MALANG
  1. MALANG
  2. PROFIL
Profil

Perempuan asal Malang jadi pembicara Konvensi Partai Demokrat AS

Membanggakan, mantan TKI asal Gondanglegi, Malang, ditunjuk sebagai pembicara Konvensi Partai Demokrat

Oleh: Siti Rutmawati 25 Juli 2016 15:23
© youtube.com/Interfaith Center on Corporate Responsibility

Merdeka.com, Malang - Tak disangka, pengalaman pahit seorang mantan TKI asal Gondanglegi, Malang berhasil menuntunnya bergerak ke arah yang positif. Ima Matul Maisaroh, mantan buruh migran yang dulunya bekerja di Los Angles, menjadi salah satu pembicara Konvensi Nasional Partai Demokrat, di Kota Pennsylvania, Amerika Serikat.

Perempuan yang akrab disapa Ima ini diminta membicarakan pengalaman serta upaya melawan perdagangan manusia. Konvensi tersebut digelar dengan agenda pemilihan calon presiden dukungan partai. Ima dijadwalkan mengisi panggung utama Stadion Fargo yang menjadi arena kongres pada Selasa 26 Juli, seperti dilansir situs Indonesian Lantern.

Kisah bermula saat perempuan 33 tahun ini terbujuk berangkat ke AS pada 1997. Saat itu, Ima yang sudah menikah tak merasa bahagia dengan pernikahannya, lantaran sering disiksa sang suami. Pria kenalannya menawari kesempatan kerja di Kota Los Angeles sebagai pembantu rumah tangga, tanpa membutuhkan biaya awal sepeserpun.

"Mereka mengurus semua keperluan kami. Paspor, visa, tiket, mereka menjanjikan gaji USD 150 per bulan dan sehari libur dalam sepekan," kata Ima, seperti yang dilansir merdeka.com.

Setibanya di AS, Ima memang menjadi pembantu rumah tangga, namun pekerjaan dan perlakukan yang didapatnya termasuk kategori perbudakan. Ima bekerja 18 jam sehari dan bahkan lebih. Terlebih lagi, Ima tak mendapatkan hak libur akhir pekan. Majikan Ima memaksanya membersihkan rumah, mencuci, merapikan taman, hingga mencuci mobil.

Setelah tiga tahun, Ima akhirnya memberanikan diri untuk kabur. Dia menulis surat kepada perempuan yang bekerja di seberang rumah, juga sesama pembantu rumah tangga. Dengan komunikasi terbatas lewat surat, akhirnya perempuan yang ada di depan rumah sanggup menolong Ima dan membawanya jauh dari rumah majikan.

Ima dibawa ke kantor CAST di Los Angeles. Di tempat itu, dirinya dirawat serta diajari bahasa Inggris dan keterampilan lainnya. Dia bahkan medapatkan pelajaran komputer. Pada 2005, Ima bergabung sebagai aktivis lembaga CAST. Dia menjadi korban yang berhasil selamat dan kini berkampanye melawan perbudakan serta perdagangan manusia.

Sejak 2012, Ima ditunjuk Presiden Barack Obama menjadi salah satu anggota Gugus Tugas Pemberantasan Perdagangan Manusia (PITF). Karenanya pidato nanti akan mencakup pula kapasitasnya sebagai penasehat presiden AS.

"Selain menyampaikan pidato mengenai pengalaman saya sebagai korban perbudakan manusia, saya juga menyampaikan program-program penanggulangan perbudakan dan perdagangan manusia yang telah dilakukan Hillary Clinton, kata Ima.

Ima bukan satu-satunya buruh migran asal Indonesia yang bergabung dengan PITF. Shandra Woworuntu juga dipilih Presiden Obama untuk melawan praktik perdagangan manusia. Mereka berdua adalah aktivis Koalisi Lawan Perbudakan dan Perdagangan Manusia (CAST), mewakili korban yang berhasil selamat dari perbudakan.

Baca juga:

(sr/sr)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG