp/rwp)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG