MALANG
  1. MALANG
  2. PROFIL
Aremania

Wahyoe GV: Musisi itu media, musik itu alat

Wahyoe GV merupakan salah satu sosok musisi asli Malang yang tetap eksis berkarya dan membimbing generasi muda dalam bermain musik.

Oleh: Rizky Wahyu Permana 31 Maret 2016 11:14
Wahyoe GV

Merdeka.com, Malang - Tidak banyak orang yang mampu bermain musik hingga jangka waktu puluhan tahun, terutama di kota Malang. Namun sosok yang satu ini mampu terus bermusik hingga 35 tahun dan dia juga masih sering diundang dan merekam lagunya sendiri di usia yang sebenarnya sudah tidak muda lagi.

Orang tidak akan menyangka bahwa pria yang biasa dikenal sebagai Wahyoe GV ini telah melampaui usia setengah abad. Penampilan sehari-hari serta rambut gondrong yang dimilikinya membuatnya tampak selalu muda. Hal ini terutama ketika dia sedang membicarakan tentang musik, semangat menggebu yang muncul selalu membuatnya merasa bahwa masih selalu muda. Wahyoe GV atau biasa dikenal sebagai Wahyoe Arema Voice merupakan salah satu musisi kota Malang yang mampu bertahan puluhan tahun dan masih terus aktif berkarya.

Pria berusia 55 tahun ini mulai bermusik pada tahun 1981 ketika SMA. Dua tahun kemudian dia bersama beberapa temannya membentuk kelompok musik bernama Gang Voice. Sama seperti anak sekolah pada umunya, alasan mulai bermusik adalah karena lingkungan pergaulan di SMA. Selain itu dalam keluarganya memang juga suka musik karena memiliki beberapa kakak laki-laki dengan selera yang tidak jauh berbeda.

Seperti awalnya musisi lain, pada awal bermusik, Wahyoe juga memainkan lagu dari band luar negeri, namun seiring berlalunya waktu, dia mulai menciptakan lagu sendiri dan memainkannya.  Sejak tahun 1985 hingga sekarang dia lebih banyak memainkan lagu yang dimilikinya sendiri.

Namun terjadi perubahan yang cukup besar dalam alasannya untuk terus berkarya. Jika pada masa lalu, bermusik lebih untuk kesenangan dan memuaskan apresiasi seni yang dimilikinya, sekarang dia melakukannya agar menjadi penyemangat dan pelecut bagi generasi muda untuk terus berkembang, berkarya dan menyampaikan idealisme.

"bagi saya musisi itu adalah media, media pertemanan, media untuk komunikasi,media untuk menyalurkan macem-macem. sedangkan musik itu alat yang tergantung musisinya sendiri mau diapakan musiknya itu sendiri" tuturnya. Wahyoe mencontohkannya melalui band miliknya yang bernama Arema Voice yang merupakan alat untuk menyemangati suporter.

Arema Voice merupakan salah satu band kebanggaan Malang yang dapat terus eksis dalam waktu yang cukup lama. Selain itu kelompok ini juga masih terus menciptakan lagu yang memberi semangat pada Aremania dan klub sepakbola Arema. Sebagai contoh adalah salah satu lagu milik band ini berjudul Singa Bola yang hampir selalu diputar di stadion sebelum Arema bertanding.

Walaupun mampu bertahan lama sebagai musisi namun Wahyoe menyadari bahwa kondisi musisi untuk dapat hidup di kota Malang saat ini masih belum ideal. "Musik belum bisa menghidupi kita, tetapi kita menghidupi musik" ujar Wahyoe. Namun dia tetap mendukung agar musisi muda tetap dapat berkarya dan menyampaikan idealisme mereka.

Sudah lebih dari 30 tahun berlalu sejak pertama kali menjadi musisi, Wahyoe mengaku masih akan tetap terus bermain musik hingga dia tidak mampu lagi. "Kalau sudah nggak mampu main lagi ya saya nonton atau menyediakan tempat untuk main musik saja" tambahnya.

(rwp/rwp)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI MALANG

BERITA MALANG